Shalom Selamat Siang Bung Martin. Saya selalu berharap bahwa bung dan keluarga terkasih selalu dalam keadaan sehat dan baik. Oh ya, karena satu dan lain hal saya vakum beberapa saat dari diskusi kita. Dan mungkin juga ini akan menjadi chat saya yang terakhir via WhatsApp bersama bung Martin dalam memperdebatkan indentitas Kristus, sang Allah yang kekal (Dalam prespektif saya). Karena perbedaan antara saya dengan Bung Martin begitu fundamental dan mendasar. Perbedaan kita bukan terletak pada doktrinal sekunder, seperti: Manakah cara membaptis yang benar? Apakah dengan dipercik atau diselam? Tapi perbedaan kita terletak pada doktrinal inti dari iman Kristen: Siapakah identitas Yesus menurut Alkitab? Allah yang kekal atau ciptaan? Allah Alkitab itu Tritunggal atau bukan? Dan lain sebagainya. Jadi saya merasa bahwa perdebatan ini tak akan ada habisnya karena bung sesungguhnya hanya membuka telinga, tapi sudah menutup hati dari kebenaran. Maka jika diteruskan, ini ibarat saya sedang me...
SIAPA YANG MENJADI TUHAN DALAM HIDUPMU? Nats Kejadian 2:16-17; Kejadian 3:1-6 "Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya...'" Pendahuluan Shalom saudara-saudari. Malam ini saya ingin mengajak kita merenungkan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendasar. Mengapa Allah menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di Taman Eden? Bukankah kalau pohon itu tidak ada, Adam dan Hawa tidak akan jatuh ke dalam dosa? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita membaca kitab Kejadian. Namun semakin kita memikirkan kisah ini, kita akan menemukan bahwa inti persoalannya bukanlah pohon itu. Bukan buahnya. Bukan taman Eden. Masalah yang sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang masih relevan sampai hari ini: Siapa yang berhak menentukan apa yang benar dan apa yang salah? Allah?...