Langsung ke konten utama

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi


Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali

Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas). 

Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya.

Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hanya Allah yang memiliki keadilan, tapi Allah adalah adil. Nah tujuan dari penjelasan Pak Deky ini adalah agar orang Kristen dalam benaknya, tidak membayangkan sifat-sifat Allah itu sama seperti tumpukan buku yang berjejer. Seolah-olah bahwa kasih Allah itu sendiri, dan terpisah dari keadilan Allah, kuasa Allah itu sendiri, dan terpisah dari kekekalan Allah dan seterusnya. Karena pengasosiasian seperti itu rawan membawa kita ke pemahaman yang bersifat politeistik.

Lalu atas video itu, seseorang dengan akun YouTube bernama @riossumbabayak6600 berkomentar di kolom YouTube. Orang ini kelihatannya salah memahami penjelasan pak Deky dan masih mempunyai konsep yang keliru tentang Allah. Berikut komentarnya:

" Trinitas lah yang bisa menjawab pertanyaan filosofis. Apakah Tuhan yang maha kuasa mampu menciptakan batu yang tidak bisa diangkatNya? Paradigma Allah Trinitas dengan simple menjawab: bisa!. 

Tuhan bisa sekaligus maha kuasa dan sekaligus tidak maha kuasa, sesuai kenyataan keTuhanan yang ditulis di Alkitab.

Betapa bersyukurnya ada paradigma Allah Tritunggal."

Nah komentar orang ini mengandung kekeliruan yang fatal dalam memahami kemahakuasaan Allah. kemahakuasaan Allah tidak boleh dipahami bahwa Allah itu mampu melakukan apa saja, termasuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan naturNya atau melawan naturNya sendiri.

2 Timotius 2:13 (TB) jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." 

Allah itu maha kuasa? Yes, tapi maha kuasa tidak berarti bahwa Allah bisa menjadi lawan dari siapa Dia sebenarnya. Allah itu maha kuasa? Yes, tapi itu bukan berarti bahwa Allah bisa bertentangan dengan diriNya.

Semua atribut yang melekat secara inheren dalam diri Allah tidak bisa digunakan untuk melawan Allah. Misalnya Allah itu kasih, maka Dia tidak bisa menjadi tidak maha kasih, misalnya Allah itu adil, maka Dia tidak bisa menjadi tidak adil, misalnya Allah itu kekal, maka Dia tidak bisa mati, dan seterusnya. Allah tidak bisa berubah menjadi bukan Allah, Allah tidak bisa melawan diriNya.

Yakobus 1:17 “...pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”

Kemahakuasaan juga tidak boleh dipahami bahwa Allah bisa bertindak irasional atau melawan hukum logika. Secara khusus hukum logika non kontradiksi.

Apa itu hukum logika Non Kontradiksi ?

Secara sederhana, hukum ini menyatakan bahwa: Sesuatu tidak mungkin sekaligus menjadi dirinya dan bukan dirinya pada saat yang bersamaan, atau dalam pengertian yang sama.

Secara simbolik, hukum ini dapat dirumuskan sebagai: (A Tidak mungkin menjadi non A pada saat yang bersamaan.)

Dengan kata lain, jika Allah adalah mahakuasa, maka Allah tidak mungkin sekaligus tidak mahakuasa dalam pengertian yang sama. Jika Allah adalah kekal, maka Allah tidak mungkin sekaligus tidak kekal dalam natur ilahi-Nya. Jika Allah adalah benar, maka Allah tidak mungkin sekaligus berdusta. 

Karena itu, ketika seseorang berkata bahwa "Allah bisa menciptakan batu yang Dia sendiri tidak bisa angkat, Allah bisa sekaligus maha kuasa dan tidak maha kuasa,” maka itu adalah kontradiksi, dan kontradiksi seperti ini bukanlah tanda kemahakuasaan, melainkan tanda absurditas. Dia bukan sedang meninggikan Allah, melainkan dia sedang merusak konsep Allah itu sendiri.

Allah tidak bisa menyangkal diriNya. Itu artinya Allah bertindak selalu selaras dengan naturNya yang kudus, benar, setia, dan tidak berubah. Jadi ini bukan berarti Allah “terbatas” seperti makhluk, tetapi justru menunjukkan bahwa kesempurnaan-Nya membuat Dia tidak mungkin kontradiktif terhadap diri-Nya sendiri.


SALAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...