Langsung ke konten utama

Postingan

DOKUMENTASI DEBAT DENGAN MARTIN SAKSI YEHUWA

Shalom Selamat Siang Bung Martin. Saya selalu berharap bahwa bung dan keluarga terkasih selalu dalam keadaan sehat dan baik. Oh ya, karena satu dan lain hal saya vakum beberapa saat dari diskusi kita. Dan mungkin juga ini akan menjadi chat saya yang terakhir via WhatsApp bersama bung Martin dalam memperdebatkan indentitas Kristus, sang Allah yang kekal (Dalam prespektif saya). Karena perbedaan antara saya dengan Bung Martin begitu fundamental dan mendasar.  Perbedaan kita bukan terletak pada doktrinal sekunder, seperti: Manakah cara membaptis yang benar? Apakah dengan dipercik atau diselam? Tapi perbedaan kita terletak pada doktrinal inti dari iman Kristen: Siapakah identitas Yesus menurut Alkitab? Allah yang kekal atau ciptaan? Allah Alkitab itu Tritunggal atau bukan? Dan lain sebagainya. Jadi saya merasa bahwa perdebatan ini tak akan ada habisnya karena bung sesungguhnya hanya membuka telinga, tapi sudah menutup hati dari kebenaran. Maka jika diteruskan, ini ibarat saya sedang me...
Postingan terbaru

RENUNGAN KHOTBAH KOMSEL 19/06/2026

  SIAPA YANG MENJADI TUHAN DALAM HIDUPMU? Nats Kejadian 2:16-17; Kejadian 3:1-6 "Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya...'" Pendahuluan Shalom saudara-saudari. Malam ini saya ingin mengajak kita merenungkan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendasar. Mengapa Allah menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di Taman Eden? Bukankah kalau pohon itu tidak ada, Adam dan Hawa tidak akan jatuh ke dalam dosa? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita membaca kitab Kejadian. Namun semakin kita memikirkan kisah ini, kita akan menemukan bahwa inti persoalannya bukanlah pohon itu. Bukan buahnya. Bukan taman Eden. Masalah yang sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang masih relevan sampai hari ini: Siapa yang berhak menentukan apa yang benar dan apa yang salah? Allah?...
Artikel ini adalah dokumentasi perdebatan antara saya dengan seorang Saksi Yehuwa bernama Martin. Topik utama perdebatan ini muncul ketika saya mengajukan dua pertanyaan logis untuk menguji konsistensi doktrin Saksi Yehuwa yang menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan. Dua pertanyaan tersebut adalah: 1. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah pernah ada masa di mana Bapa bukan Bapa? 2. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah Dia termasuk dari “segala sesuatu” yang diciptakan melalui Dia? Butuh waktu berbulan-bulan bagi Martin untuk mencoba menjawab kedua pertanyaan ini. Saya sendiri menilai bahwa pertanyaan tersebut pada dasarnya sangat sulit dijawab oleh posisi Saksi Yehuwa, karena keduanya menyentuh konsekuensi logis langsung dari doktrin mereka sendiri. Pertanyaan pertama menyentuh masalah relasi kekal antara Bapa dan Anak. Jika benar Yesus hanyalah ciptaan pertama, maka secara logis harus ada suatu titik ketika Anak belum ada. Tetapi jika Anak belum ada, maka pada saat itu Allah belum dapat diseb...

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK. 1.  KALAU YESUS ADALAH CIPTAAN, BERARTI PERNAH ADA MASA BAPA BELUM MENJADI BAPA? PERTANYAAN INTI “Kalau Yesus adalah ciptaan, berarti pernah ada masa Yesus belum ada, betul? Kalau begitu, apakah pernah ada masa Bapa belum menjadi Bapa?” Ini pertanyaan sangat bagus, tapi di lapangan harus dibuat sesederhana mungkin. JAWABAN JW YANG PALING MUNGKIN Jawaban #1 “Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.” Jawaban #2 “Itu terlalu pakai logika manusia.” Jawaban #3 “Yang penting Alkitab bilang Yesus Anak Allah.” Nah ini jauh lebih realistis daripada jawaban filsafat berat. HANTAM BALIK  Kalau JW jawab: “Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.” Kita balik hantam: “Berarti Bapa jadi Bapa karena ciptaan dong? Jadi identitas Bapa bergantung pada makhluk?” Lalu lanjut: “Saya tanya sederhana: Sebelum Anak ada, Bapa sudah Bapa atau belum?” Ini kuat banget. Karena dia akan kesulitan jawab lurus. Kalau dia jawab: “It...