Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

💫

Pluralisme Agama dan Bahayanya Bagi Iman Kristen: Sebuah Tanggapan Terhadap Pernyataan Pdt. Gilbert Lumoindong Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali  Sesuai judulnya, tulisan ini berangkat dari percakapan antara Pdt Gilbert Lumoindong bersama dr Richard Lee dalam sebuah Podcast di kanal YouTube dr Richard Lee. Wawancara yang berdurasi sekitar 55 menit itu memuat konten teologis yang sangat mendasar dalam iman Kristen yaitu doktrin keselamatan (Soteriologis). Dalam sesi podcast itu, dr Richard mengajukan beberapa pertanyaan krusial terhadap Pdt Gilbert, dan dijawab dengan kompromis oleh Pdt Gilbert. Disini Pdt Gilbert memang tampak tidak tegas, abu-abu, dan mengkompromikan kebenaran. Saya tidak tahu apakah jawaban dari beliau ini memang menegaskan posisi teologisnya sebagai seorang pluralis, atau hanya cari aman, sehingga tampak seperti bunglon. Atau mungkin sikap kompromistis Pdt Gilbert ini karena dia trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, ketika dia tertangkap slip of tongue me...

SOL 29/04/2025

Sunday School English Quiz : Faith in Jesus 1. Who is Jesus Christ? A. A prophet only B. The Son of God and our Savior C. A wise teacher from long ago > Answer: B 2. What is the Bible? A. A history book B. A science book C. God's Word for us > Answer: C 3. What must we do to be saved? A. Believe in Jesus Christ B. Do more good than bad C. Go to church every Sunday only > Answer: A 4. What is faith? A. Trusting God even when we cannot see Him B. Doing things by ourselves C. Believing in anything we like > Answer: A 5. Why did Jesus die on the cross? A. To show His power B. To pay for our sins C. To become famous > Answer: B 6. What happened on the third day after Jesus died? A. He stayed in the tomb B. He rose again from the dead C. His friends buried Him again > Answer: B 7. Who helps us understand the Bible? A. The pastor only B. The Holy Spirit C. Our friends > Answer: B 8. What should we do every day as Christians? A. Watch TV B. Pray and read the Bible C. S...

GORDON CLARK TENTANG LOGIKA, EPISTEMOLOGI, DAN PANDANGAN TERHADAP SAINS

Gordon Clark tentang Logika, Epistemologi, dan Pandangan terhadap Sains Clark dan Logika Menurut Gordon H. Clark, logika bukan sekadar alat berpikir manusia, melainkan bagian dari natur Allah itu sendiri. Logika adalah ekspresi karakter Allah yang tidak berubah, seperti kebenaran, rasionalitas, dan non-kontradiksi. Karena Allah adalah logis, pikiran manusia harus tunduk pada prinsip-prinsip logika jika ingin mencerminkan pikiran Allah. Tanpa logika, tidak ada komunikasi, tidak ada kebenaran, dan tidak ada makna. Mengapa Clark Menekankan Definisi Clark sangat menekankan definisi yang ketat karena: Tanpa definisi yang jelas, perdebatan akan penuh kebingungan dan kesalahpahaman. Definisi yang akurat adalah fondasi berpikir rasional. Banyak kesalahan teologis dan filosofis bermula dari penggunaan istilah yang ambigu. Epistemologi Clark: Alkitab sebagai Aksioma Alkitab adalah aksioma — fondasi dasar dari semua pengetahuan sejati. Clark menolak semua teori pengetahuan yang bersandar pada pen...

CIRI-CIRI THEOLOGI LIBERAL

  Apa Ciri-Ciri Teologi Liberal? Teologi Liberal pada dasarnya adalah gerakan yang menolak hal-hal yang dianggap sudah paten atau permanen dalam iman Kristen. Teologi ini lahir dari semangat mempertanyakan kepercayaan-kepercayaan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Jadi prinsip utamanya adalah mempertanyakan kembali doktrin yang sudah paten. "Apakah memang harus percaya seperti itu? Apakah itu benar? Ataukah mungkin ada penafsiran lain?" Akibatnya, teologi liberal menolak otoritas final dari Firman Allah dan membuka ruang bagi berbagai penafsiran bebas atau penafsiran yang baru terhadap Alkitab. Bagi teologi liberal, Alkitab bukanlah Firman Allah yang mutlak atau tak bisa salah, melainkan hanyalah kumpulan pengalaman religius manusia zaman dahulu yang penuh dengan kemungkinan kesalahan dan kekeliruan. Nah berikut beberapa ciri khas dari teologi liberal: 1. Penolakan Terhadap Finalitas Firman Allah Bagi Teologi Liberal, Alkitab dianggap bukan wahyu ilahi ya...

KESELAMATAN SEJATI TAK BISA HILANG, KARENA DIJAGA OLEH TANGAN KRISTUS YANG TAK TERGOYAHKAN" — REFLEKSI ATAS FENOMENA PINDAH AGAMA & JAMINAN KESELAMATAN MENURUT INJIL.

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali  Abang Leon Akhir-akhir ini berita tentang kepindahan agama menghiasi jagad media kita, baik di televisi maupun media  sosial. Memang untuk konteks Indonesia ini, isu jualan agama memang laris manis di pasaran. Teranyar seorang presenter kondang brownies yang bernama Ruben Onsu resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dengan  dipandu oleh Habib Usman Bin Yahya. Ruben tidak sendiri, sebelum Ruben sudan ada beberapa artis yang sudah "login" duluan ke server sebelah. Beberapa nama terkenal ada di daftar ini, sebut saja, ada om Dedy Corbuzier, Bobon Santoso, Dr Richard Lee, Dll. Isu ini kemudian memantik satu pertanyaan : Para mualaf ini, yang telah meninggalkan iman Kristen mereka, lalu bagaimana dengan keselamatan mereka?" Sebagai seorang Kristen apalagi yang memegang tradisi Reformed, saya sangat "haqqul yaqin" bahwa orang-orang ini sebenarnya tidak pernah kehilangan keselamatan. Mereka tidak kehilangan keselamatan, bukan karena m...

THEOLOGY PROPER 5

OMNIPOTENSIA ALLAH (KEMAHAKUASAAN ALLAH) 1. Definisi : Omnipotensia adalah sifat Allah yang menunjukkan bahwa Dia memiliki kuasa tak terbatas. Allah mampu melakukan segala sesuatu yang konsisten dengan sifat-Nya yang kudus, adil, dan bijaksana. Kemahakuasaan Allah tidak berarti bahwa Dia dapat melakukan hal-hal yang kontradiktif atau melawan sifat-Nya (misalnya, Allah tidak bisa berbuat dosa, karena itu bertentangan dengan kesucian-Nya). "Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah" (Markus 10:27). 2. Dasar Alkitabiah : Matius 19:26 – "Bagi manusia itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Yeremia 32:17 – "Ah, Tuhan ALLAH, sesungguhnya Engkau telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang teracung; tidak ada yang terlalu ajaib bagi-Mu." Psalms 115:3 – "Tuhan ada di sorga; apa yang dikehendaki-Nya, diperbuat-Nya." Ayat-ayat ini menegaskan bahwa Allah memiliki kuasa mutlak untuk melakukan s...

THEOLOGY PROPER 4 KEKEKALAN ALLAH

ETERNALITAS ALLAH 1. Penjelasan Doktrin: Eternalitas berasal dari kata Latin aeternitas, yang berarti "kekekalan." Doktrin ini menyatakan bahwa Allah tidak terbatas oleh waktu, tidak memiliki awal atau akhir, dan tidak berubah oleh perjalanan waktu. Mazmur 90:2 – “Sebelum gunung-gunung dilahirkan dan bumi serta dunia diperanakan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.” Allah ada dalam kekekalan. Dia bukan hanya lebih tua dari waktu, tapi Ia juga pencipta waktu, dan tidak dikendalikan olehnya. Implikasi utamanya adalah  Allah selalu ada, tidak pernah “menjadi” sesuatu. Ia melihat segala sesuatu secara serentak, masa lalu, sekarang, dan masa depan hadir di hadapan-Nya sebagai satu kesatuan. Ia tidak berkembang, karena Ia sudah sempurna dari kekal. 2. Pandangan Agama/Worldview Lain: a. Panteisme (Hinduisme, Zen, dll): Mengaburkan kekekalan dengan pengulangan atau siklus waktu (samsara). Dalam pandangan ini, tidak ada kekekalan pribadi, hanya aliran kes...

KEKEKALAN ALLAH VS KEKEKALAN MANUSIA

Kekekalan Allah vs Kekekalan Manusia sebagai Imago Dei 1. Kekekalan Allah: Tanpa Awal, Tanpa Akhir Kekekalan Allah (Immutabilitas dalam waktu) berarti bahwa Allah ada dari kekal hingga kekal, tanpa awal dan tanpa akhir. Ia tidak dibatasi oleh waktu, tidak berubah, dan tidak pernah mengalami proses menjadi. Allah adalah “Aku adalah Aku” (Kel. 3:14), hidup dan ada di luar dan di atas dimensi waktu. “Sebelum gunung-gunung dilahirkan... dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.” ( Mazmur 90:2) 2. Kekekalan Manusia: Ada Awal, tapi Tidak Ada Akhir Manusia, sebagai ciptaan, memiliki permulaan, yakni saat ia diciptakan oleh Allah. Namun, manusia diciptakan dengan jiwa yang kekal, yang akan terus eksis setelah kematian, baik dalam keselamatan kekal maupun kebinasaan kekal (Mat. 25:46). Kekekalan manusia bukan karena aseitas, tapi karena kehendak dan pemeliharaan Allah. Kekekalan ini diberikan, bukan melekat dalam natur manusia. 3. Kekekalan Manusia sebagai Refleksi Kekekalan Al...

THEOLOGY PROPER 3 IMUTABILITAS ALLAH

Imutabilitas Allah  1. Apa yang dimaksud dengan Imutabilitas Allah? Imutabilitas adalah sifat Allah yang menyatakan bahwa Allah tidak berubah dalam sifat, karakter, atau tujuan-Nya. Allah adalah kekal dan tidak mengalami perubahan baik dalam esensi-Nya, kehendak-Nya, atau dalam cara-Nya bertindak di dunia. Allah tetap sama dari kekal hingga kekal. “Aku adalah Allah yang tidak berubah” (Maleakhi 3:6) Imutabilitas Allah menunjukkan bahwa Allah tidak bisa bertambah atau berkurang dalam kesempurnaan-Nya. Dia tidak terpengaruh oleh waktu atau perubahan situasi. Keberadaan-Nya yang tetap adalah sumber kestabilan bagi seluruh ciptaan. --- 2. Dasar Alkitabiah: Yakobus 1:17 – "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, dari Bapa segala terang, yang tidak berubah atau berputar karena bayangan." Mal 3:6 – "Sebab Akulah TUHAN, yang tidak berubah; karena itu kamu, anak-anak Yakub, tidak binasa." Ibrani 13:8 – "Yesus Kristus tetap sama,...

DEFINISI TEOLOGI PROPER

  Apa Itu Teologi Proper? Teologi Proper adalah cabang dari teologi sistematika yang secara khusus membahas tentang: > Siapa Allah itu, dan bagaimana Dia dapat dikenali. Jadi ini pusatnya segala hal dalam iman Kristen. Topik ini mencakup: 1. Eksistensi Allah – Apakah Allah itu ada? 2. Atribut/Sifat Allah – Seperti: kekal, mahatahu, kasih, adil, dll. 3. Trinitas – Allah itu satu esensi, tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. 4. Nama-nama Allah – El Shaddai, Yahweh, Kurios, dsb. 5. Pekerjaan Allah – Seperti penciptaan, pemeliharaan, penebusan. --- Mengapa Teologi Proper Penting? Karena : Semua doktrin Kristen berpijak pada pemahaman tentang Allah. Salah mengenal Allah = salah dalam memahami manusia, dosa, keselamatan, dll. Ini dasar dari worship yang sejati: kamu gak bisa menyembah Allah yang kamu gak kenal. --- Hubungan dengan Wahyu Teologi Proper bersandar 100% pada : 1. Wahyu Umum (ciptaan) 2. Wahyu Khusus (Alkitab) Tapi sebagai Clarkian, kita berdiri penuh di atas wahyu khus...

TEOLOGI PROPER PART 2

ASEITAS ALLAH > Aseitas berasal dari bahasa Latin: “a se” = “dari diri sendiri” --- 1. Penjelasan Doktrin Aseitas adalah sifat Allah yang menyatakan bahwa Ia ada oleh diri-Nya sendiri. Ia tidak berasal dari siapa pun, tidak diciptakan, dan tidak bergantung pada apa pun atau siapa pun di luar diri-Nya. > Ia adalah "Being of Beings" — keberadaan mutlak, penyebab yang tidak disebabkan. --- 2. Dasar Alkitabiah Keluaran 3:14 – “Aku adalah Aku” (YHWH) Allah menyatakan eksistensi-Nya yang independen dan kekal. Yohanes 5:26 – “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri…” Allah adalah sumber hidup—tidak menerima hidup, tetapi memiliki-Nya dari kekekalan. --- 3. Implikasi Teologis dan Filosofis Allah tidak memiliki asal. Ia bukan bagian dari urutan sebab-akibat. Allah tidak membutuhkan apa pun. Penciptaan bukan karena kekurangan, tetapi karena kehendak bebas. Allah adalah sumber segala sesuatu. Ia menopang dan memelihara segala yang ada. --- 4. Pandangan World...

TEOLOGI PROPER PART 1

Teologi Proper : Eksistensi Allah Oleh : [Dionisius Daniel Goli Sali] --- 1. Mengapa Saya Percaya bahwa Allah Itu Ada? a. Karena Alkitab menyatakan bahwa Allah itu ada. Sebagai seorang Kristen yang berpegang pada prinsip Sola Scriptura, saya menjadikan Alkitab sebagai sumber utama dan otoritatif dalam segala hal, termasuk dalam memahami eksistensi Allah. Alkitab tidak mencoba membuktikan keberadaan Allah—Alkitab menyatakan Allah dengan tegas, dari kalimat pertama: > "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1) Ini bukan sekadar informasi, tapi pernyataan iman yang menjadi dasar segala pengetahuan. Saya tidak menempatkan akal saya sebagai hakim atas kebenaran, tapi tunduk kepada Allah yang menyatakan diri-Nya dalam firman-Nya. b. Karena secara logis, tidak mungkin alam semesta ini muncul begitu saja tanpa penyebab. Segala sesuatu yang ada pasti memiliki penyebab. Alam semesta ini kompleks, teratur, dan penuh hukum—tidak mungkin muncul begitu saja dari ke...