ETERNAL GENERATION OF THE SON
![]() |
| Ilustrasi Eternal Generation Of The Son |
Dalam mempertahankan tesis mereka bahwa Yesus lebih rendah dari Bapa. Saksi Yehuwa sering berkata bahwa:
“Kalau Yesus adalah Anak, itu berarti Bapa ada lebih dulu kan?. Dengan demikian Anak pasti lebih muda dari Bapa, maka kesimpulannya Anak tidak sama kekal dengan Bapa.”
Nah statement dari JW ini masuk akal kalau kita bicara tentang makhluk dalam waktu. Tapi di sini kita sedang berbicara tentang Allah yang kekal yang tidak terbatas oleh ruang dan tidak terikat oleh waktu.
Sehingga saya melihat bahwa ada beberapa kesalahan mendasar dalam tafsiran JW ini. yang pertama adalah:
Menganggap Allah ada dalam waktu
Allah tidak hidup di dalam waktu seperti kita.
Mazmur 90:2
Allah ada “dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.”
Kalau Allah itu kekal, itu artinya tidak ada masa “sebelum” dan “sesudah” dalam diri Allah. Tidak ada momen di mana Bapa sendirian tanpa Anak.
Jadi apa itu “Eternal Generation”?
Secara sederhana, Eternal Generation bisa dipahami sebagai doktrin yang percaya bahwa Anak berasal dari Bapa, tetapi bukan dalam waktu, bukan diciptakan, bukan dimulai. Tetapi Dia secara kekal berasal dari Bapa.
Nah kata “generation” di sini bukan dalam pengertian biologis. Kata ini artinya: Relasi asal (origin of personhood). Bukan asal keberadaan (origin of essence)
Analogi sederhana (tidak sempurna, tapi membantu)
Matahari dan Cahaya
Matahari menghasilkan cahaya. Pertanyaan adalah: apakah matahari pernah ada tanpa cahayanya? Jawabannya: Tidak.
Selama ada matahari, cahaya pasti ada. Cahaya berasal dari matahari. Ia bukan ciptaan terpisah. Sehakikat dengan matahari (sama-sama terang)
Nah itu gambaran sederhana dari Bapa sebagai sumber, Anak berasal dari Bapa, tapi diperanakkan secara kekal. Keduanya sama kekal dan sehakikat.
Dasar Alkitabnya
Nah sekarang kita masuk dasar Alkitabnya:
Yohanes 1:1
“Pada mulanya adalah Firman” Bukan pada mulanya Firman mulai ada, tapi Firman memang sudah ada
Yohanes 1:18
“Anak Tunggal Allah”
Kata Yunani yang digunakan di sini adalah μονογενής (monogenēs). Bukan berarti “diciptakan satu-satunya”. Tapi lebih tepat: “unique”
Yohanes 5:26
“Sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
Poin ini penting. Anak memiliki aseitas (hidup dalam diri-Nya sendiri). Makhluk ciptaan tidak punya ini.
Intinya secara teologis. Dalam Tritunggal, Bapa tidak berasal dari siapa pun. Anak berasal dari Bapa, dan Roh Kudus keluar dari Bapa (dan Anak dalam teologi Barat)
Tapi. Semua kekal. Semua satu hakikat (homoousios)
Tidak pernah ada “Bapa tanpa Anak”.
Kalau pernah ada saat dimana Bapa tanpa Anak, maka konsekuensi logisnya adalah:
Allah berubah.
Allah tidak selalu Bapa
Allah tidak kekal sebagai Bapa
Dan tentu saja itu sesat.
Reductio Ad Absurdum kepada JW
Argumen JW bahwa “Bapa ada lebih dulu dari Anak.” maka konsekuensi logisnya yang tidak bisa dihindari adalah, pernah ada masa dimana Allah bukan Bapa, Lalu kemudian menjadi Bapa, berarti Allah berubah. Padahal Allah tidak berubah (Maleakhi 3:6).

Komentar
Posting Komentar