Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

APLIKASI PRAKTIS

APLIKASI PRAKTIS: KETIKA YANG SEDIKIT KITA SERAHKAN, TUHAN MELIPATGANDAKANNYA   Saudara-saudara yang terkasih, dari peristiwa lima roti dan dua ikan ini, mari kita bawa pulang beberapa aplikasi praktis yang bisa kita hidupi mulai hari ini juga. ✅ 1. Berikan Apa yang Ada Padamu, Bukan Apa yang Belum Ada "Tuhan tidak menunggu kita kaya, terkenal, atau pintar dulu untuk bisa dipakai-Nya." 📌 Kalau yang kita punya hanya waktu 10 menit untuk berdoa atau merenung firman, pakai itu. 📌 Kalau kita hanya punya seratus ribu terakhir, tapi Tuhan gerakkan hati kita untuk menolong orang, berikan dengan iman. 📌 Kalau kita hanya bisa main musik sederhana, bantu pelayanan ibadah. 📌 Kalau kita hanya bisa tersenyum dan menyapa, jadilah penyambut yang ramah di gereja. ➡️ Jangan tunggu banyak. Tuhan butuh yang sekarang. ✅ 2. Jangan Remehkan Hal Kecil – Karena Tuhan Tidak Remehkan Itu Anak kecil itu mungkin tidak sadar bahwa makan siangnya akan mengenyangkan ribuan orang. Tapi Tuhan melihat dan...

KHOTBAH MINGGU 27/07/2025

OUTLINE KHOTBAH – BELAJAR DARI 5 ROTI DAN 2 IKAN  TEKS: YOHANES 6:1–14 DURASI: ±20 MENIT  1. PENDAHULUAN (BACA NATS 2–3 menit) Yohanes 6:1-14 (TB) Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya...

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Mengapa Hanya Allah Tritunggal yang Masuk Akal dan Layak Disembah?

Mengapa Hanya Allah Tritunggal yang Masuk Akal dan Layak Disembah. Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali  PENDAHULUAN   Pernahkah kita bertanya: “Sebelum dunia diciptakan, apa yang Allah lakukan?” Apakah Ia sendirian? Tidak ada siapa-siapa? Apakah Ia merasa kesepian? Kalau begitu, mengapa Dia mencipta? Apakah karena bosan atau iseng-iseng saja? Pertanyaan ini penting. Karena jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan: Apakah Allah kita penuh kasih? Apakah Dia punya kehendak? Apakah Dia benar-benar sadar dan hidup? 1. Allah yang Sendirian Tidak Bisa Mengasihi Kasih tentu membutuhkan objek. Objek untuk dikasihi, entah itu suami atau istri kita, entah itu saudara kita, entah itu orang lain, atau bahkan hewan peliharaan kita. Kita tidak bisa mengasihi sendirian. Kasih butuh subjek dan objek, subjek untuk mengasihi dan objek yang dikasihi. Nah kalau Allah adalah satu pribadi saja, seperti diajarkan dalam Islam (Tauhid) atau Saksi Yehova (Unitarian) maka, the big question is: Siapa yan...

RENUNGAN KOMSEL JUMAT 18/07/2025

Judul: Allah Tritunggal: Sumber Kasih, Kesadaran, dan Hidup Kita I. Siapa Allah Itu? — Allah yang Berdiri atas Diri-Nya Sendiri (Aseitas) Ayat dasar: Kel. 3:14 – “AKU ADALAH AKU” ➡ Allah tidak dicipta, tidak tergantung siapa pun. ➡ Allah tidak membutuhkan apa-apa untuk menjadi Allah. 🔹 Allah bukan seperti manusia atau makhluk lain yang bergantung. 🔹 Dia hidup karena diri-Nya sendiri. 🔹 Dia tidak mencipta karena kesepian atau kurang kasih. Dia penuh dalam diri-Nya sendiri. > Inilah yang disebut Aseitas Allah — keberadaan dari diri-Nya sendiri, kekal, sempurna, dan cukup dalam diri-Nya. II. Bagaimana Allah Ada? — Allah yang Esa dalam Tiga Pribadi (Tritunggal) ➡ Karena Allah tidak kekurangan apa pun, maka kasih-Nya pun tidak bergantung pada makhluk. > Maka kita bertanya: Bagaimana mungkin Allah mengasihi jika belum ada siapa pun? Jawabannya: Karena Dia Tritunggal. Bapa mengasihi Anak Anak mengasihi Bapa Roh Kudus menjadi simpul kasih antara keduanya ➡ Hanya dalam Tritunggal, Alla...

KHOTBAH MINGGU 06/07/2025

Thema Khotbah :  Iman yang Taat & Bertahan. Belajar dari Abraham Bacaan utama: Kejadian 12 : 1–4; 15 : 1–6; 22 : 1–14; Roma 4 : 18–21; Ibrani 11 : 8–19 Outline Khotbah 1. Pendahuluan – Mengapa iman Abraham tetap relevan. 2. Iman yang Taat Saat Dipanggil (Kej 12 : 1–4) 3. Iman yang Bertahan Saat Janji Belum Terjadi (Kej 15 : 1–6; Rm 4 : 18–21) 4. Iman yang Rela Memberi yang Paling Berharga (Kej 22 : 1–14; Ibr 11 : 17–19) 5. Penutup & Aplikasi – Tiga langkah praktis meneladani iman Abraham. Narasi Khotbah Lengkap Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Hari ini kita belajar dari seseorang yang dihormati seluruh Alkitab bukan karena status atau harta, tetapi karena iman yaitu Abraham, “Bapa orang beriman”. Iman Abraham dipuji Tuhan Yesus, diceritakan Paulus, dan dijadikan teladan penulis Ibrani. Mari telusuri tiga sorotan iman Abraham dan apa artinya bagi kita. 1️⃣ Iman yang Taat Saat Dipanggil Kejadian 12 : 1–4 Tuhan berkata, “Pergilah… ke negeri yang akan Kutunjukkan.” ...

Hanya Satu Jalan: Kebenaran di Tengah Dunia yang Relatif

🛐 JUDUL KHOTBAH: "Hanya Satu Jalan: Kebenaran di Tengah Dunia yang Relatif" ✍️ OUTLINE KHOTBAH: I. Pendahuluan: Dunia yang Bingung akan Kebenaran Realita dunia modern: semua agama dianggap sama (pluralisme), kebenaran dianggap relatif. Banyak orang Kristen pun mulai goyah, merasa tidak enak hati jika berkata "Hanya Yesus satu-satunya jalan." Pertanyaan utama: Apakah semua jalan menuju Allah? Atau hanya satu jalan yang benar? II. Definisi Singkat 5 Pandangan 1. Pluralisme: Semua agama sama benarnya, hanya jalan berbeda menuju Tuhan yang sama. 2. Inklusifisme: Hanya Yesus yang menyelamatkan, tapi orang yang tidak tahu Yesus bisa tetap diselamatkan jika tulus. 3. Relativisme: Tidak ada kebenaran absolut. Kebenaran tergantung pada budaya dan pribadi. 4. Universalisme: Semua orang pada akhirnya akan diselamatkan. 5. Eksklusifisme: Hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan, dan di luar Yesus tidak ada keselamatan. III. Dasar Alkitab: Hanya Eksklusifisme yang Benar A...