Langsung ke konten utama

APAKAH TUBUH KEMULIAAN HENOKH DAN ELIA SAMA DENGAN TUBUH KEMULIAAN TUHAN YESUS?


Alkitab mencatat bahwa ada 2 tokoh (Henokh dan Elia) yang diangkat tubuhnya langsung ke Surga tanpa harus melewati kematian. Nah sekarang pertanyaannya adalah : Apakah kedua tokoh tersebut sudah memiliki tubuh kemuliaan seperti tubuh Tuhan Yesus miliki setelah Dia bangkit dari kematian?

Khusus dalam hal yang ditanyakan ini, Henokh dan Elia adalah type (tipologi) orang-orang percaya yang tidak mengalami kematian jasmani, tetapi tubuhnya langsung diubah pada saat Tuhan Yesus datang kali yang kedua nanti. Jadi Henokh dan Elia (yang langsung diubah tubuhnya pada saat terangkat) memiliki kemuliaan, dan ini sama juga dengan orang-orang percaya yang belum mati saat Tuhan Yesus datang kali kedua, tubuh mereka langsung diubah menjadi tubuh kemuliaan (1 Kor. 15:51-53). Namun harus ditambahkan bahwa dalam hal pengangkatan Henokh dan Elia ke atas (ke surga), mereka menjadi type Yesus Kristus yang akan diangkat kelak setelah mati dan bangkit.

Untuk pertanyaan, apakah tubuh kemuliaan mereka sama dengan tubuh kemuliaan Tuhan Yesus setelah bangkit? jawabannya : Sama dan tidak sama. SAMA dalam arti bahwa tubuh Tuhan Yesus (dengan catatan : Tubuh yang tak berdosa), tubuh Henokh dan Elia serta tubuh kita semua, yakni tubuh yang dapat mati dan hancur, dapat menua, dan butuh makanan, minuman serta nutrisi, dsb. semuanya diubah menjadi tubuh kemuliaan. TIDAK SAMA dalam arti bahwa tubuh Henok dan Elia (juga tubuh semua orang percaya yang belum mati saat Kristus datang kelak) tidak pernah mengalami kematian, sehingga tak pernah berhenti denyut kehidupan jasmaninya, dan dalam kondisi yang seperti itu, langsung diubah. Orang-orang ini mendapatkan satu pengalaman (dan "sensasi") yang tidak mungkin didapat oleh mereka yang mati dulu dan setelah itu baru dibangkitkan lalu dimuliakan tubuhnya. Golongan yang tidak mengalami pengalaman itu adalah Tuhan Yesus dan kita semua yang akan mati sebelum Dia datang kali yang kedua.

[Dikutip dan diparafrase dari group studi reformed MYM]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...