Langsung ke konten utama

Siapa Yang Menghendaki Salib Kristus? Menguji Edis TV, Romo Alfons, Dan Pdt. Esra Soru Secara Alkitabiah

Siapa yang Menghendaki Salib Kristus? Menguji Edis TV, Romo Alfons, dan Pdt. Esra Soru Secara Alkitabiah


Oleh : Dionisius Daniel 

Saya baru saja menonton video terbaru dari Chanel YouTube Romo Alfons Kolo dengan Judul: Kematian Yesus Di Salib, Rencana Siapa? Debat Para Pendeta, Tanggapan Romo Alfons. Ajaran Gereja Katolik. Yang baru saja diupload hari ini (Saat artikel ini ditulis) Sabtu 04/04/2026.

Pada moment paskah ini Romo Alfons kembali mengungkit kontrovesi penyaliban Yesus yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu, yang dipopulerkan oleh Edis TV. Di video itu, selain menyebut Edis TV, Romo Alfons juga mentions nama Pdt Esra Alfred Soru. Romo Alfons Kolo sembari memberikan pandangan  resmi Gereja Katolik Roma terkait penyaliban ini , Ia juga mengkritisi Edis TV dan Esra Alfred Soru.

Nah agar lebih fair, saya akan petakan tiga posisi ini, lalu uji satu persatu secara Alkitabiah, lalu mencoba melihat bahwa apakah kritikan Romo Alfons Kolo terhadap Pdt Esra Soru itu tepat sasaran, atau malah bergeser dari posisi Pak Esra, atau dengan kata lain Romo Alfons sedang melakukan strawman fallacy.

Posisi Edis TV.

Menurut Edis salib bukan kehendak Bapa di surga tapi kehendak Iblis. Argumen Edis adalah jika salib adalah kehendak Bapa, seharusnya Bapa di surga memberikan penghargaan atau bintang tanda jasa kepada Iblis dan orang-orang yang telah menyalibkan Yesus itu, karena telah melakukan kehendak Bapa di Surga.

Edis lalu mengutip perumpamaan Yesus tentang penggarapan kebun anggur (Matius 21:33–46, Markus 12:1–12, Lukas 20:9–19). Menurut Edis Allah Bapa (pemilik kebun anggur itu) sejak semua tidak pernah merencanakan kematian Yesus. Ia mengutus anakNya dengan tujuan agar dihormati oleh penggarap-penggarap kebun anggur itu, tapi penggarap-penggarap itu malah membunuh anakNya. Jadi penyaliban Yesus bukanlah rencana Bapa melainkan rencana Iblis yang memakai tangan dari orang-orang jahat.

Masalah Teologis Dari Pandangan Edis 

Jika kita menerima pandangan Edis ini maka ini akan membenturkan kita dengan banyak data di Alkitab bahwa sejak semula penyaliban dan penebusan memang ada dalam rencana Allah. Rencana Allah sejak kapan? Apakah sejak manusia jatuh dalam dosa? Bukan!, melainkan sejak sebelum dunia dijadikan atau dengan kata lain sejak dari kekekalan. Sebab sejak kekekalan Tuhan telah menentukan Yesus sebagai korban penebus salah (Juru Selamat)

Kisah Para Rasul 4:27-28 (TB) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,

untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 

Yesaya 53:10 (TB) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. 

Kisah Para Rasul 2:23 (TB) Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 

1 Petrus 1:20 (TB) Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi — karena kamu — Ia baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Jadi menurut ayat-ayat ini penyaliban Yesus adalah rencana Allah. Dengan demikian pandangan Edis TV ini gugur karena tidak mendapatkan sokongan dari Alkitab.

Posisi Romo Alfons/Gereja Khatolik

Romo Alfons dalam hal ini mewakili pandangan resmi dari gereja Khatolik. Berpandangan bahwa, kematian Yesus di salib adalah bagian dari rencana Allah, namun dilaksanakan melalui kebebasan manusia yang berdosa dan dorongan kejahatan termasuk iblis. Artinya salib adalah rencana Allah, tapi bukan berarti Allah menghendaki kejahatan itu sendiri. Romo Alfons mengutip Kisah Para Rasul 3:23

Kisah Para Rasul 2:23 (TB) Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Jadi menurut Romo Alfons penyaliban adalah rencana Allah, yang berjalan bersamaan dengan tindakan jahat manusia. Keduanya berjalannya bersama namun tidak setara. Romo Alfons juga merujuk kepada Katekismus Gereja Khatolik no 599-600 bahwa Allah mengijinkan tindakan kejahatan terjadi, tapi Allah tidak pernah menjadi penyebab dosa atau penyebab dari kejahatan. Dari kejahatan terbesar yaitu penyaliban putraNya Yesus Kristus, Allah justru mendatangkannya kebaikan terbesar yaitu keselamatan umat manusia. Jadi iblis merencanakan kejahatan, manusia melakukan tindakan kejahatan melalui kehendak bebasnya, tapi Allah telah merencanakan keselamatan melalui salib.

Posisi Pdt Esra Soru



Posisi Pdt. Esra Soru

Apakah Kritik Romo Alfons Tepat Sasaran atau Strawman?

Sintesis Alkitabiah: Satu Peristiwa, Dua Kehendak

Penutup yang kuat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

PELAJARAN MORAL DARI SADIO MANE

  Oleh : Dionisius Daniel Berposisi sebagai winger, skill dribel diatas rata-rata, speednya sangat kencang, insting mencetak golnya juga tinggi, ia berasal dari negara yang berjulukan "The Lions Of Teranga", sangat garang di atas lapangan, namun memiliki kepribadian yang "low profile". Dia juga peraih Socrates Award dalam penghargaan Ballon d'Or 2022, dan menjadi andalan lini depan Bayern Munchen saat ini. Siapakah dia? Iya, dia adalah Sadio Mane. Sadio Mane adalah seorang pesepak bola profesional asal Senegal. Ia lahir di kota Bambali, Sedhio, Senegal, pada tanggal 10 April 1992.  Ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun religius. Sejak kecil Mane sudah menunjukkan ketertarikan di olahraga sepak bola, namun ia tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya. Ayahnya yang juga adalah seorang imam masjid lebih menginginkan agar putranya menjadi guru. Di mata sang ayah dan keluarga, sepak bola tidak memiliki jaminan bagi masa depannya. Meski ...