1. Jika Yesus adalah Allah, mana pengakuan Yesus secara eksplisit bahwa Dia adalah Allah?
JAWAB : Iman Kristen tidak mendasarkan hanya pada pengakuan langsung dari mulut Yesus. Iman Kristen percaya kepada kesaksian seluruh kitab suci walaupun Yesus tidak pernah mengumumkan bahwa Dia adalah Allah tapi kitab suci memberitahukan dan mengafirmasi bahwa Yesus adalah Allah.
Jika kepercayaan atas ke-Allahan Yesus harus menuntut pengakuan langsung dari Yesus, lalu mengapa harus tiba pada kesimpulan bahwa Yesus bukan Allah, sedangkan Yesus tidak pernah mengakui bahwa Dia bukan Allah.
Kesaksian dari penulis Injil sudah cukup untuk mengafirmasi bahwa Yesus adalah Allah, karena mereka adalah orang-orang yang ada di sekeliling Yesus mereka adalah para saksi-saksi mata. Sedangkan orang yang menolak Yesus tidak pernah hidup sejaman dengan Yesus.
2. Apa bukti bahwa Yesus adalah Allah?
JAWAB : Bukti bahwa Yesus adalah Allah adalah, Yesus memilik sifat-sifat dan melakukan tindakan-tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah. Misalnya Ia mengampuni dosa atau Ia mengklaim bahwa diri-Nya lebih tua dari Abraham bahkan lebih tua dari dunia ini.
Markus 2:5 (TB) Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
Yohanes 8:58 (TB) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Yohanes 17:5 (TB) Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
3. Jika Yesus dianggap sebagai Allah hanya karena bisa mengampuni dosa, apakah itu artinya bahwa semua orang yang mengampuni sesamanya bisa dianggap sebagai Allah?
JAWAB : Tidak bisa. Karena seorang manusia hanya bisa mengampuni seseorang yang telah bersalah kepada dirinya [hak mengampuni]. Manusia tidak bisa mengampuni dosa orang lain yang tidak bersalah kepada dirinya.
Tapi Yesus mengampuni dosa semua orang, karena segala pelanggaran ataupun dosa yang dilakukan manusia adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (Hukum Yesus).
4. Apakah iman semata-mata adalah pemberian Allah atau respon manusia?
JAWAB : Jika dilihat dari sudut pandang manusia memang iman adalah respon manusia, sehingga kita diminta untuk percaya kepada Allah.
Kisah Para Rasul 16:31 (TB) Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Tapi jika dilihat dari sudut pandang Allah, maka iman adalah pemberian Allah.
Filipi 1:29 (TB) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Yohanes 6:44 (TB) Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
5. Mengapa kita harus ditarik oleh Bapa? Mengapa kita harus diberikan karunia iman? Tidak bisakah kita datang sendiri kepada Bapa atau beriman sendiri?
JAWAB : Karena kita semua telah mati secara rohani. Orang mati tidak mungkin bisa meresponi Injil atau datang kepada Allah.
Efesus 2:1 (TB) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Kolose 2:13 (TB) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
6. Berikan contoh dalam Alkitab dimana Allah memberikan karunia iman!.
JAWAB : Contohnya adalah Lidia dari Tiatira.
Kisah Para Rasul 16:14 (TB) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
7. Apakah kuasa penebusan dosa hanya berlaku untuk dosa-dosa tertentu atau segala dosa?
JAWAB : Berlaku untuk segala jenis dosa, bahkan untuk dosa yang belum kita lakukan.
1 Yohanes 2:2 (TB) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
8. Jika memang benar bahwa Musa yang menulis kitab Kejadian. Bagaimana Musa bisa menulis tentang awal mula penciptaan dunia sedangkan saat itu Musa belum ada?
JAWAB : Musa menulis dibawah kontrol dan pengilhaman dari Allah yang maha kuasa, sehingga memungkinkan bagi Musa untuk menulis hal-hal yang dianggap mustahil bagi manusia, seperti tentang awal mula penciptaan dunia dsb.
9. Apakah orang percaya tidak akan berbuat dosa lagi seperti tertulis dalam 1 Yoh 3:9?
JAWAB : Ayat ini tidak bermaksud bahwa kita orang percaya tidak bisa berbuat dosa lagi. Sebab ini bertentangan dengan fakta bahwa orang percaya masih bisa jatuh dalam dosa, bahkan setiap hari kita jatuh dalam dosa.
Ayat ini sebenarnya terjemahannya kurang tepat kalau dibaca dalam versi TB. Tapi kalau dibaca dalam versi yang lain misalnya dalam versi Alkitab BIMK, maka disitu dikatakan bahwa: "orang percaya tidak bisa terus menerus berbuat dosa". Jadi bukan tidak berbuat dosa lagi, melainkan tidak bisa terus menerus berbuat dosa.
1 Yohanes 3:9 (BIMK) Orang yang sudah menjadi Anak Allah, tidak terus-menerus berbuat dosa, sebab sifat Allah sendiri ada padanya. Dan karena Allah itu Bapanya, maka ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa.
10. Benarkah bahwa ada Allah lain di dunia ini?
JAWAB : Sebenarnya secara eksistensi atau hakikat tidak ada allah lain. Allah hanya satu.
Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Tapi yang disebut "allah" lain itu adalah apa-apa atau hal-hal tertentu yang dianggap dan disembah sebagai allah. Contohnya gunung adalah gunung, tapi orang bisa menyembah gunung dan dianggap sebagai allah.
1 Korintus 8:4-6 (TB) ........"tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
(5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi — dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian —
(6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
11. Salah satu bukti ke-Allahan Yesus adalah Ia berkuasa mengampuni dosa. Tapi dalam Yohanes 20:23 para murid juga bisa mengampuni dosa, apakah itu artinya bahwa para murid juga adalah Allah?
JAWAB : Jika dilihat dari konteks dekatnya ayat ini sebenarnya berbicara tentang penginjilan, dimana Yesus mengutus para murid untuk memberitakan Injil (ayat 21). Nah dalam rangka misi penginjilan itulah Yesus kemudian memberikan kuasa kepada para murid untuk mengampuni dosa.
Jadi otoritas mengampuni dosa yang ada pada para murid saat itu tidak bisa mengangkat mereka menjadi Allah, dan bukan karena mereka adalah Allah sehingga bisa mengampuni dosa melainkan karena mereka diberi kuasa oleh Yesus.
12. Yesaya 9:5 berkata bahwa seorang Anak telah lahir. Ini kan nubuat untuk Yesus, tapi saat itu Yesus belum lahir, lalu mengapa dikatakan telah lahir?
JAWAB : Dalam tradisi dan budaya Yahudi untuk suatu peristiwa yang akan benar-benar terjadi mereka biasanya menganggap bahwa itu sudah terjadi. Sehingga ketika mereka menulis, mereka menulis dengan gaya bahasa yang seolah-olah menekankan bahwa peristiwa itu telah terjadi.
13. Yesaya 9:5 berkata bahwa Anak yang dilahirkan itu membawa damai, tapi itu bertentangan dengan kata-kata Yesus sendiri. Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk membawa damai (Matius 10:34) lalu bagaimana kita mengharmoniskan ini?
JAWAB : Ayat ini memang kelihatan bertentangan dengan ayat-ayat yang lain yang menggambarkan tentang pribadi Yesus. Misalnya beberapa ayat natal yang menubuatkan tentang kelahiran Yesus seperti Yesaya 9:5 berkata bahwa Anak yang akan dilahirkan itu (Yesus) adalah raja damai. Bahkan Yesus sendiri pernah berkata bahwa "Damai sejahtera Ku tinggalkan bagi mu" (Yoh 14:26). Jadi Yesus adalah pribadi yang membawa damai. Tapi mengapa diayat 30 Yesus berkata bahwa Dia tidak membawa damai melainkan pedang (permusuhan)?
Nah Matius 30:34 harus dilihat dari konteksnya. Konteks keseluruhan dari Matius 10 itu Yesus memanggil muridnya untuk memberitakan Injil, jadi konteksnya adalah pemberitaan Injil. Jadi disini respon terhadap Injil yang diberitakan ini ternyata berpengaruh terhadap keluarga. Ada yang menolak Injil dan ada yang menerima Injil, dan tidak mungkin orang yang menolak dan menerima Injil ini bisa hidup berdampingan bersama dalam suatu keluarga dengan keadaan tenang dan damai, jadi pasti ada permusuhan yang ditimbulkan oleh karena Injil. Nah maka dalam konteks dan pengertian seperti inilah Yesus berkata bahwa aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang.
14. Apa artinya hanya ada satu Allah dalam tulisan Paulus di 1 Korintus 8:6? Apakah itu artinya bahwa Yesus bukan Allah?
JAWAB : Disini konteksnya adalah Paulus sedang berbicara tentang makanan berhala, (baca ayat sebelumnya) jadi Paulus tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa Allah hanyalah Bapa dan Yesus bukan Allah. Jika seseorang ngotot menggunakan ayat ini untuk menolak ke-Allahan Yesus, maka dia juga harus setuju bahwa Tuhan hanya Yesus dan Bapa bukan Tuhan.
15. Kitab Ulangan dipercaya ditulis oleh Musa, tapi dalam Ulangan 34:5, disitu dikatakan: "Lalu matilah Musa..." Apakah Musa menulis kematiannya sendiri? Bagaimana orang mati bisa menulis?
JAWAB : Bagian ini tidak ditulis oleh Musa (Pasal 24). Bagian ini ditulis oleh orang lain, dan dipercaya bahwa ditulis oleh Yosua. Yosua juga ambil bagian dalam penulisan kitab Pentateukh. (Yosua 24:26)
16. Bagaimana dengan Teori Creatio Ex Nihilo, apakah Alkitab mendukung pandangan itu?
JAWAB : Teori ini berkata bahwa Allah menciptakan alam semesta dari ketiadaan atau kehampaan. Ini sangat selaras dengan Alkitab. Alkitab menyatakan bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan berfirman. (Kejadian 1:1-31)
17. Bagaimana menghubungkan antara kedaulatan Allah dengan kehendak bebas manusia?
JAWAB : Kehendak bebas manusia dan kedaulatan Allah tidak bertentangan. Kehendak bebas manusia ada di bawah naungan kedaulatan Allah. Pada saat Allah menetapkan sesuatu pada manusia, Allah tidak merampas kehendak bebas manusia. Manusia boleh mengambil keputusan atau pilihan, tapi apapun pilihan yang diambil oleh manusia, pilihan itu ternyata telah ditetapkan oleh Allah dalam kedaulatan-Nya. (Amsal 16:1; Amsal 6:9)
18. Dengan siapakah Kain menikah dan siapa nama istrinya?
JAWAB : Tentu saja Kain menikah dengan salah satu anak Adam atau dengan kata lain Kain menikah dengan adik perempuannya sendiri. Karena pada saat itu di bumi ini tidak ada manusia lain selain keluarga Adam, sehingga demi meregenerasi atau melanjutkan keturunan, maka suka atau tidak suka, Kain harus menikah dengan saudarinya sendiri. Dan tentang siapa nama istri Kain, tak ada yang tahu, Alkitab juga tidak memberitahu tentang hal itu.
19. Di satu bagian Alkitab menyatakan bahwa Allah menyesal, tapi di bagian lain Alkitab berkata bahwa Allah tidak bisa menyesal. Lalu bagaimana kita mengharmoniskan kedua pernyataan ini?
JAWAB : Kedua ayat yang kelihatannya bertentangan ini harus dilihat dari sudut pandang yang berbeda, dari sudut pandang Allah dan manusia. Allah sebenarnya tidak bisa menyesal, karena menyesal telah mengindikasikan ketidak-mahatahuan. Allah itu maha tahu, sehingga tidak ada sesuatu hal yang Allah tidak tahu, jika tidak ada yang Allah tidak tahu, maka Allah tidak mungkin menyesal.
Tapi dalam Alkitab terkadang Allah menggunakan gaya bahasa manusia dalam mengkomunikasikan maksud atau pesan-Nya kepada manusia. Jadi Allah menyesal itu sebenarnya hanyalah gaya bahasa manusia yang Allah gunakan agar manusia bisa paham maksud-Nya. Karena kalau Allah menggunakan bahasa Allah, maka tak ada satupun manusia di bawah kolong langit ini yang bisa mengerti.
20. Sebenarnya yang mengikuti Yesus itu Matius atau Lewi?
JAWAB : Matius atau Lewi sebenarnya merujuk kepada orang yang sama. Karena pada saat itu memang kebiasaan orang Yahudi memiliki dua nama, nama Ibrani dan nama Yunani. Matius adalah nama Yunani sedangkan Lewi adalah nama Ibraninya.
21. Apa bukti empiris keberadaan Tuhan?
JAWAB : Apa yang dimaksud dengan bukti empiris disini? Apakah bukti harus diraba, dirasa, atau dilihat? Orang Kristen mengimani Allah yang bersifat imateril, Allah yang melampaui realitas fisik. Jadi menuntut pembuktian empiris atau materil pada keberadaan suatu entitas yang bersifat imateril, ini sama seperti mengukur suhu tubuh menggunakan penggaris. Tidak relevan
22. Dalam Yohanes 4:44 Yesus berkata bahwa Dia hanyalah seorang nabi, lalu mengapa orang Kristen menyembah nabi?
JAWAB : Orang Kristen percaya bahwa Yesus memiliki banyak jabatan. Dia adalah Tuhan, nabi, hakim, imam dsb. Nah yang orang Kristen sembah itu adalah ke-Tuhanan-Nya bukan kenabian-Nya.
23. Sebenarnya pribadi kedua dari Tritunggal itu bernama Yesus atau Imanuel?
JAWAB : Ada dua jenis nama, nama diri dan nama gelar. Nah Yesus adalah nama diri, sedangkan nama gelar-Nya adalah Imanuel, yang artinya Allah beserta kita.
24. Mengapa Roh Kudus tidak pernah disebutkan dalam PL?
JAWAB : Dalam PL Roh Kudus disebut dengan nama lain yaitu Roh Allah, Roh Tuhan atau Roh kebijaksanaan.
1 Samuel 16:13 (TB) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
25. Apakah sebagai ibu Yesus Maria juga harus percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat? Bagaimana mungkin seorang ibu bisa menyembah anak yang dikandung dan dilahirkannya sebagai Tuhan atau Allah?
JAWAB : Ya Maria harus percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, sebab kalau tidak percaya dia juga akan binasa. Karena anak yang dikandung oleh Maria ini memiliki dua natur yang berbeda yaitu natur ilahi dan natur manusia, maka Maria hanya menyembah natur ilahi-Nya. Maria tidak menyembah Yesus sebagai manusia, sebagai manusia Yesus adalah darah dan daging Maria.
26. Mengapa Yesus baru melayani ketika sudah berumur 30 tahun?
JAWAB : Karena itu sesuai dengan jabatan imam lewi. Seorang imam lewi baru diperbolehkan melayani setelah ia berumur 30 tahun.
Bilangan 4:2-3 (TB) "Hitunglah jumlah bani Kehat sebagai suatu golongan tersendiri di antara bani Lewi, menurut kaum-kaum yang ada dalam puak mereka.
(3) Hitunglah yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, semua orang yang kena wajib tugas, supaya mereka melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan.
27. Saat Yesus naik ke surga, Yesus naik sebagai apa? Allah atau manusia?
JAWAB : Sebagai Allah dan juga manusia, Ia juga naik dengan tubuh kemuliaan-Nya, yaitu tubuh manusia yang telah diperbaharui.
28. Sebenarnya berapa malaikat yang menampakkan diri dalam peristiwa kebangkitan Yesus? Matius dan Markus mencatat satu malaikat (Matius 28:1-2, Markus 16:5) sedangkan Lukas dan Yohanes mencatat dua Malaikat (Lukas 24:3-5, Yohanes 20:11-13)
JAWAB :
Harus diakui bahwa disini catatan Matius dan Lukas tentang Malaikat dalam peristiwa pasca kebangkitan Yesus memang berbeda. Tapi catatan yang berbeda tidak harus dianggap saling bertentangan, melainkan terkadang memang para penulis Injil menulis suatu peristiwa dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Analoginya begini : Misalnya kemarin saya bertemu dengan Si A dan Si B dalam suatu meeting pelayanan di suatu hotel di kota Batam. Lalu tiba-tiba hari ini Si C menelpon saya dan dia berkata bahwa ada temannya yang bernama Si B yang juga tinggal dan melayani di Batam. Saya lalu jawab : "Oh iya kemarin saya juga ketemu dengan Si B". Saat saya bilang bahwa kemarin saya bertemu dengan Si B, apakah itu artinya saya menyangkali bahwa kemarin saya juga bertemu dengan Si A? Tentu tidak!
Saya tidak berkata bahwa kemarin saya juga bertemu dengan Si A karena Si A pada saat itu tidak masuk dalam perhatian pada pembicaraan saya. Konteksnya saat itu karena Si C membahas tentang Si B maka saya menjawab bahwa kemarin saya ketemu dengan Si B. Jadi tidak mengatakan, tidak sama dengan mengatakan tidak. Atau hanya menyatakan satu, tidak sama dengan menyatakan hanya satu.
Jadi berdasarkan analogi ini kita tahu bahwa dalam mencatat suatu peristiwa terkadang penulis Injil lebih memberikan perhatian pada sesuatu hal tapi sebenarnya dia tidak mengabaikan hal yang lainnya.
29. Polemikus Islam sering menuduh bahwa Alkitab orang Kristen telah dipalsukan. Bagaimana menjawab tuduhan itu?
JAWAB :
Karena mereka yang menuduh maka beban pembuktian (boorden of proof) ada pada mereka. Jika memang menurut mereka Alkitab telah dipalsukan, maka mereka harus menjawab beberapa pertanyaan ini :
A. Siapa yang memalsukan?
B. Dimana dipalsukan?
C. Kapan memalsukan?
D. Siapa saksi pemalsuan ini?
E. Apa bukti pemalsuannya?
F. Mana aslinya?
Jika mereka tak bisa menjawab 6 pertanyaan diatas maka tuduhan mereka adalah fitnah.
30. Manakah Baptisan yang benar, dipercik atau diselam?
JAWAB : Keduanya sama-sama benar! Metode baptisan itu sebenarnya tidak terlalu penting, yang paling penting adalah rumusan atau formula baptisannya. Baptisan yang benar itu harus dibaptis dalam nama: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. (Matius 28:19-20)
31. Bukankah kata "Baptis" diambil dari kata Baptizo (Yun) yang artinya ditenggelamkan, Dengan demikian seharusnya baptisan yang benar dan Alkitabiah adalah baptisan selam?
JAWAB : Pembelajaran yang mendalam terhadap gramatikal bahasa Yunani menunjukkan bahwa kata Baptizo memiliki lebih dari satu arti. Kata Baptizo bisa berarti ditenggelamkan, dicelupkan, atau dibasuh. Jadi kita tidak boleh mengikat kata Baptizo hanya pada satu arti.
32. Yesus saja dibaptis secara selam. Bukankah sebagai pengikut Yesus kita harus mengikuti teladan Yesus?
JAWAB : Sejujurnya kita tidak tahu Yesus dibaptis dengan cara apa. Apakah Dia diselam atau ditenggelamkan ataukah hanya diperciki atau dituangkan air di kepala saja. Biasanya orang menganggap bahwa Yesus dibaptis selam dengan merujuk kepada film Yesus, dimana di film itu Yesus masuk ke sungai Yordan lalu dibaptis dengan cara ditenggelamkan oleh Yohanes Pembaptis. Tapi itu kan di film, sedangkan kejadian yang sebenarnya tak ada yang tahu.
Alkitab hanya memberitahu kita bahwa Yesus memang masuk ke dalam air, tapi dengan cara apa Yesus dibaptis, Alkitab tak memberitahu itu. Lagipula tidak semua hal dalam diri Yesus itu harus kita jadikan teladan. Kita hanya boleh menjadikan Yesus sebagai teladan kita, apabila hal itu dicontohkan dan diperintahkan langsung oleh Yesus.
Misalnya, Yesus itu kan seorang yang mengampuni atau pemaaf dan Yesus memberi teladan dan mengajarkan kepada kita untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita, maka dalam hal mengampuni kita harus meneladani Yesus. Contoh lain, Yesus memberitakan Injil dan Yesus memerintahkan kita untuk memberitakan Injil, maka dalam hal memberitakan Injil kita perlu meneladani Yesus.
Tapi ada hal-hal lain dalam diri Yesus yang tidak pernah Yesus perintahkan untuk kita lakukan, maka kita tak perlu lakukan itu. Contoh, Yesus tidak menikah, maka kita tidak perlu untuk tidak menikah. Contoh lain Yesus hanya memiliki 12 murid saja dan itu pun hanya laki-laki saja tidak ada perempuan. Maka kita juga tak perlu membatasi diri hanya boleh punya 12 anggota jemaat laki-laki dalam gereja, dan tak boleh ada jemaat wanita dsb.
35. Dengan cara apakah Yudas mati? Apakah dengan menggantung dirinya (Matius 27:5) ? Ataukah dengan menikam perutnya dengan menggunakan senjata tajam sebab Lukas mencatat bahwa isi perutnya keluar (Kisah 1:18)?. Lalu mengapa Matius dan Lukas memberikan informasi yang berkontradiksi?
JAWAB :
Menurut saya ini bukan berkontradiksi. Bahwa Matius dan Lukas memberikan informasi yang berbeda itu benar, tapi berbeda belum tentu berkontradiksi. Yudas memang mati karena menggantung diri seperti catatan Matius, tapi isi perut Yudas juga bisa keluar seperti catatan Lukas.
Kedua keterangan ini hanya bisa berkontradiksi kalau catatan Matius dan Lukas merujuk kepada waktu yang sama pada kematian Yudas. Tapi kalau Matius dan Lukas mencatat dengan merujuk kepada waktu yang berbeda misalnya, Matius mencatat saat Yudas mengeksekusi dirinya, lalu Lukas mencatat setelah mayat Yudas jatuh ke tanah dan isi perut Yudas keluar karena dahan atau batang pohon tempat dimana Yudas menggantung diri itu patah. Maka catatan dari kedua penulis Injil itu tidak berkontradiksi hanya berbeda saja
36. Matius dan Lukas mencatat bahwa Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34, Lukas 13:35-43) sedangkan Markus mencatat bahwa Yesus menyembuhkan satu orang buta (Markus 10:46-52). Diantara dua catatan ini manakah yang benar?
JAWAB :
Kedua catatan ini bisa sama-sama benar. Tergantung dari sudut pandang mana penulis Injil memberikan perhatian mereka. Hal ini mirip dengan jawaban satu malaikat atau dua malaikat yang menampakkan diri di kuburan Yesus setelah kebangkitan-Nya.
Bisa saja diantara kedua orang buta itu, satu orang yang paling menarik perhatian Markus, sehingga Markus hanya menulis atau menyatakan tentang dia. Tapi harus diingat bahwa hanya menyatakan satu, tidak sama dengan menyatakan hanya satu.
37. Mengapa Allah harus menciptakan neraka sebagai suatu tempat penyiksaan yang kekal. Tidakkah itu menunjukkan bahwa Allah itu sangat kejam.
JAWAB :
Penghukuman kekal yang diterima oleh orang berdosa yang menolak karya keselamatan Allah memang terasa kejam dan mengerikan. Lantas mengapa terasa kejam dan mengerikan? itu karena manusia menolak dan menyia-nyiakan anugerah (hadiah) terbesar dari Allah.
Allah yang adalah pribadi terbesar, Ia dengan kasih terbesar-Nya telah memberikan pemberian terbesar (Anak tunggal-Nya) sebagai korban terbesar bagi umat manusia. Maka penolakan terhadap pemberian terbesar itu sudah sepantasnya mendapatkan hukuman terbesar. Besarnya hukuman sebagai akibat dari penolakan terhadap pemberian Allah menunjukkan betapa besarnya anugerah yang ditolak itu.
38. Mengapa siksaan di neraka itu kekal sedangkan dosa manusia di dunia hanya beberapa puluh tahun saja sebatas lamanya manusia itu hidup di dunia. Bukankah itu tidak adil?
JAWAB :
Mungkin Ilustrasi yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah seperti dalam kasus pembunuhan. Pelaku memerlukan waktu untuk membunuh paling lama satu hari, atau paling tidak beberapa jam saja. Tapi hakim bisa menjatuhkan hukuman penjara belasan tahunan bagi pelakunya, ada yang seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Atau seperti kasus pemerkosaan. Pelaku membutuhkan waktu untuk memperkosa hanya dalam hitungan menit, tapi hakim bisa memberikan vonis hukuman penjara maksimal 20 Tahun, seumur hidup, bahkan hukuman mati. Pertanyaannya sekarang, Apakah hakim itu tidak adil?
39. Bagi jiwa-jiwa yang tidak pernah mendengarkan berita Injil semasa hidup mereka. Kemanakah jiwa-jiwa ini akan pergi setelah kematian? Surga atau neraka?
JAWAB :
Jika tidak pernah mendengar Injil, tentu tidak akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, tentu dosa tidak akan ditebus. jika dosa tidak ditebus pasti tidak selamat atau dengan kata lain masuk neraka.
40. Kemanakah jiwa bayi yang meninggal, ke surga atau ke neraka?
JAWAB :
Keselamatan itu dasarnya adalah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, dan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi kita. Saat kita percaya maka segala dosa kita ditebus (termasuk dosa asal). Tapi seorang bayi belum bisa percaya Yesus sebagai Tuhan, ia juga belum bisa menolak Yesus sebagai Tuhan.
Maka jawaban bijak atas pertanyaan yang seperti ini adalah TIDAK TAHU.
41. Apa artinya Yesus disebut sebagai Anak tunggal Allah (1 Yoh 4:9)? Bukankah di dalam Alkitab Israel juga disebut anak Allah (Hosea 11:1), bahkan malaikat dan orang-orang percaya juga disebut sebagai anak Allah? (Ayub 1:6; Amsal 14:26; Yohanes 1:12)
JAWAB : Yesus disebut sebagai Anak Tunggal Allah memang hanya Yesus yang lahir dan keluar dari Allah, dan tidak ada Anak lain selain Yesus. Sedangkan orang percaya adalah anak hasil cangkokan atau hasil adopsi. Sebelum menjadi Anak Allah kita adalah Anak Iblis. Namun setelah kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi kita saat itu status kita secara resmi menjadi anak-anak Allah.
42. Jika Alkitab adalah firman Allah, lalu bagaimana dengan kata-kata setan dalam Alkitab? Apakah kata-kata setan juga termasuk firman Allah?
JAWAB : Tergantung kita memahami definisi "firman Allah" yang dimaksud disini itu apa. Ketika kita berkata bahwa Alkitab adalah firman Allah, kita tidak sedang bermaksud bahwa semua kata-kata dalam Alkitab adalah kata-kata verbal dari Allah. Sebab di dalam Alkitab ada kata-kata manusia, ada kata-kata malaikat, ada kata-kata setan, ada kata-kata binatang. Tapi definisi firman Allah yang digunakan disini adalah semua isi Alkitab itu bersumber dari Allah, Allah lah yang mewahyukan penulis Alkitab dalam menulis Alkitab.
Contohnya Musa menulis kitab kejadian. Tapi pertanyaan adalah, apakah saat itu Musa sudah ada? Tentu belum ada. Lalu darimana Musa tahu bahwa ular (Iblis) lah yang menggoda Hawa sehingga jatuh ke dalam dosa? Jawabannya tentu dari Allah. Allah yang memberitahu Musa bahwa ular lah yang telah menggoda Hawa. Nah maka atas dasar info dari Allah itu lah atau dari Roh kudus sehingga kita percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah. Jadi definisi firman Allah bukan karena kata-kata dari Allah sendiri, melainkan karena sumber informasi yang diberikan kepada penulis Alkitab berasal dari Allah atau dari Roh Kudus.
43. Benarkah bahwa Yesus tidak dibunuh melainkan Ia hanya menyerahkan nyawa-Nya seperti yang tertulis dalam Yoh 10:17-18?
JAWAB : Menurut saya kata-kata Yesus dalam ayat ini harus dimaknai dalam dua pengertian:
1). Bahwa Ia sedang berbicara sebagai Allah (ingat bahwa sebagai Allah Ia tidak bisa mati dan tidak bisa dibunuh).
2). Bahwa definisi "menyerahkan nyawa" yang dimaksudkan disini adalah tindakan sukarela yang menerima kematian atau tanpa perlawanan menerima segala tindakan yang berujung kepada kematian-Nya.
Tapi sebagai manusia sejati, Yesus harus mati dan Ia mati dibunuh, Ia dibunuh sebagai manusia, Ia dibunuh sebagai korban yang tak bercacat, Ia dibunuh untuk penebusan dosa, dan Ia dibunuh untuk pemulihan hubungan antara manusia dengan Allah. Jadi yang mati dan yang dibunuh adalah kemanusiaan-Nya, ke-Allahan-Nya tidak bisa mati dan tidak bisa dibunuh.
1 Petrus 3:18 (TB) Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
44. Dengan mengutip perumpamaan Yesus tentang Yunus dalam perut ikan, Zakir Naik berkata sebenarnya Yesus tidak mati, sebagaimana Yunus 3 hari 3 malam ada dalam perut ikan dan tidak mati, demikianlah Yesus tinggal 3 hari 3 malam dalam perut bumi dan Ia sebenarnya tidak mati? Bagaimana iman Kristen menanggapi ini?
JAWAB : Disini Zakir Naik gagal memahami analogi Yesus. Pada saat Yesus mengutip kisah Yunus, Yesus tidak sedang bermaksud bahwa dalam segala hal Ia mirip Yunus. Yesus hanya menekankan bahwa sama seperti Yunus tiga hari dalam perut ikan, demikian juga Yesus akan tinggal tiga hari dalam perut bumi [kuburan]. Jadi yang ditekankan disini hanya pada aspek waktu. Lamanya Yesus mati atau lamanya tubuh Yesus terbaring di dalam kubur.
Yesus tidak bermaksud bahwa sebagaimana Yunus tidak mati dalam perut ikan, maka Dia juga tidak akan mati dalam perut bumi [kuburan]. Sebab jika demikian maka Yesus akan menabrak perkataan sendiri di ayat-ayat yang lain seperti dalam Markus 8:31. Di ayat ini Yesus berkata bahwa Dia akan mati, dan akan bangkit kembali pada hari ketiga.
45. Dalam menjelaskan tentang doktrin Tritunggal beberapa orang kemudian menggunakan ilustrasi seperti teh manis yang terdiri dari 3 unsur yaitu air, gula dan teh. Apakah ilustrasi semacam ini bisa membantu menjelaskan Tritunggal?
JAWAB : Walaupun tujuan dari ilustrasi ini baik. Tapi ilustrasi semacam ini tidak akan pernah dengan sempurna bisa menjelaskan tentang doktrin Tritunggal. Ilustrasi semacam ini biasanya hanya bisa menekankan salah satu aspek misalnya kesatuan, tapi jatuh pada aspek yang lain yaitu keragaman-Nya. Jadi lebih baik tidak usah gunakan ilustrasi saat mengajarkan doktrin Tritunggal.
46. Setelah naik ke surga Yesus dikatakan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Apakah itu artinya bahwa Allah Bapa berada di sebelah kiri dan Yesus di sebelah kanan-Nya. Berarti ada dua Allah di surga saat ini?
JAWAB : Saat kita berbicara tentang Allah, maka kita harus membuang konsep fisik bahwa seolah-olah Allah itu berfisik, meruang dan mewaktu. Allah itu hakikat-Nya adalah Roh. Roh tidak mengenal kiri-kanan muka-belakang, Roh itu nir-fisik. Jadi frasa bahwa Yesus berada di sebelah kanan Allah Bapa tidak boleh dipahami bahwa Yesus benar-benar ada di bagian kanan lalu Bapa di kiri Yesus. Berada di sebelah kanan Allah Bapa adalah bahasa metafora bagi kemuliaan dan penghormatan yang Yesus terima di surga.
47. Mengapa Yesus harus mengutuk pohon ara hanya karena pohon itu tidak berbuah, tidakkah Ia tahu bahwa saat itu memang belum musim buah ara?
JAWAB : Yesus mengutuk pohon ara bukan karena Dia tidak tahu bahwa saat itu belum musim buah ara, melainkan Ia sedang memberikan sebuah perumpamaan yang bersifat action parable (perumpamaan yang diperagakan).
Pesan perumpamaannya adalah bahwa sama seperti pohon ara ini, jika manusia tidak menghasilkan buah, maka tak ada gunanya manusia itu hidup.
48. Jika Yesus diangkat jadi Tuhan hanya karena Dia lahir tanpa ayah, Adam lebih hebat lagi dari Yesus, Adam ada tanpa ayah dan ibu. Mengapa Adam tidak diangkat jadi Tuhan saja?
JAWAB : Tuduhan bahwa Yesus diangkat jadi Tuhan karena Dia lahir tanpa ayah adalah tuduhan yang Strawman Fallacy. Orang Kristen manapun tidak pernah mendasari ke-Tuhanan Yesus hanya berdasarkan fakta bahwa Dia lahir tanpa ayah secara biologis. Lagipula siapa yang bisa mengangkat manusia menjadi Tuhan?
Iman Kristen percaya bahwa Yesus adalah Allah dari sananya, Dia adalah pribadi kedua dari Tritunggal yang berinkarnasi mengambil natur manusia. Saat Dia mengambil natur manusia, Dia tidak kehilangan natur ke-Allahan-Nya, melainkan ketambahan natur kemanusiaan. Sehingga Yesus bisa dibilang adalah Allah juga adalah manusia. God-Man.
49. Tunjukkan satu ayat saja dimana Yesus berkata bahwa semua manusia telah mewarisi dosa asal dari Adam?
JAWAB : Kristen tidak mendasari imannya hanya dari mulut Yesus saja, melainkan dari keseluruhan firman Allah yang dinyatakan dalam Alkitab. Jadi walaupun Yesus tidak pernah berkata secara langsung bahwa manusia mewarisi dosa asal dari Adam tapi Alkitab menyatakan kepada kita bahwa manusia mewarisi dosa Adam. (Roma 5:12-15)
50. Jika Yesus adalah Tuhan atau Allah mengapa menyelamatkan diri-Nya dari hukuman mati saja Dia tidak bisa?
JAWAB : Memang Dia datang untuk itu. Misi Inkarnasi Yesus adalah untuk penebusan dosa. Dan penebusan itu harus dengan kematian, jika Dia tidak mati maka misi-Nya gagal. Kalau memang Dia tidak mau mati, ngapain Dia datang, gak usah datang saja sekalian.
Komentar
Posting Komentar