Judul: Allah Tritunggal: Sumber Kasih, Kesadaran, dan Hidup Kita
I. Siapa Allah Itu? — Allah yang Berdiri atas Diri-Nya Sendiri (Aseitas)
Ayat dasar: Kel. 3:14 – “AKU ADALAH AKU”
➡ Allah tidak dicipta, tidak tergantung siapa pun.
➡ Allah tidak membutuhkan apa-apa untuk menjadi Allah.
🔹 Allah bukan seperti manusia atau makhluk lain yang bergantung.
🔹 Dia hidup karena diri-Nya sendiri.
🔹 Dia tidak mencipta karena kesepian atau kurang kasih. Dia penuh dalam diri-Nya sendiri.
> Inilah yang disebut Aseitas Allah — keberadaan dari diri-Nya sendiri, kekal, sempurna, dan cukup dalam diri-Nya.
II. Bagaimana Allah Ada? — Allah yang Esa dalam Tiga Pribadi (Tritunggal)
➡ Karena Allah tidak kekurangan apa pun, maka kasih-Nya pun tidak bergantung pada makhluk.
> Maka kita bertanya: Bagaimana mungkin Allah mengasihi jika belum ada siapa pun?
Jawabannya: Karena Dia Tritunggal.
Bapa mengasihi Anak
Anak mengasihi Bapa
Roh Kudus menjadi simpul kasih antara keduanya
➡ Hanya dalam Tritunggal, Allah bisa memiliki kasih sejati, kesadaran sejati, dan kehendak sejati sejak kekekalan.
III. Mengapa Itu Penting? — Relevansi Tritunggal dalam Hidup Kita Sehari-hari
1. Tanpa Tritunggal, Allah bukan kasih
Allah sendirian → tidak ada yang dikasihi
Tritunggal → kasih kekal, bukan dipinjam dari ciptaan
2. Tanpa Tritunggal, Allah bukan pribadi sadar
Kesadaran butuh relasi
Allah satu pribadi = tak sadar secara penuh
Tritunggal = penuh relasi, penuh kesadaran
3. Tanpa Tritunggal, Allah tidak bisa menyelamatkan
Siapa yang diutus? Siapa yang menebus? Siapa yang menyatukan?
Tapi dalam Tritunggal:
Bapa mengutus
Anak menyelamatkan
Roh Kudus memeteraikan
IV. Aplikasi Praktis
✔ Dalam keluarga
→ Kita hidup dalam relasi karena dicipta oleh Allah relasional
→ Keluarga bukan kecelakaan sosial, tapi refleksi Tritunggal
✔ Dalam gereja
→ Kita tidak dipanggil hidup sendiri
→ Tubuh Kristus mencerminkan kasih Bapa, Anak, dan Roh Kudus
✔ Dalam doa & ibadah
→ Kita berdoa kepada Bapa, melalui Anak, dalam kuasa Roh Kudus
→ Kita tidak berdoa ke Allah yang dingin, tapi Allah yang hidup dan mengasihi
V. Penutup: Allah Tritunggal Adalah Allah yang Sejati
> “Tanpa aseitas, Allah bergantung.
Tanpa Tritunggal, Allah tidak bisa mengasihi.
Tanpa kasih, tidak ada keselamatan.
Tapi Allah kita adalah Tritunggal — Dia cukup, Dia sadar, Dia penuh kasih.
Dia adalah Allah yang sejati — dan hanya Dialah yang layak disembah.
Komentar
Posting Komentar