Langsung ke konten utama

Postingan

DOKUMENTASI DEBAT DENGAN MARTIN JW PART 1

KUTIPAN ARGUMEN LENGKAP MARTIN SAKSI YEHUWA  VIA WHATSAPP TERTANGGAL  BATAM 13/06/2026 Selamat pagi Bung Dion, saya sdh baca semua komentar Saudara, tapi hanya akan menjawab bagian-bagian yg saya anggap sangat penting utk ditanggapi, selebih dari itu cuma ‘remah-remah roti’ yg berpotensi debat kusir yg tidak perlu. Saya mengawali dari dua proposisi yg Saudara minta utk saya pilih: DION MENULIS:  Jadi anda harus memilih salah satu di antara dua proposisi ini: 1. Apakah relasi Bapa–Anak itu kekal? Kalau relasi Bapa-Anak kekal, maka Anak tidak diciptakan. 2. Atau pernah tidak ada relasi sama sekali? Jika pernah tidak ada relasi sama sekali, maka anda sedang menjadikan Allah sebagai Allah yang bergantung pada sesuatu di luar diri-Nya. Karena Allah “baru menjadi Bapa” karena ada Anak ciptaan. Maka Pak Martin anda di sini sedang mendegradasi atau merendahkan kesempurnaan Allah. JAWABAN SAYA:  Bung Dion, dilema yg Bung ‘memaksa’ saya pilih sebenarnya adalah dikotomi palsu! ...
Postingan terbaru

DOKUMENTASI DEBAT DENGAN MARTIN SAKSI YEHUWA

Shalom Selamat Siang Bung Martin. Saya selalu berharap bahwa bung dan keluarga terkasih selalu dalam keadaan sehat dan baik. Oh ya, karena satu dan lain hal saya vakum beberapa saat dari diskusi kita. Dan mungkin juga ini akan menjadi chat saya yang terakhir via WhatsApp bersama bung Martin dalam memperdebatkan indentitas Kristus, sang Allah yang kekal (Dalam prespektif saya). Karena perbedaan antara saya dengan Bung Martin begitu fundamental dan mendasar.  Perbedaan kita bukan terletak pada doktrinal sekunder, seperti: Manakah cara membaptis yang benar? Apakah dengan dipercik atau diselam? Tapi perbedaan kita terletak pada doktrinal inti dari iman Kristen: Siapakah identitas Yesus menurut Alkitab? Allah yang kekal atau ciptaan? Allah Alkitab itu Tritunggal atau bukan? Dan lain sebagainya. Jadi saya merasa bahwa perdebatan ini tak akan ada habisnya karena bung sesungguhnya hanya membuka telinga, tapi sudah menutup hati dari kebenaran. Maka jika diteruskan, ini ibarat saya sedang me...

RENUNGAN KHOTBAH KOMSEL 19/06/2026

  SIAPA YANG MENJADI TUHAN DALAM HIDUPMU? Nats Kejadian 2:16-17; Kejadian 3:1-6 "Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya...'" Pendahuluan Shalom saudara-saudari. Malam ini saya ingin mengajak kita merenungkan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendasar. Mengapa Allah menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di Taman Eden? Bukankah kalau pohon itu tidak ada, Adam dan Hawa tidak akan jatuh ke dalam dosa? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita membaca kitab Kejadian. Namun semakin kita memikirkan kisah ini, kita akan menemukan bahwa inti persoalannya bukanlah pohon itu. Bukan buahnya. Bukan taman Eden. Masalah yang sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang masih relevan sampai hari ini: Siapa yang berhak menentukan apa yang benar dan apa yang salah? Allah?...
Artikel ini adalah dokumentasi perdebatan antara saya dengan seorang Saksi Yehuwa bernama Martin. Topik utama perdebatan ini muncul ketika saya mengajukan dua pertanyaan logis untuk menguji konsistensi doktrin Saksi Yehuwa yang menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan. Dua pertanyaan tersebut adalah: 1. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah pernah ada masa di mana Bapa bukan Bapa? 2. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah Dia termasuk dari “segala sesuatu” yang diciptakan melalui Dia? Butuh waktu berbulan-bulan bagi Martin untuk mencoba menjawab kedua pertanyaan ini. Saya sendiri menilai bahwa pertanyaan tersebut pada dasarnya sangat sulit dijawab oleh posisi Saksi Yehuwa, karena keduanya menyentuh konsekuensi logis langsung dari doktrin mereka sendiri. Pertanyaan pertama menyentuh masalah relasi kekal antara Bapa dan Anak. Jika benar Yesus hanyalah ciptaan pertama, maka secara logis harus ada suatu titik ketika Anak belum ada. Tetapi jika Anak belum ada, maka pada saat itu Allah belum dapat diseb...