Langsung ke konten utama

RENUNGAN KOMSEL JUMAT 18/07/2025

Judul: Allah Tritunggal: Sumber Kasih, Kesadaran, dan Hidup Kita


I. Siapa Allah Itu? — Allah yang Berdiri atas Diri-Nya Sendiri (Aseitas)

Ayat dasar: Kel. 3:14 – “AKU ADALAH AKU”

➡ Allah tidak dicipta, tidak tergantung siapa pun.

➡ Allah tidak membutuhkan apa-apa untuk menjadi Allah.

🔹 Allah bukan seperti manusia atau makhluk lain yang bergantung.

🔹 Dia hidup karena diri-Nya sendiri.

🔹 Dia tidak mencipta karena kesepian atau kurang kasih. Dia penuh dalam diri-Nya sendiri.

> Inilah yang disebut Aseitas Allah — keberadaan dari diri-Nya sendiri, kekal, sempurna, dan cukup dalam diri-Nya.


II. Bagaimana Allah Ada? — Allah yang Esa dalam Tiga Pribadi (Tritunggal)


➡ Karena Allah tidak kekurangan apa pun, maka kasih-Nya pun tidak bergantung pada makhluk.

> Maka kita bertanya: Bagaimana mungkin Allah mengasihi jika belum ada siapa pun?

Jawabannya: Karena Dia Tritunggal.

Bapa mengasihi Anak

Anak mengasihi Bapa

Roh Kudus menjadi simpul kasih antara keduanya

➡ Hanya dalam Tritunggal, Allah bisa memiliki kasih sejati, kesadaran sejati, dan kehendak sejati sejak kekekalan.


III. Mengapa Itu Penting? — Relevansi Tritunggal dalam Hidup Kita Sehari-hari

1. Tanpa Tritunggal, Allah bukan kasih

Allah sendirian → tidak ada yang dikasihi

Tritunggal → kasih kekal, bukan dipinjam dari ciptaan

2. Tanpa Tritunggal, Allah bukan pribadi sadar

Kesadaran butuh relasi

Allah satu pribadi = tak sadar secara penuh

Tritunggal = penuh relasi, penuh kesadaran

3. Tanpa Tritunggal, Allah tidak bisa menyelamatkan

Siapa yang diutus? Siapa yang menebus? Siapa yang menyatukan?

Tapi dalam Tritunggal:

Bapa mengutus

Anak menyelamatkan

Roh Kudus memeteraikan


IV. Aplikasi Praktis


✔ Dalam keluarga

→ Kita hidup dalam relasi karena dicipta oleh Allah relasional

→ Keluarga bukan kecelakaan sosial, tapi refleksi Tritunggal

✔ Dalam gereja

→ Kita tidak dipanggil hidup sendiri

→ Tubuh Kristus mencerminkan kasih Bapa, Anak, dan Roh Kudus

✔ Dalam doa & ibadah

→ Kita berdoa kepada Bapa, melalui Anak, dalam kuasa Roh Kudus

→ Kita tidak berdoa ke Allah yang dingin, tapi Allah yang hidup dan mengasihi


V. Penutup: Allah Tritunggal Adalah Allah yang Sejati

> “Tanpa aseitas, Allah bergantung.

Tanpa Tritunggal, Allah tidak bisa mengasihi.

Tanpa kasih, tidak ada keselamatan.

Tapi Allah kita adalah Tritunggal — Dia cukup, Dia sadar, Dia penuh kasih.

Dia adalah Allah yang sejati — dan hanya Dialah yang layak disembah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

PELAJARAN MORAL DARI SADIO MANE

  Oleh : Dionisius Daniel Berposisi sebagai winger, skill dribel diatas rata-rata, speednya sangat kencang, insting mencetak golnya juga tinggi, ia berasal dari negara yang berjulukan "The Lions Of Teranga", sangat garang di atas lapangan, namun memiliki kepribadian yang "low profile". Dia juga peraih Socrates Award dalam penghargaan Ballon d'Or 2022, dan menjadi andalan lini depan Bayern Munchen saat ini. Siapakah dia? Iya, dia adalah Sadio Mane. Sadio Mane adalah seorang pesepak bola profesional asal Senegal. Ia lahir di kota Bambali, Sedhio, Senegal, pada tanggal 10 April 1992.  Ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun religius. Sejak kecil Mane sudah menunjukkan ketertarikan di olahraga sepak bola, namun ia tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya. Ayahnya yang juga adalah seorang imam masjid lebih menginginkan agar putranya menjadi guru. Di mata sang ayah dan keluarga, sepak bola tidak memiliki jaminan bagi masa depannya. Meski ...

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...