Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali Lukas 3:22 (TB) dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Kutipan firman Tuhan diatas cukup familiar bagi orang Kristen. Ini adalah suatu peristiwa yang menakjubkan yang tercatat dalam Injil, dan merupakan suatu moment yang langka dimana ke 3 pribadi dari Trinitas hadir secara bersamaan. Ke 4 Penulis Injil ini berlomba-lomba dan seolah-olah mereka tak mau ketinggalan menulis peristiwa teologis ini (Mat 3:13-17; Mark 1:9-11; Luk 3:21-22; Yoh 1:32-34). Sejauh pengamatan saya saat membicarakan tentang ketiga pribadi dari Trinitas ini, orang-orang cenderung mengabaikan pribadi ketiga atau Roh Kudus. Biasanya yang ditonjolkan adalah pribadi kedua, sang Anak dalam karya penebusan, atau pribadi pertama sang Bapa dalam karya penciptaan. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa dengan posisinya ditempat ketiga seolah-ola...
Menulis bukan sekadar membagikan gagasan, tapi untuk memastikan bahwa suara kita tidak mati bersama jasad. Menulis adalah nafas yang abadi. Meski raga kita telah diam membisu, pikiran kita tetap bisa bersuara lewat kata.