YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI
Salah satu serangan paling umum terhadap iman Kristen datang dari Saksi-Saksi Yehuwa dan Islam. Mereka sering mengutip ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Yesus lapar, haus, letih, berdoa, taat kepada Bapa, bahkan berkata bahwa Bapa lebih besar daripada diri-Nya. Dari sana mereka buru-buru menyimpulkan bahwa Yesus bukan Allah.
Sekilas, argumen seperti ini terdengar meyakinkan. Namun jika diperiksa lebih dalam, masalahnya bukan pada kurangnya ayat, melainkan pada cara membaca ayat yang salah. Mereka membaca seluruh bagian Alkitab tentang Yesus seolah-olah Kristus hanya memiliki satu natur saja, padahal Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati sekaligus.
Inilah titik yang sangat penting. Banyak ayat yang dipakai untuk “menyerang” Kekristenan justru hanya bisa dipahami dengan benar jika kita menerima doktrin inkarnasi: bahwa Sang Firman yang kekal itu benar-benar telah menjadi manusia.
Dasar Iman Kristen: Yesus Bukan Hanya Allah Atau Hanya Manusia
Iman Kristen tidak mengajarkan bahwa Yesus “kadang Allah, kadang manusia,” seolah-olah Ia berganti mode. Yang diajarkan Alkitab adalah bahwa dalam satu Pribadi Kristus, ada dua natur. Natur ilahi, Yesus adalah Allah sejati. Natur manusia, Yesus adalah manusia sejati.
Artinya, semua yang benar tentang Allah dapat dinyatakan tentang Yesus menurut natur ilahi-Nya, dan semua yang benar tentang manusia sejati juga dapat dinyatakan tentang Yesus menurut natur manusia-Nya, tanpa membuat Dia menjadi dua pribadi.
Jadi, ketika Yesus lapar, haus, tidur, berdoa, atau menderita, itu tidak membuktikan bahwa Dia bukan Allah. Itu membuktikan bahwa Dia sungguh telah menjadi manusia. Dan justru itulah inti Injil.
Ayat-Ayat Yang Menunjukkan Yesus Adalah Allah Dan Manusia Sekaligus
Sebelum masuk ke ayat-ayat yang sering dipakai oleh JW atau Islam, kita harus lebih dulu melihat bahwa Alkitab sendiri sudah memberikan fondasi untuk memahami siapa Yesus.
Yohanes 1:1, 14
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…
Firman itu telah menjadi manusia.”
Ayat ini sangat mendasar. Yohanes tidak berkata bahwa Firman itu sekadar utusan Allah, ciptaan tertinggi, atau makhluk surgawi. Yohanes berkata dengan sangat jelas bahwa Firman itu adalah Allah. Lalu, Firman itu menjadi manusia. Artinya, Yesus bukan makhluk biasa yang kemudian “diangkat” menjadi Allah. Sebaliknya, Dia adalah Allah yang sejak kekal ada, lalu masuk ke dalam sejarah sebagai manusia.
Filipi 2:6–8
“yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."
Paulus menjelaskan bahwa Kristus sudah ada dalam rupa Allah dan memiliki kesetaraan dengan Allah, lalu Ia merendahkan diri dengan mengambil rupa seorang hamba. Perhatikan: Yesus tidak berhenti menjadi Allah, melainkan menambahkan natur manusia. Inilah yang disebut inkarnasi.
Kolose 2:9
“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.”
Ini salah satu ayat paling mematikan bagi semua upaya merendahkan Kristus.
Paulus tidak berkata bahwa Yesus memiliki “sebagian” sifat ilahi, atau sekadar “mewakili” Allah. Ia berkata bahwa seluruh kepenuhan keAllahan berdiam dalam Dia, dan itu berdiam secara jasmaniah.
Dengan kata lain Paulus berkata bahwa Ke-Allahan Yesus itu penuh dan tubuh manusia Yesus itu nyata.
Roma 9:5
“...Kristus, yang secara jasmani berasal dari mereka, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya.”
Di sini Paulus menunjukkan dua sisi sekaligus: secara jasmani Yesus berasal dari bangsa Israel, tetapi pada saat yang sama Dia adalah Allah di atas segala sesuatu. Ini bukan kontradiksi. Ini justru adalah Kristologi Alkitab.
Ayat-Ayat Yang Sering Dipakai JW Dan Islam Untuk Menunjukkan Yesus “Hanya Manusia”
Sekarang kita masuk ke ayat-ayat favorit yang menyerang Kristologi. Masalahnya, adalah ayat-ayat ini sebenarnya tidak pernah membuktikan bahwa Yesus bukan Allah. Yang dibuktikan dari ayat-ayat ini adalah bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia.
Dan itu memang yang orang Kristen percayai.
A. Yesus lapar, haus, letih, dan tidur
Matius 4:2
“Akhirnya laparlah Yesus.”
Yohanes 4:6
“Yesus sangat letih oleh perjalanan...”
Yohanes 19:28
“Aku haus!”
Markus 4:38
“Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan...”
Ayat-ayat ini sering dipakai untuk berkata, “Lihat, Yesus tidak mungkin Allah.” Tetapi itu salah sasaran. Pertanyaannya bukan, “Apakah Yesus lapar?” Pertanyaannya adalah, “Dalam natur apa Yesus mengalami hal-hal itu?”
Jawabannya jelas: Dalam natur manusia-Nya. Allah tidak lapar menurut natur ilahi-Nya. Tetapi Yesus benar-benar mengambil natur manusia, dan karena itu Ia bisa mengalami semua kelemahan manusia yang tidak berdosa.
Jadi ayat-ayat ini bukan membantah keilahian Kristus. Ayat-ayat ini justru membuktikan bahwa inkarnasi itu nyata.
B. Yesus berdoa kepada Bapa
Lukas 6:12
“Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.”
Ini juga sangat sering dipakai oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan Muslim. Mereka berkata, “Kalau Yesus berdoa kepada Allah, berarti Dia bukan Allah.” Sekilas terdengar pintar. Tapi sebenarnya itu argumen yang sangat dangkal. Sebab masalahnya adalah mereka berpikir bahwa kalau Yesus adalah Allah, maka Ia tidak mungkin berbicara kepada Bapa. Padahal Kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama.
Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu esa dalam hakikat, tetapi tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Jadi Yesus berdoa kepada Bapa, ya karena Dia bukan Bapa
Yesus juga berdoa karena sebagai manusia sejati, Ia hidup dalam ketergantungan dan ketaatan sempurna kepada Bapa. Karena itu, doa Yesus sama sekali tidak menolak keilahian-Nya. Justru doa Yesus menyingkapkan realitas relasi intra-Trinitarian, dan realitas kemanusiaan-Nya.
C. “Bapa lebih besar daripada Aku”
Yohanes 14:28
“Sebab Bapa lebih besar daripada Aku.”
Ayat ini sering dijadikan “senjata pamungkas” oleh penolak keilahian Kristus. Tapi sekali lagi, masalahnya ada pada pembacaan yang dangkal. Yesus sedang berbicara dalam konteks keadaan perendahan diri-Nya (humiliation) selama inkarnasi. Dalam posisi-Nya sebagai hamba yang datang untuk taat sampai mati, Bapa memang “lebih besar” dalam arti kedudukan peran dan manifestasi kemuliaan. Namun itu tidak berarti Yesus lebih rendah dalam hakikat ilahi. Karena di tempat lain Yesus juga berkata:
Yohanes 10:30
“Aku dan Bapa adalah satu.”
Dan orang-orang Yahudi langsung mengerti bahwa Yesus sedang menyamakan diri dengan Allah. Karena itu mereka ingin merajam Dia.
Jadi tidak ada kontradiksi. Yohanes 14:28 berbicara tentang peran dan keadaan inkarnasi. Yohanes 10:30 berbicara tentang kesatuan hakikat ilahi. Yang kontradiktif bukan Alkitab, tetapi cara baca anti-Trinitarian yang tidak mampu membedakan natur dan peran.
D. Yesus tidak tahu hari kiamat
Markus 13:32
“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu... Anak pun tidak...”
Ayat ini memang sering dilemparkan seolah-olah ini pukulan KO terhadap doktrin keilahian Kristus. Padahal, sekali lagi, itu hanya membuktikan bahwa para penyerang doktrin ini tidak memahami inkarnasi.
Sebagai manusia sejati, Yesus benar-benar masuk ke dalam kondisi kehambaan dan kerendahan. Ia hidup dalam sejarah, dalam pertumbuhan, dalam pengalaman manusia yang nyata. Karena itu, dalam ekonomi penebusan, ada hal-hal yang tidak Ia nyatakan atau tidak Ia operasikan menurut keadaan perendahan diri-Nya.
Tetapi pada saat yang sama, Alkitab juga menunjukkan bahwa Yesus, mengetahui isi hati manusia, mengetahui masa lalu orang yang belum pernah Ia temui, mengetahui siapa yang akan mengkhianati Dia, mengetahui hal-hal yang tersembunyi.
Jadi kalau seseorang memakai satu ayat ini untuk membatalkan seluruh kesaksian Alkitab tentang Kristus, sebenarnya dia sedang memilih ayat yang cocok untuk agenda teologinya, bukan membaca Alkitab secara utuh.
Ayat-Ayat Yang Yang Menunjukkan Yesus Adalah Allah
Setelah melihat ayat-ayat yang berbicara tentang kemanusiaan Yesus, sekarang pertanyaannya sederhana: Lalu bagaimana dengan ayat-ayat yang secara eksplisit menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah?
Kalau seseorang mau jujur, dia tidak boleh hanya mengutip ayat-ayat yang “terlihat cocok” untuk menyerang Kekristenan. Dia juga harus berani berhadapan dengan seluruh kesaksian Alkitab.
A. Yesus disebut Allah secara langsung
Yohanes 1:1
“Firman itu adalah Allah.”
Ini sudah cukup menghancurkan seluruh sistem anti-Trinitarian.
Yohanes 20:28
“Ya Tuhanku dan Allahku!”
Ini adalah pengakuan Tomas kepada Yesus yang bangkit. Dan yang sangat penting adalah di sini Yesus tidak menegur Tomas. Kalau Tomas sedang menghujat, seharusnya Yesus langsung meluruskan dia. Tapi Yesus tidak melakukan itu, karena pengakuan Tomas itu benar.
Ibrani 1:8
“Tetapi tentang Anak Ia berkata: Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya...”
Ini bahkan lebih menghancurkan lagi. Karena di sini bukan manusia yang menyebut Anak “Allah”, tetapi Bapa sendiri. Jika Yesus bukan Allah kenapa Bapa sendiri harus menyebut Dia Allah?
B. Yesus menerima penyembahan
Matius 14:33
“Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
Matius 28:9
“Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.”
Yohanes 9:38
“Aku percaya, Tuhan! Lalu ia sujud menyembah-Nya.”
Dalam seluruh Alkitab, penyembahan sejati adalah hak Allah saja. Malaikat menolak penyembahan. Para rasul menolak penyembahan. Makhluk ciptaan tidak boleh menerima penyembahan. Tetapi Yesus menerima penyembahan. Mengapa? Karena Dia memang layak disembah.
Kalau Yesus bukan Allah, maka menerima penyembahan adalah dosa yang paling besar. Tetapi Alkitab tidak pernah menggambarkan Yesus sebagai penghujat. Sebaliknya, Alkitab justru menampilkan Dia sebagai Pribadi yang berhak menerima hormat ilahi.
C. Yesus melakukan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah
Mengampuni dosa
Ketika Yesus mengampuni dosa, orang-orang Yahudi langsung bereaksi:
Markus 2:5-7 “Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
Dan mereka benar dalam prinsipnya, bahwa yang berhak mengambil dosa hanya Allah. Yang mereka gagal pahami adalah bahwa Yesus memang memiliki otoritas keAllahan itu.
D. Menciptakan segala sesuatu
Yohanes 1:3; Kolose 1:16
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia...”
“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu...”
Ini adalah pukulan telak terhadap ajaran bahwa Yesus adalah ciptaan. Sebab kalau segala sesuatu diciptakan oleh Dia, maka Dia tidak mungkin termasuk ke dalam golongan “segala sesuatu” yang diciptakan itu. Kalau Yesus ciptaan, maka satu-satunya pilihan adalah, Yesus menciptakan diri-Nya sendiri, atau ada sesuatu yang diciptakan tanpa melalui Dia. Dua-duanya menghancurkan teks Alkitab.
Kesalahan Dasar JW Dan Islam: Category Error
Akar masalah sebenarnya adalah JW dan Islam mengambil ayat-ayat yang berbicara tentang kemanusiaan Yesus, lalu memakainya untuk menyangkal keilahian Yesus. Padahal itu adalah kesalahan kategori. Itu sama absurdnya seperti berkata: “Karena seorang raja memakai pakaian rakyat biasa saat menyamar, berarti dia bukan raja.” Itu bukan logika. Itu kekacauan logika.
Yesus bisa lapar sebagai manusia, tetapi Dia menerima penyembahan sebagai Allah. Yesus juga bisa berdoa sebagai manusia, etapi Dia mengampuni dosa sebagai Allah. Yesus bisa mati dalam natur manusia-Nya, tetapi Dia tetap adalah Tuhan yang mulia.
Kalau seseorang menolak ini, maka dia bukan sedang “setia pada Alkitab”, melainkan sedang memaksa Alkitab tunduk pada kategori berpikirnya yang sempit.
Mengapa Ini Sangat Penting?
Ini bukan sekadar debat istilah. Ini menyentuh inti keselamatan. Kalau Yesus hanya manusia, maka: Dia tidak bisa menanggung murka Allah secara sempurna
pengorbanan-Nya tidak memiliki nilai tak terbatas. Keselamatan menjadi runtuh.
Tetapi kalau Yesus adalah Allah-manusia, maka semuanya masuk akal. Sebagai manusia, Ia bisa mewakili kita, mati menggantikan kita dalam misi penebusan. Sedangkan sebagai Allah, pengorbanan-Nya memiliki nilai yang cukup untuk menebus umat-Nya. Karena itu, doktrin Kristus bukan tambahan teologis. Ini adalah jantung Injil.
Pertanyaan Pamungkas Untuk JW Dan Islam
Dan sekarang, mari kita tutup dengan pertanyaan yang tidak mudah mereka jawab. Kalau Yesus bukan Allah, maka:
1. Mengapa Yesus disebut Allah secara langsung?
Yohanes 1:1
Yohanes 20:28
Ibrani 1:8
Kalau itu bukan berarti Allah, lalu berarti apa?
2. Mengapa Yesus menerima penyembahan, padahal hanya Allah yang boleh disembah?
Kalau Yesus bukan Allah, mengapa Dia tidak menolak penyembahan seperti malaikat dan para rasul?
3. Kalau Yesus hanyalah ciptaan, bagaimana mungkin segala sesuatu diciptakan oleh Dia?
Yohanes 1:3
Kolose 1:16
Apakah Dia menciptakan diri-Nya sendiri?
Kalau tidak, berarti Dia bukan ciptaan.
4. Kalau hanya Allah yang dapat mengampuni dosa, mengapa Yesus mengampuni dosa?
Markus 2:5–7
Apakah Yesus menghujat? Atau memang Dia adalah Allah yang datang dalam daging?
5. Kalau ayat-ayat tentang kelemahan Yesus dipakai untuk menyangkal keilahian-Nya,
maka pertanyaannya:
Bagaimana kamu menjelaskan semua ayat yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Dia adalah Allah?
Karena pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukanlah: “Apakah ada ayat yang menunjukkan Yesus sebagai manusia?”
Orang Kristen sejak awal sudah percaya itu.
Pertanyaan yang sebenarnya adalah: “Bagaimana kamu menjelaskan bahwa Pribadi yang lapar, haus, berdoa, dan mati itu juga disebut Allah, menerima penyembahan, mengampuni dosa, dan menciptakan segala sesuatu?”
Kalau seseorang tidak bisa menjawab itu, maka sebenarnya bukan doktrin Kristen yang bermasalah. Yang bermasalah adalah sistemnya.
PENUTUP
Masalah utama JW dan Islam bukanlah bahwa mereka terlalu serius membaca Alkitab. Justru masalahnya adalah mereka tidak membaca seluruh kesaksian Alkitab secara utuh. Mereka mengambil ayat-ayat tentang kemanusiaan Kristus, lalu menolak keilahian-Nya. Padahal Alkitab menyatakan keduanya sekaligus.
Yesus lapar sebagai manusia, tetapi menerima penyembahan sebagai Allah.
Yesus berdoa sebagai manusia, tetapi mengampuni dosa sebagai Allah.
Yesus mati sebagai manusia, tetapi tetap adalah Tuhan yang mulia. Dan karena itu, satu-satunya kesimpulan yang konsisten, alkitabiah, dan logis adalah ini:
YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI.

Komentar
Posting Komentar