Langsung ke konten utama

Postingan

Artikel ini adalah dokumentasi perdebatan antara saya dengan seorang Saksi Yehuwa bernama Martin. Topik utama perdebatan ini muncul ketika saya mengajukan dua pertanyaan logis untuk menguji konsistensi doktrin Saksi Yehuwa yang menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan. Dua pertanyaan tersebut adalah: 1. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah pernah ada masa di mana Bapa bukan Bapa? 2. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah Dia termasuk dari “segala sesuatu” yang diciptakan melalui Dia? Butuh waktu berbulan-bulan bagi Martin untuk mencoba menjawab kedua pertanyaan ini. Saya sendiri menilai bahwa pertanyaan tersebut pada dasarnya sangat sulit dijawab oleh posisi Saksi Yehuwa, karena keduanya menyentuh konsekuensi logis langsung dari doktrin mereka sendiri. Pertanyaan pertama menyentuh masalah relasi kekal antara Bapa dan Anak. Jika benar Yesus hanyalah ciptaan pertama, maka secara logis harus ada suatu titik ketika Anak belum ada. Tetapi jika Anak belum ada, maka pada saat itu Allah belum dapat diseb...
Postingan terbaru

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK. 1.  KALAU YESUS ADALAH CIPTAAN, BERARTI PERNAH ADA MASA BAPA BELUM MENJADI BAPA? PERTANYAAN INTI “Kalau Yesus adalah ciptaan, berarti pernah ada masa Yesus belum ada, betul? Kalau begitu, apakah pernah ada masa Bapa belum menjadi Bapa?” Ini pertanyaan sangat bagus, tapi di lapangan harus dibuat sesederhana mungkin. JAWABAN JW YANG PALING MUNGKIN Jawaban #1 “Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.” Jawaban #2 “Itu terlalu pakai logika manusia.” Jawaban #3 “Yang penting Alkitab bilang Yesus Anak Allah.” Nah ini jauh lebih realistis daripada jawaban filsafat berat. HANTAM BALIK  Kalau JW jawab: “Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.” Kita balik hantam: “Berarti Bapa jadi Bapa karena ciptaan dong? Jadi identitas Bapa bergantung pada makhluk?” Lalu lanjut: “Saya tanya sederhana: Sebelum Anak ada, Bapa sudah Bapa atau belum?” Ini kuat banget. Karena dia akan kesulitan jawab lurus. Kalau dia jawab: “It...
INKARNASI DAN KESALAHPAHAMAN LOGIKA: MENJAWAB KRITIK TERHADAP KEILAHIAN KRISTUS  Dalam salah satu video, Pdt. Esra Soru menanggapi kritik dari seorang polemikus Islam mengenai doktrin inkarnasi. Ia berkata: “Jika Allah maha kuasa, mengapa Dia tidak bisa menjadi manusia? Allah kami bisa menjadi manusia tanpa meninggalkan natur ilahi-Nya, melainkan dengan menambahkan natur kemanusiaan.” Pernyataan ini kemudian disanggah oleh seorang Muslim dengan berbagai argumen yang tampaknya logis, bahwa jika Tuhan menjadi manusia, maka Ia harus kehilangan sifat-sifat ilahi-Nya, menjadi terbatas, bahkan “pensiun” dari keilahian-Nya. Sekilas argumen ini terdengar kuat. Namun jika kita uji secara logika dan terang Kitab Suci, kita akan melihat bahwa keberatan ini bukanlah pembuktian kontradiksi, melainkan dibangun di atas asumsi yang tidak dibuktikan dan kesalahpahaman terhadap doktrin inkarnasi. Sanggahan Dari Pihak Muslim Pak Esra percaya atau tidak bahwa Tuhan itu tidak setara dengan ciptaan-Nya?...

Siapa Yang Menghendaki Salib Kristus? Menguji Edis TV, Romo Alfons, Dan Pdt. Esra Soru Secara Alkitabiah

Siapa yang Menghendaki Salib Kristus? Menguji Edis TV, Romo Alfons, dan Pdt. Esra Soru Secara Alkitabiah Oleh : Dionisius Daniel  Saya baru saja menonton video terbaru dari Chanel YouTube Romo Alfons Kolo dengan Judul: Kematian Yesus Di Salib, Rencana Siapa? Debat Para Pendeta, Tanggapan Romo Alfons. Ajaran Gereja Katolik.  Yang   baru saja diupload hari ini (Saat artikel ini ditulis) Sabtu 04/04/2026. Pada moment paskah ini Romo Alfons kembali mengungkit kontrovesi penyaliban Yesus yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu, yang dipopulerkan oleh Edis TV.  Di video itu, selain menyebut Edis TV, Romo Alfons juga mentions nama Pdt Esra Alfred Soru. Romo  Alfons Kolo sembari memberikan  pandangan  resmi Gereja Katolik Roma terkait penyaliban ini , Ia juga mengkritisi Edis TV dan Esra Alfred Soru. Nah agar lebih fair, saya akan petakan tiga posisi ini, lalu uji satu persatu secara Alkitabiah, lalu mencoba melihat bahwa apakah kritikan Romo Alfons Kolo te...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

Yesus Kristus Adalah Allah Sejati Dan Manusia Sejati

YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI Salah satu serangan paling umum terhadap iman Kristen datang dari Saksi-Saksi Yehuwa dan Islam. Mereka sering mengutip ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Yesus lapar, haus, letih, berdoa, taat kepada Bapa, bahkan berkata bahwa Bapa lebih besar daripada diri-Nya. Dari sana mereka buru-buru menyimpulkan bahwa Yesus bukan Allah. Sekilas, argumen seperti ini terdengar meyakinkan. Namun jika diperiksa lebih dalam, masalahnya bukan pada kurangnya ayat, melainkan pada cara membaca ayat yang salah. Mereka membaca seluruh bagian Alkitab tentang Yesus seolah-olah Kristus hanya memiliki satu natur saja, padahal Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati sekaligus. Inilah titik yang sangat penting. Banyak ayat yang dipakai untuk “menyerang” Kekristenan justru hanya bisa dipahami dengan benar jika kita menerima doktrin inkarnasi bahwa Sang Firman yang kekal itu benar-benar telah menjadi manusia. Dasa...