Langsung ke konten utama

BIDAT-BIDAT TRITUNGGAL (HERESIES) DALAM SEJARAH GEREJA.

1. SABELIANISME / MODALISME

Inti ajaran dari bidat ini adalah Allah hanya satu pribadi yang muncul dalam tiga mode atau peran yang berbeda. Bapa saat mencipta, Anak saat menebus, dan Roh Kudus saat menguduskan.

Jadi menurut mereka tidak ada tiga pribadi yang eksis bersamaan. Perbedaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus hanya soal fungsi atau manifestasi, bukan pribadi sejati.

Contoh analogi yang dipakai: air–uap–es, satu orang jadi ayah, suami, dan karyawan.

Tapi analogi ini keliru. Air, uap, dan es memang satu unsur tapi ketiganya tidak bisa ada saat bersamaan. Demikian juga ayah, suami, dan karyawan tak bisa eksis saat bersamaan.

Dampak teologis dari pandangan sesat ini berimplikasi kepada merusak relasi kekal dalam Allah, sehingga cinta dalam Allah sendiri (intra-Trinitas) tidak mungkin ada.

2. ARIANISME

Pokok ajaran dari bidat ini adalah Yesus (Anak) bukan Allah sejati, melainkan ciptaan pertama yang agung.

Jadi hanya Bapa yang ilahi sejati, sedangkan Anak diciptakan dan tidak kekal.

Pandangan ini dipopulerkan oleh Arius (Abad ke 4) dan mirip dengan pandangan Saksi Yehova saat ini.

Dampak teologis dari pandangan adalah keselamatan menjadi runtuh. Soalnya hanya Allah yang bisa menyelamatkan, jadi jika Yesus bukan Allah, maka salib tidak menyelamatkan, sehingga pengorbanan Yesus menjadi sia-sia.

3. TRITHEISME

Inti ajaran dari bidat ini adalah tiga pribadi dalam Tritunggal adalah tiga Allah yang terpisah. Mereka Melebih-lebihkan perbedaan pribadi. Dan tidak menekankan kesatuan esensi.

Pandangan ini kadang muncul dari kesalahan memahami analog Trinitas secara terlalu manusiawi (misalnya: tiga manusia = tiga pribadi).

Dampak teologis adalah menjadi politeisme terselubung, bertentangan dengan monoteisme Kristen.

4. NESTORIANISME

Inti ajaran dari Nestorian Yesus Kristus terdiri dari dua pribadi, satu ilahi dan satu manusia, yang bersatu secara longgar.

Ciri khasnya adalah membelah pribadi Kristus: Allah tidak lahir dari Maria, hanya manusia Yesus yang lahir.

Ditolak oleh Konsili Efesus (431).

Dampak teologis dari pandangan ini bisa merusak kesatuan pribadi Kristus dan membuat penebusan tidak utuh.

5. MONOFISITISME

Inti ajaran dari bidat ini adalah Yesus hanya memiliki satu natur, yaitu natur ilahi yang “menyerap” natur manusia.

Ditekankan bahwa natur ilahi menelan yang manusiawi. Pandangan ini ditolak oleh Konsili Kalsedon (451).

Dampak teologis dari pandangan ini, mereka menolak kemanusiaan sejati Kristus, sehingga pengalaman manusiawi Yesus jadi tidak nyata.

6. PATRIPASSIANISME (ANAK DARI SABELIANISME)

Inti ajaran dari bidat ini adalah, Bapa sendiri yang menderita dan mati di salib dalam rupa Anak. Jadi mereka tidak membedakan Bapa dan Anak.

Jadi ajaran ini menolak bahwa Anaklah yang berinkarnasi dan disalibkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

PELAJARAN MORAL DARI SADIO MANE

  Oleh : Dionisius Daniel Berposisi sebagai winger, skill dribel diatas rata-rata, speednya sangat kencang, insting mencetak golnya juga tinggi, ia berasal dari negara yang berjulukan "The Lions Of Teranga", sangat garang di atas lapangan, namun memiliki kepribadian yang "low profile". Dia juga peraih Socrates Award dalam penghargaan Ballon d'Or 2022, dan menjadi andalan lini depan Bayern Munchen saat ini. Siapakah dia? Iya, dia adalah Sadio Mane. Sadio Mane adalah seorang pesepak bola profesional asal Senegal. Ia lahir di kota Bambali, Sedhio, Senegal, pada tanggal 10 April 1992.  Ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun religius. Sejak kecil Mane sudah menunjukkan ketertarikan di olahraga sepak bola, namun ia tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya. Ayahnya yang juga adalah seorang imam masjid lebih menginginkan agar putranya menjadi guru. Di mata sang ayah dan keluarga, sepak bola tidak memiliki jaminan bagi masa depannya. Meski ...

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...