Langsung ke konten utama

YESUS ALLAH & MANUSIA SEKALIGUS

YESUS ALLAH & MANUSIA SEKALIGUS 


1. Kitab Yesaya 9:5 (9:6)

“Seorang anak telah lahir… seorang putra telah diberikan… namanya: Allah yang perkasa…”

Penjelasan:

“anak lahir”. Ini jelas natur manusia (lahir dalam waktu). Tapi di sini juga dikatakan “Allah yang perkasa”. Ini adalah gelar ilahi yang tidak mungkin diberikan ke makhluk. Ini nubuatan 700 tahun sebelum inkarnasi bahwa Mesias  yang akan dilahirkan adalah Allah dan manusia.

“Bagaimana mungkin seorang ‘anak lahir’ disebut ‘Allah yang perkasa’ kalau bukan dua natur?”

2. Kitab Mikha 5:1 (5:2)

Dari Betlehem… akan bangkit seorang… yang permulaannya sejak purbakala”

Penjelasan:

Betlehem adalah lokasi historis (manusia nyata). “sejak purbakala” (dari kekekalan) adalah atribut ilahi.

Di sini digambarkan bahwa Dia lahir dalam sejarah. Tapi Dia juga sudah eksis sebelum sejarah. Ini tidak mungkin kecuali Dia ini ilahi.

3. Injil Yohanes 1:1 & 1:14

Firman itu adalah Allah… Firman itu menjadi manusia”

Penjelasan:

Ayat 1 berbicara tentang natur ilahi

Ayat 14 berbicara tentang natur manusia

Jadi poin penting di sini yang harus kita pahami kata “menjadi” (incarnation) itu bukan berubah jadi makhluk, bukan berarti Dia kehilangan ke-AllahanNya atau berhenti menjadi Allah. Tapi "menjadi" di sini artinya Dia mengambil natur kemanusiaan.

Ini dasar kuat bagi doktrin Inkarnasi

4. Surat Roma 9:5

“Kristus menurut daging… yang adalah Allah di atas segala sesuatu”

Penjelasannya:

“menurut daging” itu berbicara tentang manusia (garis keturunan Israel). “Allah di atas segala sesuatu” menunjukkan supremasi ilahiNya. Di sini satu kalimat, tapi dua natur dinyatakan secara eksplisit

5. Surat Filipi 2:6–7

Dalam rupa Allah… mengosongkan diri… menjadi manusia”

Penjelasan:

rupa Allah (μορφή θεοῦ) artinya esensi ilahi.  Dan mengosongkan diri itu bukan berarti Dia kehilangan keilahian, tapi Dia merendahkan diriNya menjadi manusia yang dalam term teologi kita kenal dengan inkarnasi

Jadi poin penting di sini adalah: Dia tidak berhenti jadi Allah, tapi Dia menambahkan natur manusiaNya.

6. Surat Kolose 2:9

“Dalam Dialah berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan secara jasmaniah

Penjelasan:

“kepenuhan ke-Allahan” artinya totalitas ilahi. Sedangkan “jasmaniah”  artinya tubuh fisik manusia. Ini artinya Allah sepenuhnya hadir dalam tubuh manusia. Jadi bukan campuran ½ Allah dan ½ manusia. Tapi 100% Allah dan 100% manusia.

7. Surat Galatia 4:4

“Allah mengutus Anak-Nya, lahir dari perempuan”

Penjelasan:

“Anak-Nya” ini artinya relasi ilahi (pre-existence) antara Bapa dan Anak. Sedangkan “lahir dari perempuan”  berbicara tentang manusia sejati.  Jadi di sini ada dua fase: pertama, Dia sudah ada sebelum lahir.  Kedua, lalu Dia masuk ke dunia dalam natur manusia-Nya.

8. 1 Timotius 3:16

“Dia yang menyatakan diri dalam rupa manusia”

Penjelasan:

SubjekNya adalah yang ilahi. Lalu yang ilahi ini “menyatakan diri” dalam manusia. Ini bukan manusia jadi Tuhan. Tapi Tuhan menyatakan diri sebagai manusia

9. Surat Ibrani 2:14

“Ia juga menjadi sama dengan mereka, mendapat bagian dalam darah dan daging”

Penjelasan:

Konteks nats ini berbicara  bahwa Dia Anak Allah lalu mengambil natur manusia.

10. Injil Yohanes 20:28

“Ya Tuhanku dan Allahku!”

Penjelasan:

Di sini Tomas melihat Yesus secara fisik sebagai manusia. Tapi Thomas lalu Menyebut Dia Allah. Dan Yesus tidak menolak, malah mengkonfirmasi pengakuan Thomas itu sebagai kepercayaan.

Jadi kesimpulan teologisnya adalah  semua ayat ini konsisten dengan:  Hypostatic Union yaitu satu Pribadi Yesus Kristus dengan dua natur: Allah sejati dan  manusia sejati. Tidak bercampur dan tidak terpisah.

Bonus strategi apologetika menghadapi lawan yang menolak keilahian Yesus 

Kalau lawan bilang: Yesus cuma manusia” jangan jawab satu ayat saja. Tapi pakai pola ini:

“Kalau hanya manusia, kenapa dalam ayat yang sama Dia lahir (manusia), tapi dia juga disebut Allah / kekal / disembah?”

Paksa mereka untuk tidak bisa pilih salah satu. Harus hadapi dua natur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...

Obrolan Serius: Membongkar Kekeliruan Tritunggal yang Sering Diabaikan

Oleh : Dionisius Daniel   Kali ini saya kembali membagikan diskusi singkat saya dengan seseorang di Facebook yang diduga adalah fans atau pendukung fanatik dari Elia Myron.  Saya memang belakangan ini sedang menulis artikel mengkritisi ajaran Tritunggal Elia Myron, yang menurut saya telah menyimpang dan tanpa sadar "nyemplung" ke bidat-bidat yang sudah ditolak oleh para Bapa-Bapa Gereja kita. Seperti Sabelianisme atau Subordinasisme ala Unitarian. Sebenarnya diskusi/perdebatan ini berawal dari postingan foto Pdt Esra Soru di Facebook, tertanggal, Minggu 18/05/2025. Di foto itu tampak Pdt Esra sedang bersama Elia Myron. (fotonya saya jadikan wallpaper artikel ini) Saya lalu spontan berkomentar: "Pak Esra tolong ajari Elia Myron itu agar mengajar Tritunggal dengan benar, soalnya ajaran Tritunggal dan konsep keselamatannya telah menyesatkan banyak orang". Alhasil tak butuh waktu lama, komentar saya langsung ditanggapi oleh pengguna facebook lain yang diduga adalah fans...