Langsung ke konten utama

Postingan

πŸ”₯

MENU MAKAN + JADWAL FITNESS DALAM 7 HARI Ini adalah menu makanan yang realistis untuk diabetesi, aman karena masih minum obat, dan fleksibel untuk kerja shift (ojek / satpam). PRINSIP UTAMA : Fitness 3x seminggu saja (cukup & aman) Hari fitness, makan lebih rapi & jangan kosong Hari non-fitness, tetap aktif tapi santai JADWAL DALAM 7 HARI (Menu + Fitness Terintegrasi) SENIN (FITNESS) MENU PAGI  Telur rebus 3 Tumis bayam/Kuah  Nasi 2–4 SM MENU SIANG  Ikan pindang (Atau ikan apa saja) Sayur asem Nasi 3–4 SM MENU MALAM Tempe + tahu Tumis buncis Nasi 0–3 SM Cemilan Apel kecil πŸ‹️ Di hari ini ambil waktu untuk fitness 30–40 menit. Squat 3×12 Push-up (tembok/lutut) 3×8 Row botol air 3×12 Plank 3×20–30 dtk SELASA (NON FITNESS) MENU PAGI  Telur rebus 3-4 Timun + tomat Nasi 3-4 SM MENU SIANG  Ayam rebus (tanpa kulit) Sayur sop Nasi 3–4 SM MENU MALAM  Ikan bakar Lalapan Tanpa nasi Cemilan Kacang rebus segenggam Aktivitas ringan saja (jalan, kerja) RABU (FITNE...
Postingan terbaru

πŸ”₯

NGURUS SIM TERNYATA TIDAK SESERAM YANG DIBAYANGKAN  Selamat Tahun Baru 2026 bagi kita semua. Iya, ini adalah hari pertama di tahun 2026, dan sekaligus menjadi goresan pena pertama saya di tahun ini setelah vakum cukup lama. Terakhir kali saya menulis artikel di Kompasiana adalah pada pertengahan Agustus 2024. Artinya, kurang lebih satu tahun lebih saya absen dari dunia blogger. Ucapan “Selamat Tahun Baru” saya tujukan kepada semua karena Tahun Baru bersifat universal. Jika Natal identik dengan umat Kristen, meskipun yang non-Kristen juga ikut menikmati berkatnya seperti liburan dan diskon, maka Tahun Baru bukan milik golongan tertentu. Semua makhluk di bumi ini, tanpa kecuali, memasuki fase peralihan waktu yang sama: dari tahun yang lama ke tahun yang baru. Momentum seperti ini sering kali membuat kita merenung, bukan hanya tentang resolusi besar, tetapi juga tentang hal-hal sederhana yang selama ini kita tunda. Bagi saya, salah satu hal yang sempat tertunda adalah menuliskan peng...
LATAR BELAKANG SANG PERWIRA 1. Identitas Sang Perwira Kata “ perwira ” (Yunani: hekatontarchΔ“s atau “ centurion ”) berarti pemimpin atas seratus prajurit dalam pasukan Romawi . Ia bukan orang Yahudi — melainkan bangsa kafir ( gentile ), tapi menariknya, ia memiliki relasi baik dengan orang Yahudi. Dalam Lukas 7:5 dikatakan, “Ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkuasa secara militer, tapi juga memiliki hati yang lembut dan penuh simpati. 2. Konteks Sosial dan Religius Di bawah penjajahan Romawi , orang Yahudi membenci bangsa Romawi, sebab mereka adalah simbol penindasan dan ketidakadilan. Jadi, keberanian si perwira datang kepada Yesus (seorang guru Yahudi) untuk meminta pertolongan adalah tindakan rendah hati dan melampaui tembok sosial pada zamannya. Sebagai perwira, dia bisa saja memakai kuasa politik atau militer untuk memaksa Yesus datang tapi dia tidak melakukannya. Justru ia berkata: > “T...
APLIKASI UNTUK JEMAAT PERSEKUTUAN SATU SUKU DI PERANTAUAN Perwira dalam kisah ini bukan orang Israel, bukan orang yang mengenal Allah Israel, tetapi ia punya hati yang peduli terhadap sesamanya. Ia bisa saja bersikap masa bodoh toh hambanya cuma budak — tetapi ia memilih untuk menanggung beban orang lain. Nah, kalau seorang non-Yahudi seperti dia saja bisa memiliki hati yang lembut dan peduli, berapa lagi kita, yang bukan hanya satu iman, tapi juga satu suku, satu darah, dan satu paguyuban? Di perantauan, kita sering menghadapi hidup yang keras: jauh dari keluarga, tekanan ekonomi, rasa rindu kampung halaman. Di tengah keadaan itu, Tuhan mau supaya kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri. Kasih bukan cuma teori, bukan hanya nyanyian atau doa pembuka persekutuan — kasih itu tindakan. > Kalau orang luar bisa peduli kepada orang lain, apalagi kita yang satu suku. Kalau orang asing bisa menanggung beban budaknya, apalagi kita yang satu rumpun dan satu iman. Mari kita belajar dari sang...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

πŸ“œ KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...

APLIKASI PRAKTIS

APLIKASI PRAKTIS: KETIKA YANG SEDIKIT KITA SERAHKAN, TUHAN MELIPATGANDAKANNYA   Saudara-saudara yang terkasih, dari peristiwa lima roti dan dua ikan ini, mari kita bawa pulang beberapa aplikasi praktis yang bisa kita hidupi mulai hari ini juga. ✅ 1. Berikan Apa yang Ada Padamu, Bukan Apa yang Belum Ada "Tuhan tidak menunggu kita kaya, terkenal, atau pintar dulu untuk bisa dipakai-Nya." πŸ“Œ Kalau yang kita punya hanya waktu 10 menit untuk berdoa atau merenung firman, pakai itu. πŸ“Œ Kalau kita hanya punya seratus ribu terakhir, tapi Tuhan gerakkan hati kita untuk menolong orang, berikan dengan iman. πŸ“Œ Kalau kita hanya bisa main musik sederhana, bantu pelayanan ibadah. πŸ“Œ Kalau kita hanya bisa tersenyum dan menyapa, jadilah penyambut yang ramah di gereja. ➡️ Jangan tunggu banyak. Tuhan butuh yang sekarang. ✅ 2. Jangan Remehkan Hal Kecil – Karena Tuhan Tidak Remehkan Itu Anak kecil itu mungkin tidak sadar bahwa makan siangnya akan mengenyangkan ribuan orang. Tapi Tuhan melihat dan...

KHOTBAH MINGGU 27/07/2025

OUTLINE KHOTBAH – BELAJAR DARI 5 ROTI DAN 2 IKAN  TEKS: YOHANES 6:1–14 DURASI: ±20 MENIT  1. PENDAHULUAN (BACA NATS 2–3 menit) Yohanes 6:1-14 (TB) Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya...