Langsung ke konten utama

YANG MURTAD BUKAN PERNAH PERCAYA


1 Yohanes 2:19

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita...”


OUTLINE KHOTBAH:

I. Fenomena Mualaf: Tren atau Spiritualitas?

Contoh figur publik: Ruben Onsu, Bobon Santoso, Dedy Corbuzier, dll.

Dunia melihat ini sebagai pencarian kebenaran atau pencarian ketenangan.

Tapi sebagai orang percaya, kita tidak menilai berdasarkan fenomena, tapi berdasarkan Firman Tuhan.


II. Apakah Mereka Kehilangan Keselamatan?


Tidak. Mereka tidak pernah sungguh-sungguh diselamatkan.

1 Yohanes 2:19 adalah dasar utamanya.

Yesus menjaga domba-domba-Nya: Yohanes 10:27–29

“...tidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku...”

Efesus 1:13–14 – Roh Kudus sebagai meterai keselamatan yang tidak bisa dibatalkan.

Roma 8:30 – Rangkaian emas keselamatan: “Dipilih – Dipanggil – Dibernarkan – Dimuliakan.”


III. Keselamatan Tidak Bisa Hilang (Perseverance of the Saints)

Yohanes 6:37–39: Siapa yang datang kepada Yesus tidak akan dibuang.

Filipi 1:6: “Dia yang memulai pekerjaan yang baik akan menyelesaikannya.”

Ibrani 7:25: Kristus hidup untuk menjadi Pengantara bagi kita selamanya.


IV. Bagaimana dengan Ayat yang Seolah Bertentangan?


Contoh 1: Wahyu 3:5 – “Nama tidak dihapus dari Kitab Kehidupan.”

Justru menunjukkan jaminan! Ini janji, bukan ancaman.

Yesus sedang menegaskan siapa yang menang akan tetap dalam kitab.

Contoh 2: Ibrani 6:4–6

Ini tentang mereka yang hanya mencicipi (merasakan kuasa firman, tapi tidak lahir baru).

Sama seperti Yudas yang ikut pelayanan tapi tidak pernah diselamatkan.

Contoh 3: Mazmur 69:28

Ini bukan kitab kehidupan kekal, tapi kitab kehidupan fisik (catatan orang hidup di dunia).


V. Ilustrasi

Domba dan babi di lumpur:

Domba bisa jatuh ke lumpur, tapi dia tidak suka dan ingin keluar. Tapi babi akan senang dan betah di sana.

Orang percaya bisa jatuh dalam dosa, tapi tidak akan tinggal nyaman dalam dosa atau pindah iman.


VI. Aplikasi:

Jangan panik atau galau lihat fenomena mualaf.

Justru ini menegaskan kebenaran firman Tuhan: “bukan semua yang berkata ‘Tuhan, Tuhan’ akan masuk Kerajaan Sorga” (Mat. 7:21).

Mari kita periksa iman kita sendiri (2 Korintus 13:5).


Daftar Ayat Pendukung Keselamatan Tidak Bisa Hilang :

1. Yohanes 10:27–29

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Penegasan: Yesus sendiri yang menjaga, bukan kita yang mempertahankan.


2. Yohanes 6:37–39

“...barangsiapa yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang... Aku datang... supaya dari semua yang telah diberikan kepada-Ku itu jangan ada yang hilang...”

Penegasan : Semua yang Bapa berikan pada Yesus akan dijaga dan tidak hilang.


3. Roma 8:29–30 (“Golden Chain” of Salvation)

“...mereka yang dipilih-Nya, mereka juga dipanggil... dibenarkan... dimuliakan.”

Penegasan : Semua yang dipilih berujung pada dimuliakan. Tak ada yang putus di tengah jalan.


4. Roma 8:38–39

“Sebab aku yakin bahwa... tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus.”

Penegasan : Keselamatan adalah relasi kasih Allah yang tidak terputus oleh apapun.


5. Filipi 1:6

“Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya...”

Penegasan : Yang mulai (Tuhan) juga yang menyelesaikan.


6. Efesus 1:13–14

“...kamu dimeteraikan dengan Roh Kudus... yang merupakan jaminan bagian kita...”

Penegasan : Meterai Roh Kudus adalah jaminan, bukan kontrak bersyarat.


7. Ibrani 7:25

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh-Nya datang kepada Allah...”

Penegasan : Keselamatan dari Kristus itu sempurna dan total.


8. 1 Petrus 1:3–5

“...suatu warisan yang tidak dapat binasa... disimpan di sorga bagimu... kamu dipelihara dalam kuasa Allah...”

Penegasan : Keselamatan itu disimpan dan dijaga oleh kuasa Allah, bukan oleh kekuatan kita.


9. 2 Timotius 1:12

“...aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Ia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya...”

Penegasan : Tuhan yang menjaga, bukan manusia.


10. Yudas 1:24

“Bagi Dia yang berkuasa menjaga kamu supaya jangan tersandung...”

Penegasan : Kuasa Allah menjaga kita tetap berdiri dalam iman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...

Obrolan Serius: Membongkar Kekeliruan Tritunggal yang Sering Diabaikan

Oleh : Dionisius Daniel   Kali ini saya kembali membagikan diskusi singkat saya dengan seseorang di Facebook yang diduga adalah fans atau pendukung fanatik dari Elia Myron.  Saya memang belakangan ini sedang menulis artikel mengkritisi ajaran Tritunggal Elia Myron, yang menurut saya telah menyimpang dan tanpa sadar "nyemplung" ke bidat-bidat yang sudah ditolak oleh para Bapa-Bapa Gereja kita. Seperti Sabelianisme atau Subordinasisme ala Unitarian. Sebenarnya diskusi/perdebatan ini berawal dari postingan foto Pdt Esra Soru di Facebook, tertanggal, Minggu 18/05/2025. Di foto itu tampak Pdt Esra sedang bersama Elia Myron. (fotonya saya jadikan wallpaper artikel ini) Saya lalu spontan berkomentar: "Pak Esra tolong ajari Elia Myron itu agar mengajar Tritunggal dengan benar, soalnya ajaran Tritunggal dan konsep keselamatannya telah menyesatkan banyak orang". Alhasil tak butuh waktu lama, komentar saya langsung ditanggapi oleh pengguna facebook lain yang diduga adalah fans...