Langsung ke konten utama

OUTLINE KHOTBAH (MINGGU 15/06/2025)

CALL TO WORSHIP

Mazmur 133:1-3 (TB)  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. 


THEMA KHOTBAH : IMAN DUA KEPING, PERSEMBAHAN YANG MENGGERAKKAN SURGA.


📖 Markus 12:41-44 (TB) 

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

RENUNGAN/KHOTBAH 

Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Hari ini kita belajar dari seorang tokoh kecil, yang bahkan tidak disebut namanya. Tapi justru dia yang menjadi pusat perhatian Yesus.

Siapa dia?

Seorang janda miskin.


💥 Yesus Duduk Mengamati

Markus 12:41 mencatat bahwa Yesus sengaja duduk di depan peti persembahan, memperhatikan satu per satu orang yang datang memberi.

Orang-orang kaya datang membawa persembahan besar. Suara uang mereka ketika dijatuhkan pasti keras dan menarik perhatian. Tapi tiba-tiba datang seorang janda miskin—dan dia hanya membawa dua peser.

Yesus lalu memanggil murid-murid-Nya dan berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.” (Mrk. 12:43).


PENJELASAN & LATAR BELAKANG


📌 1. Konteks Sosial Janda di Zaman Yesus

Dalam budaya Yahudi abad pertama, janda adalah kelompok yang paling rentan. Mereka:

Kehilangan suami = kehilangan pelindung hukum dan ekonomi.

Jika tak punya anak laki-laki dewasa, mereka tidak bisa mewarisi atau bertahan hidup sendiri.

Hukum Musa memang memerintahkan agar janda dilindungi (Ul. 10:18; Yes. 1:17), tapi dalam praktik sosial mereka ditelantarkan dan dijadikan objek eksploitasi (Mrk. 12:40).

Karena itu, menjadi janda miskin adalah posisi paling rendah secara sosial dan finansial.

> Dalam struktur masyarakat patriarkal, janda bukan hanya miskin secara materi, tapi juga tak punya kuasa, suara, atau harapan.


📌 2. Dua Peser (Lepta): Arti Historis & Teologis

Lepta adalah koin terkecil yang dipakai dalam sistem mata uang Yahudi-Romawi.

2 lepta = 1 kodrantes (kuadran Romawi) = 1/64 dari upah harian seorang buruh.

Kalau UMR kita asumsikan Rp100.000/hari, 2 lepta itu setara dengan Rp1.500–2.000.

Tapi poin utama bukan nominalnya, melainkan totalitasnya:

Itu seluruh nafkahnya (Markus 12:44).

Dia memberi bukan dari kelebihan, tapi dari kepercayaan.

Janda itu tidak menyisakan untuk dirinya sendiri. Dia meletakkan hidupnya di altar, bukan hanya uangnya.


📌 3. Mengapa Yesus Duduk dan Mengamati?

Markus 12:41 mengatakan: "Yesus duduk..." – ini bukan tindakan pasif.

Ini adalah sikap observasi ilahi: Yesus tidak hanya melihat apa yang diberikan, tapi bagaimana hati seseorang saat memberi.

Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya diam-diam dengan cara memperhatikan: siapa yang benar-benar mengasihi Tuhan?


📌 4. Mengapa Persembahan Janda Ini Istimewa?

Karena Tuhan tidak melihat jumlah, tapi ketulusan.

Bayangkan seorang ibu rumah tangga hanya punya Rp10.000 di dompetnya. Tapi ketika ada yang lebih membutuhkan, dia tetap memberi Rp5.000.

Mungkin terlihat kecil. Tapi di mata Tuhan, itulah persembahan dengan iman.

Karena iman janda ini menyerahkan seluruh hidupnya. seperti Yesus sendiri yang nanti akan memberikan nyawa-Nya.

Persembahan janda ini adalah bayangan dari Injil: kasih yang total, tidak disisakan, tidak kompromi.

5. Berkat apa yang didapatkan oleh Si Janda ini?

Pertanyaannya sekarang adalah: Kalau janda miskin itu memberi seluruh nafkahnya, lalu bagaimana Tuhan memberkati dia? Apa bentuk “berkat” yang dia terima?

Jawabannya bisa kita bagi menjadi dua bagian:

A. Secara Teologis: Berkat bukan selalu materi, tapi penyertaan Allah

Alkitab tidak mencatat secara eksplisit bahwa janda itu kemudian jadi kaya atau diberi uang berlimpah oleh Yesus. Tapi justru di situ kekuatan ceritanya:

Berkat terbesar bukan uang, tapi bahwa Yesus memperhatikannya.

Bahkan nama dan kisahnya dicatat dalam Kitab Suci. Artinya, hidupnya menjadi pelajaran bagi seluruh dunia, sepanjang masa!

📖 Bandingkan dengan Amsal 15:16:

> "Lebih baik sedikit, disertai takut akan TUHAN, dari pada banyak harta dengan kecemasan."

Jadi, bentuk berkat itu adalah:

1. Janda ini diperhatikan Yesus

2. Namanya dicatat dalam Injil

3. Menjadi teladan kekal bagi umat Allah


B. Secara Naratif: Yesus tidak membiarkan umat-Nya terlantar

Ingat kata Yesus di Matius 6:26:

> “Pandanglah burung-burung di langit… Bapa di sorga memelihara mereka…”

Janda itu percaya bahwa Tuhan akan memeliharanya. Dan kita percaya: Tuhan tidak pernah mempermalukan orang yang berharap kepada-Nya.

Mungkin Tuhan menggerakkan seseorang untuk membantunya setelah itu. Mungkin murid-murid yang mendengar Yesus berkata begitu akhirnya memberi bantuan. Tapi Alkitab memang sengaja tidak menjelaskan — karena fokusnya adalah bukan hasilnya, tapi iman dan hati yang memberi.

Kalau dijelaskan bahwa dia jadi kaya, jemaat bisa salah paham dan berpikir: “Oh, jadi kalau saya kasih banyak, Tuhan pasti balas uang banyak juga.”

Tapi Tuhan justru ingin kita memberi karena kasih, bukan demi balasan.

3. Aplikatif: Tuhan tidak pernah tinggal diam atas iman umat-Nya

> “Saudara, Alkitab tidak mencatat apa yang terjadi dengan janda ini. Tapi satu hal kita tahu: Tuhan yang melihat persembahan kecilnya pasti juga menolong hidupnya. Karena Tuhan kita bukan hanya mencatat persembahan, Tuhan juga pemelihara hidup.

> “Kalau burung pipit tidak luput dari perhatian Tuhan, apalagi seorang janda miskin yang memberi seluruh hidupnya.”

💥 Rangkuman Formulasi Berkat si Janda:

Aspek Penjelasan

Dilihat Tuhan Yesus memperhatikannya secara langsung di bait Allah.

Dihargai Tuhan Yesus berkata: “Ia memberi lebih dari semuanya.”

Diabadikan Tuhan Kisahnya ditulis dalam Injil untuk dibaca sepanjang masa.

Dipercayai Tuhan Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang berharap pada-Nya.

Dipelihara Tuhan Walau tidak dicatat, Tuhan pasti mencukupkan kebutuhannya.


📌 5. Relevansi Hari Ini

Banyak orang Kristen hanya memberi dari kelebihan. Orang kaya memberi banyak, tapi tidak merasa kehilangan.

Janda miskin memberi sedikit, tapi seluruh hidupnya terlibat.

> “Tuhan tidak melihat besar kecilnya angka, tetapi dalamnya kasih dan iman.”

“Bukan seberapa besar uang kita, tapi seberapa dalam kepercayaan kita kepada Tuhan.”

Banyak gereja hanya menghargai donatur besar.

Tapi Yesus mencari orang kecil dengan iman besar.

Dunia mungkin lupa si janda, tapi Yesus mencatat kisahnya dalam Kitab Suci.


❤️ APLIKASI: PERTANYAAN UNTUK KITA

Mari kita bertanya hari ini:

1. Apakah kita memberi karena cinta atau karena kebiasaan?

2. Apakah kita menunggu berkecukupan dulu baru memberi?

3. Apakah kita berani memberi dari kekurangan dan percaya Tuhan cukup?

> Tuhan tidak minta kita menjadi orang kaya dulu. Tuhan mencari hati yang percaya.

Percaya bahwa ketika kita memberi, Tuhan sanggup memelihara.


✍️ REFLEKSI AKHIR

> Janda itu tidak punya nama, tidak punya harta, tidak punya kedudukan.

Tapi kisahnya dicatat selamanya dalam Kitab Suci.

Mengapa?

Karena Tuhan menghargai iman, bukan jumlah.

Tuhan menghargai kasih, bukan kemewahan.

Dan Tuhan mencari orang yang percaya penuh kepada-Nya.


🙏 DOA PENUTUP

> Tuhan yang Maha Kasih,

Kami datang di hadapan-Mu, seperti janda miskin itu—dengan tangan kosong, tapi dengan hati yang rindu percaya.

Ajar kami memberi dengan iman.

Bukan karena sisa, tapi karena kasih.

Bukan karena mampu, tapi karena percaya Engkau cukup.

Kami serahkan hidup dan persembahan kami kepada-Mu.

Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa.

Amin.


DOA BERKAT

"Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;

Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."

(Nyanyi: Kami memuji kebesaran-Mu)


AMIN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...

Obrolan Serius: Membongkar Kekeliruan Tritunggal yang Sering Diabaikan

Oleh : Dionisius Daniel   Kali ini saya kembali membagikan diskusi singkat saya dengan seseorang di Facebook yang diduga adalah fans atau pendukung fanatik dari Elia Myron.  Saya memang belakangan ini sedang menulis artikel mengkritisi ajaran Tritunggal Elia Myron, yang menurut saya telah menyimpang dan tanpa sadar "nyemplung" ke bidat-bidat yang sudah ditolak oleh para Bapa-Bapa Gereja kita. Seperti Sabelianisme atau Subordinasisme ala Unitarian. Sebenarnya diskusi/perdebatan ini berawal dari postingan foto Pdt Esra Soru di Facebook, tertanggal, Minggu 18/05/2025. Di foto itu tampak Pdt Esra sedang bersama Elia Myron. (fotonya saya jadikan wallpaper artikel ini) Saya lalu spontan berkomentar: "Pak Esra tolong ajari Elia Myron itu agar mengajar Tritunggal dengan benar, soalnya ajaran Tritunggal dan konsep keselamatannya telah menyesatkan banyak orang". Alhasil tak butuh waktu lama, komentar saya langsung ditanggapi oleh pengguna facebook lain yang diduga adalah fans...