ETERNAL PROCCESION OF THE HOLY SPIRIT
Oleh : Dionisius Daniel
Di artikel sebelumnya saya menulis tentang Eternal Generation Of The Son. Sebagai respon terhadap argumen JW (Jehovah Witness) yang menganggap bahwa Bapa pasti lebih tua dari anak, atau dengan kata lain, lebih dahulu ada daripada Sang Anak, sehingga konsekuensi logisnya adalah Anak tidak sama kekal dengan Bapa, dengan demikian Anak bukan Allah sejati. Atau hanya sekedar allah minor. Artikelnya bisa dibaca di sini.
Eternal Generation Of The Son berhasil mematahkan argumen JW, bahwa sebagaimana Allah Bapa adalah kekal, maka Allah Anak, sang Firman yang hidup yang selalu bersama-sama dengan Bapa, yang tidak pernah ada masa dimana Dia tidak bersama Bapa, pasti juga memiliki sifat yang kekal. Tapi kalau kita berbicara tentang doktrin Tritunggal, maka ada satu pribadi lagi yang tidak boleh luput dari perhatian kita yaitu pribadi ketiga Allah Roh Kudus.
Jika Eternal Generation berbicara tentang asal relasional antara Anak dengan Bapa, dimana Anak diperanakkan secara kekal oleh Bapa. Maka muncul pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan Roh Kudus? Darimana Roh Kudus berasal?
Asal-usul Roh Kudus
Kalau kita berbicara tentang asal-usul Roh Kudus dalam hubungan-Nya dengan Tritunggal, maka, mau tidak mau kita akan sampai ke dua ekstrim ini. Versi barat (Filiquoe) atau versi timur. Dalam versi barat Roh Kudus berasal dari Bapa maupun Anak. Sedangkan dari versi Timur, Roh Kudus hanya berasal dari Bapa. Keduanya meng-klaim punya dasar biblikal yang kuat. Tapi sebelum kita masuk ke argumentasi mereka. Ada satu titik temu dari versi Barat dan Timur ini yang sama-sama sepakat bahwa Roh Kudus ini "keluar dari Bapa" dan bukan diperanakkan oleh Bapa.
Yohanes 15:26 (TB) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Mengapa Roh Kudus dikatakan keluar dari Bapa dan bukan diperanakkan oleh Bapa? Jawabannya adalah:
Pertama, Alkitab memang bersaksi demikian. Yoh 15:26 yang dikutip di atas berkata bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa. Sedangkan untuk Anak, tidak menggunakan kata "keluar" tapi "diperanakkan".
Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Kedua, Ini menyangkut identitas sang Anak dan Roh Kudus. Kendati memiliki dan berbagian dalam satu natur yang sama, distingsi pribadi tetap harus ditekankan, kalau tidak, kita bisa menganggap bahwa Allah Bapa mempunyai dua Anak dan Roh Kudus adalah anak kedua, dengan demikian kita semeja dengan para bidat.
Lalu tentang aspek kekekalan. Jika Eternal Generation sang Anak, dimana Anak kekal karena diperanakan secara kekal oleh Bapa bukan diperanakkan dalam waktu. Maka, Roh Kudus juga kekal karena berasal dari Bapa. Roh Kudus Processing Of The Father And Son. Sebagaimana Anak dan Bapa kekal, maka Roh Kudus pasti kekal.
Polemik Filiquoe
Sebagaimana sudah saya singgung di atas, bahwa versi Barat dan Timur berbeda di titik ini. Perbedaan yang berakhir dengan Skisma besar pertama tahun 1054. Bagi gereja Timur Roh Kudus berasal dari Bapa saja. Ayat terkenal yang dikutip adalah Yohanes 15;26. Jadi gereja rm
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar