Langsung ke konten utama

Mengapa Hanya Allah Tritunggal yang Masuk Akal dan Layak Disembah?

Mengapa Hanya Allah Tritunggal yang Masuk Akal dan Layak Disembah.

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali 


PENDAHULUAN 

Pernahkah kita bertanya: “Sebelum dunia diciptakan, apa yang Allah lakukan?”

Apakah Ia sendirian? Tidak ada siapa-siapa?

Apakah Ia merasa kesepian?

Kalau begitu, mengapa Dia mencipta? Apakah karena bosan atau iseng-iseng saja?

Pertanyaan ini penting. Karena jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan:

Apakah Allah kita penuh kasih?

Apakah Dia punya kehendak?

Apakah Dia benar-benar sadar dan hidup?


1. Allah yang Sendirian Tidak Bisa Mengasihi

Kasih tentu membutuhkan objek. Objek untuk dikasihi, entah itu suami atau istri kita, entah itu saudara kita, entah itu orang lain, atau bahkan hewan peliharaan kita.

Kita tidak bisa mengasihi sendirian. Kasih butuh subjek dan objek, subjek untuk mengasihi dan objek yang dikasihi.

Nah kalau Allah adalah satu pribadi saja, seperti diajarkan dalam Islam (Tauhid) atau Saksi Yehova (Unitarian) maka, the big question is:

Siapa yang Ia kasihi sebelum ada dunia?Sebelum ada sesuatu yang diciptakan (Alam semesta dan segala isinya) maka hanya ada Allah. tidak ada sesuatu yang yang lain selain Allah karena hanya Allah lah yang kekal dan tidak diciptakan.

Nah problemnya di sini adalah, jika hanya ada Allah dan tidak ada yang lain selain Allah, maka bagaimana Ia bisa mengasihi? Kalau Ia mulai mengasihi setelah mencipta, maka kasih bukan sifat aslinya.

Tapi Alkitab berkata bahwa Allah adalah kasih. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yoh 4:8)

Jadi kasih bukan hobi Allah. Kasih adalah siapa Dia. Kasih adalah indentitas diri-Nya, kasih bersifat inheren dalam diri Allah. Kasih adalah atribut Allah.

Saat saya berbicara tentang "atribut" dalam konteks ini, saya tidak bermaksud bahwa atribut itu seperti sesuatu yang eksternal, yang kita ambil lalu disematkan pada Allah. Yang saya maksud dengan atribut disini adalah secara ontologis (keberadaan diri-Nya). Dia adalah kasih. Allah bukan hanya memiliki kasih melainkan Allah adalah kasih.

Nah dalam Allah Tritunggal atribut kasih Allah ini bisa dijelaskan secara rasional. Allah versi lain mustahil bisa menjelaskan relasi kasih ini secara rasional. 

Dalam Allah Tritunggal, Bapa, Anak, dan Roh Kudus saling mengasihi sejak kekekalan.

"...sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan." (Yoh 17:24b)

Allah kita bukanlah Allah yang kesepian, dan  Kasih-Nya tidak tergantung pada manusia ataupun ciptaan-Nya.


2. Allah yang Sendirian Tidak Bisa Sadar

Coba bayangkan kita hidup dalam ruangan kosong, tak ada suara, tak ada cermin, tak ada orang lain, tak ada benda. Apakah kita akan sadar? Tentu tidak!. Tidak ada kesadaran di sana.

Sebab kesadaran butuh sesuatu untuk dipikirkan atau dilihat. Kalau Allah benar-benar sendirian, tanpa pribadi lain, maka:

Apa yang Dia pikirkan? Siapa yang Dia sadari?

Bagaimana mungkin Dia sadar dan punya kehendak?

Maka Allah itu seperti patung raksasa di langit yang tak sadar, tak berkehendak.

Tapi Allah Tritunggal saling menyadari dan berelasi dalam kasih sejak kekal.

Itu sebabnya Dia hidup, sadar, dan punya kehendak untuk mencipta.


3. Allah Tritunggal adalah Sumber Kasih, Kesadaran, dan Kehidupan

Kasih sejati, hanya mungkin jika Allah tidak sendirian. Kesadaran sejati, membutuhkan relasi. Kehendak sejati, juga butuh tujuan, bukan kebosanan.

Maka hanya Allah yang tiga pribadi dalam satu hakikat, yang layak disebut Allah yang hidup. Mengapa harus tiga pribadi tidak lebih dan tidak kurang? Sebagai angka tiga adalah angka yang sempurna dalam persekutuan. 


4. Aplikasi/Penerapan dalam kehidupan kita sebagai orang Percaya 

A. Keluarga.

Keluarga adalah gambaran dari Allah yang relasional. Sebuah Keluarga memiliki suami, istri, dan anak, adalah pantulan kecil dari Allah Tritunggal. Satu keluarga memiliki keragaman di dalamnya. Ada suami, ada istri, dan ada anak yang saling mengasihi satu sama lain.

B. Dalam Gereja.

Orang Kristen tidak dipanggil untuk jadi pertapa dalam gua. Orang Kristen dipanggil untuk berelasi dengan sesama (non Kristen) dan membangun persekutuan (fellowship) dengan saudara seiman. Maka di dalam Gereja, ada relasi kasih antara saudara seiman. Seperti Allah Tritunggal yang saling mengasihi dalam relasi kasih yang kekal, begitu juga dengan tubuh Kristus.

C. Dalam Doa 

Kita tidak berdoa pada Allah yang jauh dan dingin. Kita berdoa kepada Bapa, dalam nama Anak, dan dipimpin oleh Roh Kudus.


Penutup dan kesimpulan 

Kalau Allah bukan Tritunggal, maka Dia bukan Allah yang kasih.

Kalau Allah bukan Tritunggal, maka Dia bukan pribadi yang sadar.

Kalau Allah bukan Tritunggal, maka Dia bukan Allah yang berelasi dalam persekutuan kekal, melainkan Dia adalah Allah yang kesepian.

Tapi karena Allah kita adalah Allah yang Tritunggal Bapa, Anak, dan Roh Kudus, maka Dia adalah kasih, Dia adalah hidup, dan Dialah satu-satunya yang layak disembah.


SOLIDEO GLORYA 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...