Langsung ke konten utama

APLIKASI UNTUK JEMAAT PERSEKUTUAN SATU SUKU DI PERANTAUAN

Perwira dalam kisah ini bukan orang Israel, bukan orang yang mengenal Allah Israel, tetapi ia punya hati yang peduli terhadap sesamanya. Ia bisa saja bersikap masa bodoh toh hambanya cuma budak — tetapi ia memilih untuk menanggung beban orang lain.

Nah, kalau seorang non-Yahudi seperti dia saja bisa memiliki hati yang lembut dan peduli, berapa lagi kita, yang bukan hanya satu iman, tapi juga satu suku, satu darah, dan satu paguyuban?

Di perantauan, kita sering menghadapi hidup yang keras: jauh dari keluarga, tekanan ekonomi, rasa rindu kampung halaman. Di tengah keadaan itu, Tuhan mau supaya kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri.

Kasih bukan cuma teori, bukan hanya nyanyian atau doa pembuka persekutuan — kasih itu tindakan.

> Kalau orang luar bisa peduli kepada orang lain, apalagi kita yang satu suku.

Kalau orang asing bisa menanggung beban budaknya, apalagi kita yang satu rumpun dan satu iman.

Mari kita belajar dari sang perwira:

Peduli dengan sesama satu suku yang sedang lemah.

Kadang ada yang kesulitan biaya hidup, ada yang sedang sakit, atau sedang kehilangan semangat. Jangan biarkan mereka berjalan sendiri.

Jangan hanya berkata, “Semangat ya, Tuhan tolong,” tapi tunjukkan kasih lewat tindakan nyata.

Sedikit perhatian, sepiring makanan, atau satu doa yang sungguh-sungguh — itu bisa jadi berkat besar.

Saling menopang dalam perantauan, karena kita bukan hanya datang dari kampung yang sama, tapi kita juga adalah keluarga rohani di dalam Kristus.

Rasul Paulus bilang:

> “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Gal. 6:2)

Dan Yakobus mengingatkan:

> “Iman tanpa perbuatan adalah mati.” (Yak. 2:17)

Jadi, di tengah dunia yang makin individualistis, Tuhan mau kita menjadi seperti sang perwira: peduli, rendah hati, dan penuh kasih.

Kalau orang lain melihat paguyuban ini, biarlah mereka berkata:

> “Mereka satu suku, tapi lebih dari itu — mereka satu hati, satu kasih, satu iman di dalam Tuhan.”

> “Kiranya di tanah perantauan ini, kita bukan hanya dikenal karena kita satu marga, tapi karena kasih kita nyata.

Karena perwira itu memberi teladan bahwa kasih sejati tak mengenal batas suku, st

atus, atau jarak kasih sejati selalu bertindak.” 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...