Langsung ke konten utama

LATAR BELAKANG SANG PERWIRA


1. Identitas Sang Perwira

Kata “perwira” (Yunani: hekatontarchēs atau “centurion”) berarti pemimpin atas seratus prajurit dalam pasukan Romawi.

Ia bukan orang Yahudi — melainkan bangsa kafir (gentile), tapi menariknya, ia memiliki relasi baik dengan orang Yahudi. Dalam Lukas 7:5 dikatakan, “Ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkuasa secara militer, tapi juga memiliki hati yang lembut dan penuh simpati.


2. Konteks Sosial dan Religius

Di bawah penjajahan Romawi, orang Yahudi membenci bangsa Romawi, sebab mereka adalah simbol penindasan dan ketidakadilan.

Jadi, keberanian si perwira datang kepada Yesus (seorang guru Yahudi) untuk meminta pertolongan adalah tindakan rendah hati dan melampaui tembok sosial pada zamannya.

Sebagai perwira, dia bisa saja memakai kuasa politik atau militer untuk memaksa Yesus datang tapi dia tidak melakukannya.

Justru ia berkata:

> “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di rumahku.” (Luk. 7:6)

Ini menunjukkan penghormatan yang dalam terhadap Yesus dan kesadarannya akan otoritas rohani di atas otoritas duniawi.


3. Karakter Imannya

Ia memahami konsep otoritas dengan cara militer:

> “Sebab aku sendiri seorang bawahan dan di bawahku ada pula prajurit; jika aku berkata kepada salah seorang: Pergi!, maka ia pergi...” (Mat. 8:9)

Dengan kata lain, iman sang perwira adalah iman yang logis dan praktis.

Ia tahu, jika Yesus berotoritas atas penyakit dan kehidupan, maka satu firman saja cukup.

Karena itu Yesus berkata: “Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di 

antara orang Israel.” (Mat. 8:10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...