DOKUMENTASI DIALOG DENGAN JEHOVAH WITNESS PART 2
1. Ayat-ayat yang Dia dipakai adalah “ucapan asli Yesus”
2. Sehingga tidak perlu tafsir
3. Tidak perlu filsafat
4. Dan doktrin Tritunggal itu hasil “rumusan gereja abad ke-4”
Dan ini tanggapan saya:
1. “Tidak perlu tafsir” ini mustahil
Setiap orang yang membaca Alkitab pasti menafsirkan, termasuk si Martin ini sendiri.
Contoh Dia menafsirkan bahwa : Yohanes 17:3 ditafsirkan Yesus bukan Allah
Markus 13:32 dia tafsirkan bahwa Yesus tidak Mahatahu
Itu semua bukan “membaca polos”, tapi melibatkan proses penafsiran. Jadi ketika dia bilang bahwa jangan menafsirkan, maka kontradiksi dengan dirinya sendiri. Dia berkata saya tidak pakai tafsir, tapi di saat yang sama dia sedang menafsirkan.
Kalau benar tidak boleh tafsir, maka dia seharusnya tidak boleh menarik kesimpulan apa pun dari ayat-ayat itu. Diskusi langsung selesai
2. “Hanya pakai ucapan Yesus (sumber primer)”
Ini kelihatan kuat, tapi sebenarnya cacat serius. Masalahnya Yesus sendiri tidak pernah menulis Injil. Semua ucapan Yesus kita tahu dari penulis lain (rasul)
Jadi dia tidak konsisten menolak “penulis sekunder” tapi di saat yang bersamaan dia juga bergantung sepenuhnya pada mereka. Lebih parah lagi Injil Yohanes ditulis oleh rasul yang sama yang menulis Yohanes 1:1
Kalau Yohanes 17:3 valid, maka Yohanes 1:1 juga harus valid. Tidak bisa pilih-pilih.
3. "Tritunggal hasil rumusan abad ke-4"
Ini setengah benar tapi dipakai untuk menyesatkan. Yang benar adalah istilah “Trinitas” memang diformalkan kemudian. Tapi isinya sudah ada di Alkitab sejak awal
Contoh:
Matius 28:19 satu nama, tiga pribadi
2 Korintus 13:13 formula Tritunggal
Yohanes 1:1 Firman adalah Allah
Kisah 5:3–4 Roh Kudus disebut Allah
Jadi Gereja bukan “menciptakan” Tapi merumuskan apa yang sudah ada. Analoginya sama seperti kata “inkarnasi”. Kata inkarnasi memang tidak ada di Alkitab sebagai istilah, tapi konsepnya jelas ada
4. “Tritunggal = filsafat Yunani”
Semua orang pakai logika (filsafat), termasuk si Martin ini. Ketika dia bilang “Yesus bukan Allah”, itu juga klaim filosofis.
Masalahnya bukan pakai filsafat atau tidak, tapi apakah tafsir itu setia pada seluruh wahyu atau tidak.
Justru tanpa kerangka yang benar maka akan jatuh pada kontradiksi.
Yesus disembah tapi bukan Allah
Yesus mencipta tapi adalah ciptaan
Yesus disebut Allah tapi bukan Allah
Kalau kita tidak boleh pakai tafsir, maka dia juga tidak boleh menyimpulkan apa pun dari ayat-ayat itu. Tapi faktanya dia tetap menafsirkan.
Jadi masalahnya bukan tafsir atau tidak, tapi tafsir mana yang konsisten dengan seluruh Alkitab.
Dia bilang hanya pakai ucapan Yesus, tapi semua ucapan Yesus kita tahu dari tulisan rasul. Kalau dia terima Yohanes 17:3, maka dia juga harus terima Yohanes 1:1. Tidak bisa pilih ayat yang cocok saja.
Jadi yang jadi masalah bukan doktriln Tritunggal, tapi cara si Martin ini yang membaca Alkitab secara parsial. Kalau semua ayat digabung tanpa dipotong-potong, justru yang muncul adalah satu Allah dengan kompleksitas pribadi, bukan Allah tunggal yang sederhana seperti yang Martin ini bayangkan.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar