Artikel ini adalah dokumentasi perdebatan antara saya dengan seorang Saksi Yehuwa bernama Martin. Topik utama perdebatan ini muncul ketika saya mengajukan dua pertanyaan logis untuk menguji konsistensi doktrin Saksi Yehuwa yang menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan. Dua pertanyaan tersebut adalah: 1. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah pernah ada masa di mana Bapa bukan Bapa? 2. Jika Yesus adalah ciptaan, apakah Dia termasuk dari “segala sesuatu” yang diciptakan melalui Dia? Butuh waktu berbulan-bulan bagi Martin untuk mencoba menjawab kedua pertanyaan ini. Saya sendiri menilai bahwa pertanyaan tersebut pada dasarnya sangat sulit dijawab oleh posisi Saksi Yehuwa, karena keduanya menyentuh konsekuensi logis langsung dari doktrin mereka sendiri. Pertanyaan pertama menyentuh masalah relasi kekal antara Bapa dan Anak. Jika benar Yesus hanyalah ciptaan pertama, maka secara logis harus ada suatu titik ketika Anak belum ada. Tetapi jika Anak belum ada, maka pada saat itu Allah belum dapat diseb...
Menulis bukan sekadar membagikan gagasan, tapi untuk memastikan bahwa suara kita tidak mati bersama jasad. Menulis adalah nafas yang abadi. Meski raga kita telah diam membisu, pikiran kita tetap bisa bersuara lewat kata.