Langsung ke konten utama

GORDON CLARK TENTANG LOGIKA, EPISTEMOLOGI, DAN PANDANGAN TERHADAP SAINS

Gordon Clark tentang Logika, Epistemologi, dan Pandangan terhadap Sains


Clark dan Logika

Menurut Gordon H. Clark, logika bukan sekadar alat berpikir manusia, melainkan bagian dari natur Allah itu sendiri.

Logika adalah ekspresi karakter Allah yang tidak berubah, seperti kebenaran, rasionalitas, dan non-kontradiksi.

Karena Allah adalah logis, pikiran manusia harus tunduk pada prinsip-prinsip logika jika ingin mencerminkan pikiran Allah.

Tanpa logika, tidak ada komunikasi, tidak ada kebenaran, dan tidak ada makna.


Mengapa Clark Menekankan Definisi

Clark sangat menekankan definisi yang ketat karena:

Tanpa definisi yang jelas, perdebatan akan penuh kebingungan dan kesalahpahaman.

Definisi yang akurat adalah fondasi berpikir rasional.

Banyak kesalahan teologis dan filosofis bermula dari penggunaan istilah yang ambigu.


Epistemologi Clark: Alkitab sebagai Aksioma

Alkitab adalah aksioma — fondasi dasar dari semua pengetahuan sejati.

Clark menolak semua teori pengetahuan yang bersandar pada pengalaman, observasi, atau rasio murni tanpa wahyu.

Menurut Clark:

Pengetahuan sejati = proposisi yang dinyatakan Alkitab, atau yang dideduksi secara logis dari Alkitab.

Segala sesuatu di luar Alkitab adalah opini manusia — tidak bisa dijadikan dasar kebenaran mutlak.

Implikasi Prinsip Ini:

Clark tentang Sains

Sains tidak menghasilkan pengetahuan sejati menurut Clark.

Alasannya:

Sains bergantung pada penalaran induktif, yang tidak bisa memberikan kepastian logis.

Hukum alam hanyalah pengamatan pola — bukan realitas mutlak.

Indera manusia tidak bisa dipercaya sepenuhnya, sehingga sains yang bergantung pada observasi juga rapuh.

Sains selalu berubah — apa yang dianggap "benar" sekarang bisa salah di masa depan.

Oleh sebab itu, hasil sains hanya bersifat pragmatis, bukan sumber kebenaran mutlak.

Prinsip Umum dalam Apologetika Clarkian

Iman Kristen membenarkan dirinya sendiri berdasarkan Alkitab yang koheren dan logis.

Dalam berapologetika:

Kita tidak berdiri di atas sains, probabilitas, atau sejarah.

Kita berdiri di atas wahyu ilahi yang konsisten secara logis.

Semua sistem pemikiran lain (filsafat sekuler, sains sekuler, agama lain) pada akhirnya mengarah pada ketidaklogisan atau skeptisisme total jika diuji konsisten.

Ringkasan Singkat

Alkitab adalah fondasi semua pengetahuan. Logika adalah natur Allah. Sains, filsafat manusia, dan pengamatan dunia hanyalah opini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...