Langsung ke konten utama

TEOLOGI PROPER PART 1

Teologi Proper : Eksistensi Allah


Oleh : [Dionisius Daniel Goli Sali]

---

1. Mengapa Saya Percaya bahwa Allah Itu Ada?

a. Karena Alkitab menyatakan bahwa Allah itu ada.

Sebagai seorang Kristen yang berpegang pada prinsip Sola Scriptura, saya menjadikan Alkitab sebagai sumber utama dan otoritatif dalam segala hal, termasuk dalam memahami eksistensi Allah. Alkitab tidak mencoba membuktikan keberadaan Allah—Alkitab menyatakan Allah dengan tegas, dari kalimat pertama:

> "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)

Ini bukan sekadar informasi, tapi pernyataan iman yang menjadi dasar segala pengetahuan. Saya tidak menempatkan akal saya sebagai hakim atas kebenaran, tapi tunduk kepada Allah yang menyatakan diri-Nya dalam firman-Nya.

b. Karena secara logis, tidak mungkin alam semesta ini muncul begitu saja tanpa penyebab.

Segala sesuatu yang ada pasti memiliki penyebab. Alam semesta ini kompleks, teratur, dan penuh hukum—tidak mungkin muncul begitu saja dari ketiadaan. Prinsip ini dikenal dalam filsafat sebagai ex nihilo nihil fit — dari ketiadaan, tidak mungkin muncul sesuatu.

Dengan kata lain: eksistensi realitas ini menuntut adanya Penyebab Pertama yang tidak disebabkan oleh apa pun. Tapi tanpa Alkitab, kita tidak bisa mengenal siapa Penyebab itu sebenarnya. Maka dasar filosofis ini hanya memperkuat, tapi tidak pernah menggantikan wahyu khusus.

---

2. Apa Argumen Terkuat untuk Eksistensi Allah?

Saya menghargai berbagai argumen klasik untuk eksistensi Allah—seperti argumen kosmologis, teologis, moral, dan lain-lain. Tapi semuanya hanya bisa membawa kita pada gambaran umum tentang “sebuah Tuhan”.

> Argumen-argumen itu tidak bisa membawa kita kepada Allah Tritunggal yang sejati, sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab.

Karena itu, saya meyakini bahwa:

> Argumen terkuat bagi eksistensi Allah adalah Alkitab itu sendiri.

Meskipun ini dianggap sebagai “circular reasoning” oleh banyak orang, saya percaya bahwa semua sistem pemikiran pasti memiliki presuposisi. Dan sebagai orang percaya, presuposisi saya adalah: Alkitab adalah firman Allah, dan oleh karena itu, saya percaya kepada Allah yang dinyatakannya.

---

3. Jika Seseorang Berkata: ‘Saya Percaya Tuhan, Tapi Tidak Percaya Alkitab’?

Saya akan bertanya balik:

> Tuhan yang mana?

Di dunia ini ada banyak konsep tentang Tuhan:

Ada yang impersonal

Ada yang hanya sekadar kekuatan

Ada yang moralitas tinggi

Ada yang diam dan tidak peduli

Ada pula yang bersifat mistik atau mitologis

Tapi hanya Alkitab yang menyatakan Tuhan yang hidup, kudus, kasih, berdaulat, dan menyelamatkan. Tanpa Alkitab, semua klaim tentang Tuhan adalah spekulasi manusia.

> Percaya kepada "Tuhan" tanpa Alkitab adalah seperti percaya kepada bayangan tanpa tubuh.

Sebagai seorang Calvinist, saya percaya bahwa tanpa wahyu khusus, tidak ada pengenalan yang benar dan menyelamatkan akan Allah.

---

Refleksi Akhir

Allah tidak hanya ada, tetapi Ia telah menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya. Kita tidak datang kepada-Nya dengan akal sebagai hakim, tetapi dengan hati yang tunduk pada kebenaran-Nya. Inilah pengharapan kita—bukan pada kekuatan argumen manusia, tapi pada kuasa Firman Allah yang hidup. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...