Langsung ke konten utama

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK

SIMULASI SKENARIO DEBAT DENGAN JW DENGAN TIGA PERTANYAAN YANG MENOHOK.



1. KALAU YESUS ADALAH CIPTAAN, BERARTI PERNAH ADA MASA BAPA BELUM MENJADI BAPA?

PERTANYAAN INTI

“Kalau Yesus adalah ciptaan, berarti pernah ada masa Yesus belum ada, betul?

Kalau begitu, apakah pernah ada masa Bapa belum menjadi Bapa?”

Ini pertanyaan sangat bagus, tapi di lapangan harus dibuat sesederhana mungkin.

JAWABAN JW YANG PALING MUNGKIN

Jawaban #1

“Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.”

Jawaban #2

“Itu terlalu pakai logika manusia.”

Jawaban #3

“Yang penting Alkitab bilang Yesus Anak Allah.”

Nah ini jauh lebih realistis daripada jawaban filsafat berat.

HANTAM BALIK 

Kalau JW jawab:

“Bapa tetap Bapa karena Dia yang menciptakan.”

Kita balik hantam:

“Berarti Bapa jadi Bapa karena ciptaan dong?

Jadi identitas Bapa bergantung pada makhluk?”

Lalu lanjut:

“Saya tanya sederhana:

Sebelum Anak ada, Bapa sudah Bapa atau belum?”

Ini kuat banget.

Karena dia akan kesulitan jawab lurus.

Kalau dia jawab:

“Itu terlalu pakai logika manusia.”

Kita jawab:

“Bukan logika manusia Pak. Tapi ini konsekuensi dari ajaran Bapak sendiri.”

Lalu tambah:

“Kalau Bapak bilang Yesus pernah belum ada, saya cuma tanya:

sebelum Anak ada, Bapa sudah Bapa atau belum?”

Ini penting:

jangan biarkan dia kabur dengan anti logika.

Kalau dia jawab:

“Yang penting Alkitab bilang Yesus Anak Allah.”

Kita jawab:

“Justru karena Dia Anak Allah, saya tanya:

apakah Bapa pernah belum menjadi Bapa?”

Lalu tekan:

“Kalau pernah belum Bapa, berarti ada perubahan dalam Allah.”

KALIMAT PENUTUP KALAU MEREKA NGELES

Kalau dia muter-muter, bilang:

“Pak, saya tidak tanya panjang.

Saya cuma tanya:

sebelum Anak ada, Bapa sudah Bapa atau belum?”

Kalau dia tetap muter:

“Kalau pertanyaan sesederhana ini tidak bisa dijawab, berarti ada masalah di doktrin itu.”

Ini sangat bagus buat mengunci

2. KALAU YESUS CIPTAAN, APAKAH DIA TERMASUK ‘SEGALA SESUATU’ YANG DICIPTAKAN?

Ini menurutku salah satu yang paling mematikan dan paling gampang dipakai di lapangan.

PERTANYAAN INTI

“Di Injil Yohanes 1:3 dan Kolose 1:16–17 dikatakan segala sesuatu dijadikan oleh Yesus.

Jadi saya tanya: Apakah Yesus termasuk ‘segala sesuatu’ itu atau tidak?”

Ini pertanyaan jebakan yang sangat bagus. Karena cuma ada dua jalan, dan dua-duanya jelek buat mereka.

JAWABAN JW YANG PALING MUNGKIN

Jawaban #1

“Tidak, Yesus diciptakan dulu, lalu dipakai Yehova untuk menciptakan yang lain.”

Jawaban #2

“Maksudnya segala sesuatu lain.”

Jawaban #3

“Yesus itu alat, bukan Pencipta utama.”

Ini tiga jawaban yang sangat realistis buat JW lapangan.

HANTAM BALIK 

Kalau dia jawab:

“Yesus diciptakan dulu, lalu dipakai Yehova untuk menciptakan yang lain.”

Kita jawab:

“Di ayatnya ada kata ‘yang lain’ atau itu tambahan dari ajaran JW?”

Nah ini tajam banget.

Lalu tambah:

“Teksnya bilang ‘segala sesuatu’, bukan ‘segala sesuatu selain Yesus’.”

Itu sudah cukup.

Kalau dia jawab:

“Maksudnya segala sesuatu lain.”

Kamu jawab:

“Mana kata ‘lain’nya di teks?”

Lalu tekan:

“Kalau harus tambah kata supaya doktrinnya selamat, berarti doktrinnya yang salah, bukan ayatnya.”

Ini telak dan gampang dipahami.

Kalau dia jawab:

“Yesus itu alat, bukan Pencipta utama.”

Kamu jawab:

“Saya bukan tanya alat atau bukan.

Saya tanya: Yesus termasuk ciptaan atau tidak?”

Lalu:

“Kalau termasuk, berarti Dia menciptakan diri-Nya sendiri.

Kalau tidak, berarti Dia bukan ciptaan.”

Ini sangat kuat karena kita tidak biarkan dia ganti topik.

KALIMAT PENUTUP KALAU DIA NGELES 

Kalau dia mulai muter ke Kolose 1:15 atau ayat lain, bilang:

“Pak, kita belum pindah.

Saya cuma tanya satu hal:

Yesus termasuk ‘segala sesuatu’ itu atau tidak?”

Kalau dia masih muter:

“Kalau tidak bisa jawab ya atau tidak, berarti ajaran itu macet di logika dasarnya.”

Ini kalimat yang sangat berguna di lapangan.

3. KALAU YESUS CIPTAAN, KENAPA DIA MEMAKAI GELAR ILAHI DI WAHYU?

Nah ini juga kuat, tapi untuk JW kita harus buat lebih simpel.

Karena kalau terlalu teknis soal pembicara ayat, mereka bisa muter.

Jadi kita pakai jalur yang lebih gampang dan lebih telak:

Fokus ke Kitab Wahyu 1:17–18, bukan terlalu berat di 1:8 dulu.

Kenapa?

Karena di 1:17–18 jelas Yesus, sebab Dia berkata:

“Aku telah mati…”

Dan Bapa tidak pernah mati.

Jadi ini lebih aman buat lapangan.

PERTANYAAN INTI

Tanya begini:

“Kalau Yesus cuma ciptaan, kenapa di Wahyu 1:17–18 Dia berkata:

‘Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir...Aku telah mati’?

Itu kan gelar ilahi.”

Ini lebih aman daripada langsung bergantung penuh pada 1:8.

Kalau mau, kamu tetap bisa sambung 1:8 sebagai bonus.

JAWABAN JW YANG PALING MUNGKIN

Jawaban #1

“Itu bukan berarti Yesus Allah.”

Jawaban #2

“Itu cuma gelar kehormatan.”

Jawaban #3

“Artinya dia awal dari ciptaan baru.”

Ini realistis banget.

HANTAM BALIK 

Kalau dia jawab:

“Itu bukan berarti Yesus Allah.”

Kita jawab:

“Kalau begitu, kenapa Yesus memakai gelar yang dipakai Allah sendiri?”

Lalu tambah:

“Makhluk ciptaan tidak bicara tentang dirinya seperti itu.”

Singkat dan tepat.

Kalau dia jawab:

“Itu cuma gelar kehormatan.”

Kita jawab:

“Kalau makhluk ciptaan boleh pakai gelar absolut milik Allah, berarti batas antara Allah dan ciptaan jadi kabur dong?”

Lalu:

“Apakah malaikat juga boleh pakai gelar itu?”

Ini jebakan bagus.

Karena tentu mereka tidak berani bilang malaikat boleh.

Kalau dia jawab:

“Itu artinya awal dari ciptaan baru.”

Kita jawab:

“Di ayatnya ada kata ‘ciptaan baru’ atau itu tambahan tafsir Bapak?”

Nah ini sangat penting.

Karena lagi-lagi mereka sering menambahkan arti yang tidak ada di teks.

Lalu tambah:

“Teksnya absolut: ‘Yang Awal dan Yang Akhir.’

Itu bukan bahasa makhluk biasa.”

KALIMAT PENUTUP KALAU DIA NGELES 

Kalau dia kabur ke:

“Tapi Bapa lebih besar…”

Jawab dia:

“Kita belum ke situ Pak 

Saya cuma tanya:

kenapa Yesus memakai gelar ilahi?”

Kalau dia tetap muter:

“Kalau Yesus cuma ciptaan, bahasa seperti ini terlalu tinggi untuk sekadar makhluk.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

SABELIUS BAPAK PARA BIDAT ONENESS PENTECOSTALISM

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali PENDAHULUAN  Siapakah Sabelius? Pertanyaan ini mungkin juga mewakili pertanyaan dari beberapa teman pembaca yang lain, yang belum mengenal tokoh ini. Saya sebelumnya juga kurang familiar dengan nama ini. Nama ini kembali muncul di permukaan dan viral, setelah seorang Pendeta yang bernama Joshua Tewuh mengajarkan pandangan sesat sabelianisme yang bertolak belakang dengan doktrin fundamental dalam iman Kristen, yaitu Doktrin Tritunggal. Sayangnya, walaupun getol mempromosikan pandangan dari Sabelius ini, si Joshua Tewuh sendiri mengaku tidak mengenal tokoh ini. Hal ini membuat orang-orang mempertanyakan gelar DBS yang disandangnya. Gelar DBS juga menurut sebagian akademisi, gelar ini agak janggal dan tidak biasa di Indonesia. Tapi, ya that's ok, pada artikel kali ini saya tidak ada niat untuk membahas tentang Si Joshua Tewuh dan gelar anehnya itu. Tapi saya akan fokus untuk mengekspos sosok dari Sabelius ini. 1. LATAR BELAKANG SABELIUS Ha...