Langsung ke konten utama

Dokumentasi Dialog Dengan JW

DOKUMENTASI DIALOG DENGAN JEHOVAH WITNESS 


Artikel ini adalah dokumentasi perdebatkan antara saya dengan seorang Saksi Yehuwa (Pak Martin) beberapa hari yang lalu. Perdebatan terjadi via WhatsApp. Saya sengaja mendokumentasikan dengan tujuan untuk mempelajari argumen mereka. Kata-kata dari JW saya kasih warna merah dan tanggapan dari saya, saya kasih warna hijau. Demikian percakapan kami:


Martin Saksi Yehuwa : Selamat pagi Bung Dion.

Apa kabar sekeluarga, semoga sehat² ya. Oh iya, kita belum bisa jumpa utk berbagi/berdiskusi hal rohani saat ini berhubung saya dan keluarga memilih waktu rehat dulu di akhir pekan ini krn mau ada kegiatan family. Jadi next time kita atur lagi, ya

Oh iya, sekedar utk menghangatkan ingatan kita. Tempo hari dlm Diskusi kita, kami ada sertakan sejumlah Ayat Alkitab: Kebanyakan langsung Diucapkan oleh YESUS KRISTUS sendiri (bukan oleh orang kedua atau orang ketiga) apalagi oleh para pemimpin Gereja yang baru belakangan hari "merumus" teori Trinitas. 

Ini saya ulang tampilkan Ayat-ayatnya dan sedikit Komentar pengingat, buat direnungkan utk bahan Diskusi yg berkelanjutan.

1. Yohanes 17:3 – YESUS mengatakan: “Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." Ini menegaskan Bapa sebagai "satu-satunya Allah yang benar", dan Yesus sebagai utusan, bukan bagian dari Allah itu sendiri. Jika Yesus sama dgn Allah [YHWH], mengapa di Ayat itu dia pisahkan dirinya? 

2. Yohanes 14:28 – YESUS mengatakan: "... sebab Bapa lebih besar daripada Aku." Yesus akui Bapa lebih besar, kontradiksi dgn kesetaraan Trinitas. Bagaimana 'lebih besar' jika mereka satu esensi?

3. Matius 26:39 – YESUS mengatakan: "tetapi JANGANLAH seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Yesus berdoa kepada Bapa, dan ini menunjukkan KEHENDAK MEREKA bisa BERBEDA. 

4. Markus 12:29 – YESUS mengatakan: “Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.'" Yesus kutip ini dari Ulangan 6:4 yg menegaskan “TUHAN” (asli Ibrani: YHWH/Nama Pribadi Allah Israel] Esa/Satu/Tunggal. Yesus bilang begitu, artinya Yesus memposisikan dirinya sebagai seorang Yahudi/Israel yg menyembah Satu Allah yg Bernama YHWH/Yehuwah. Jadi Yesus tidak dukung Teori Trinitas.

5. Yohanes 20:17 – YESUS mengatakan: "Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Yesus sebut Bapa sebagai "Allah-Ku", menunjukkan dia bukan Allah itu, tapi dia punya Allah (yaitu YHWH).

6. Wahyu 3:12 – YESUS mengatakan (Pasca-kebangkitannya) : "Bait Suci Allah-Ku,...nama Allah-Ku,...kota Allah-Ku, ...turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru." Yesus sebut "Allah-Ku" 4x. Jika Yesus adalah Allah mutlak, mengapa dia punya "Allah-Ku"? Apakah Allah punya Allah lain? Mengapa dia tidak kembali jadi SATU dgn Allah/YHWH di surga? 

7. Kisah 7:56 – STEFANUS (Murid & martir pertama dari Yesus) berkata: ”Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia [YESUS] berdiri di sebelah kanan Allah [YHWH].” Perhatikan bhw dlm penglihatan itu, Stefanus "melihat" Pribadi-Pribadi [Allah/YHWH & Yesus yg berdiri di samping Allah], padahal YESUS sudah naik ke surga yg seharusnya dia sudah ber-SATU dgn Allah/YHWH kalau memang YESUS = YHWH.

8. Markus 13:32 / Matius 24:36 – YESUS mengatakan: “[ttg Hari Kiamat nanti] Anak [YESUS] pun tidak tahu, hanya Bapa [YHWH] saja.” Bagaimana menjelaskan “perbedaan peran dalam Trinitas” menurut Ayat ini, tanpa terasa dipaksakan?

Demikian beberapa Ayat pilihan yang bisa dijadikan perenungan sekaligus referensi murni & sederhana utk dipahami dari Ucapan Asli Yesus sendiri/sumber Primer tanpa perlu menyertakan tafsir macam-macam apalagi memasukkan unsur Filsafat tertentu yg menjadi dialektika para klerus Gereja Barat abad ke-4 Masehi. Nanti sumber Sekunder lainnya dari penulis Injil Sinoptik juga Yohanes & Paulus serta penulis PB lainnya bisa ditambahkan & dijelaskan.

Dionisius Daniel: Oke Baik Pak Martin. Sayang sekali bahwa kita sudah dua pekan tak bisa melanjutkan diskusi kita. Saya menunggu pak Martin untuk menjawab dua pertanyaan saya. 

Tapi pak Martin masih memberikan argumen yang menurut saya di diskusi kita kemarin, saya sudah menjawab itu bahwa Yesus adalah Allah dan manusia dalam satu pribadi. Sehingga di Alkitab, kita kadang menemukan ayat-ayat dimana Yesus berbicara sebagai manusia (yang menundukkan diriNya dalam misi penebusan). Sehingga Dia berkata bahwa "Bapa lebih besar dari Aku" atau "Aku adalah utusan" dan sebagainya. Itu bukan Subordinasi secara natur. Sebab di bagian ayat yang lain, kita akan menemukan bahwa banyak ayat yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang sehakikat dengan Bapa.

Tapi sekarang karena pak Martin kembali menyodorkan ayat-ayat yang berusaha menunjukkan bahwa Yesus lebih rendah dari Bapa. Maka saya akan jawab semua ayat-ayat ini sesuai dengan konteks dan kaidah penafsiran yang benar.

1. Yohanes 17:3

“Engkau satu-satunya Allah yang benar…

Masalah utama di sini adalah false dichotomy: seolah-olah jika Bapa disebut “satu-satunya Allah”, maka Yesus otomatis bukan Allah. Padahal dalam Injil yang sama, Yesus juga disebut Allah:

Yohanes 1:1 “Firman itu adalah Allah”

Yohanes 20:28 Tomas menyebut Yesus: “Ya Tuhanku dan Allahku”

Yohanes tidak mungkin kontradiksi dengan dirinya sendiri.

Yesus sedang berbicara sebagai Manusia dan sebagai mediator

Ia membedakan Pribadi, bukan menyangkal natur ilahi-Nya

Jika logika Saksi Yehuwa dipakai maka Yohanes 1:1 harus dibuang

Dan pengakuan Tomas harus dianggap salah

Ini menunjukkan tafsir Saksi Yehuwa tidak konsisten dengan keseluruhan Injil Yohanes.

2. Yohanes 14:28

“Bapa lebih besar dari Aku

Ini tidak bicara soal hakikat (esensi), tapi posisi (fungsi).

Dalam teologi Kristen Yesus dalam inkarnasi mengambil posisi hamba (Filipi 2:6–8)

Secara natur: setara

Secara peran: tunduk

Analogi sederhananya gini:

Seorang raja menyamar jadi rakyat, Dia tetap raja secara hakikat, tapi posisinya sedang merendah. Kalau “lebih besar” dianggap sama dengan beda natur, maka:

Yesus bukan hanya “lebih kecil”, tapi harus jadi ciptaan. Tapi Yohanes 1:3 bilang: semua ciptaan dibuat oleh Dia. Ini menjadi kontradiksi.

3. Matius 26:39

“Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu”

Ini justru bukti kuat doktrin ortodoks bahwa Yesus punya dua natur (ilahi dan manusia). Kehendak manusia-Nya tunduk kepada kehendak ilahi.

Bukan dua Allah, tapi satu pribadi dengan dua natur

4. Markus 12:29

“Tuhan itu esa”

Ini tidak bertentangan dengan Tritunggal.

Masalahnya, adalah kalian Saksi Yehuwa mengartikan “esa” sama dengan satu pribadi. Padahal dalam bahasa Ibrani “echad” bisa berarti kesatuan kompleks

Contoh:

Kejadian 2:24, suami istri menjadi “satu (echad) daging”

Jadi Monoteisme Alkitab tidak sama dengan unitarianisme. Tritunggal tetap satu Allah, bukan tiga Allah

5. Yohanes 20:17

“Allah-Ku dan Allahmu”

Ayat ini sering dipakai untuk menunjukkan bahwa seolah-olah Yesus lebih rendah dari Bapa, tapi ayat ini justru malah mendukung inkarnasi. Di sini Yesus berkata sebagai manusia sejati perwakilan umat

Dalam natur manusia:

Ia menyembah Bapa

Namun dalam Injil yang sama Ia juga menerima penyembahan (Yoh 9:38)

Ia disebut Allah (Yoh 1:1)

Jadi bukan penyangkalan keilahian. Tapi menunjukkan inkarnasiNya 

6. Wahyu 3:12

"Allah-Ku” (4 kali)"

Ini diucapkan setelah kebangkitan, benar.

Tapi tetap bahwa setelah kebangkitan Yesus tetap memiliki natur manusia selamanya (inkarnasi tidak dibatalkan)

Ia tetap Mediator antara Allah dan manusia

Jadi Relasi “Allah-Ku” tidak berarti Ia bukan Allah

Tapi menunjukkan peran perjanjian dan mediasi

Kalau kalian Saksi Yehuwa pakai logika ini:

Maka Yesus tidak bisa jadi Imam Besar

Padahal seluruh Ibrani mengajarkan itu.

7. Kisah 7:56

"Yesus di sebelah kanan Allah"

Ini kesalahan kategori:

“Sebelah kanan” adalah bahasa simbol otoritas, bukan posisi fisik literal

Mazmur 110:1:

Duduk di sebelah kanan-Ku

Artinya berbagi kuasa dan otoritas Allah

Bukan berarti dua Allah terpisah secara ontologis

8. Markus 13:32

"Anak tidak tahu hari itu"

Penjelasan ayat ini begini: memang dalam natur manusia, Yesus tidak mengetahui, tapi dalam natur ilahi, Ia Mahatahu

Ini bukan kontradiksi, karena:

Dua natur, bukan satu natur campur

Kalau Saksi Yehuwa menolak ini maka kalian juga harus jelaskan bagaimana Yesus bisa tahu hati manusia (Yoh 2:25)?


SEKARANG PERTANYAAN BUAT PAK MARTIN DAN TEMAN-TEMAN SAKSI SAKSI YEHUWA:

Apakah Pak Martin percaya di Yohanes 1:1 bahwa "Firman itu Allah?"

Kalau ya, karena Firman itu adalah gelar bagi Yesus, maka ini bertentangan dengan argumen pak Martin sendiri. 

Tapi kalau tidak, maka Pak Martin sedang menolak Alkitab.

Kedua, Jika Yesus bukan Allah. Mengapa Ia menerima penyembahan? Mengapa saat Tomas menyebut Dia “Allahku” Yesus tidak menegur Tomas?

Ketiga, jika Yesus ciptaan. Apakah Dia termasuk “segala sesuatu” di Yohanes 1:3?

Jika ya, maka itu artinya Dia menciptakan diri-Nya sendiri, dan itu kontradiksi logis.

Jika tidak, maka Yesus bukan ciptaan!.

Keempat, Jika Yesus adalah ciptaan mengapa di Wahyu 1:8 dan ayat 18 Dia katakan bahwa Dia adalah Alfa dan Omega, dan Dia adalah yang maha kuasa?

Kelima, Jika Yesus adalah ciptaan, berarti pernah ada masa dimana Yesus belum ada (karena belum diciptakan). Maka dengan demikian konsekwensi logisnya adalah, pernah ada masa dimana Bapa belum menjadi Bapa? Padahal kita tahu bahwa hubungan Bapa dan anak adalah hubungan relasional bukan sekedar status. Bagaimana pak Martin menjawab ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...

Obrolan Serius: Membongkar Kekeliruan Tritunggal yang Sering Diabaikan

Oleh : Dionisius Daniel   Kali ini saya kembali membagikan diskusi singkat saya dengan seseorang di Facebook yang diduga adalah fans atau pendukung fanatik dari Elia Myron.  Saya memang belakangan ini sedang menulis artikel mengkritisi ajaran Tritunggal Elia Myron, yang menurut saya telah menyimpang dan tanpa sadar "nyemplung" ke bidat-bidat yang sudah ditolak oleh para Bapa-Bapa Gereja kita. Seperti Sabelianisme atau Subordinasisme ala Unitarian. Sebenarnya diskusi/perdebatan ini berawal dari postingan foto Pdt Esra Soru di Facebook, tertanggal, Minggu 18/05/2025. Di foto itu tampak Pdt Esra sedang bersama Elia Myron. (fotonya saya jadikan wallpaper artikel ini) Saya lalu spontan berkomentar: "Pak Esra tolong ajari Elia Myron itu agar mengajar Tritunggal dengan benar, soalnya ajaran Tritunggal dan konsep keselamatannya telah menyesatkan banyak orang". Alhasil tak butuh waktu lama, komentar saya langsung ditanggapi oleh pengguna facebook lain yang diduga adalah fans...