Langsung ke konten utama

SIMBOL-SIMBOL DALAM LOGIKA


1. Negasi (¬)

Simbol ini digunakan untuk menyatakan "tidak" atau "bukan". Negasi digunakan untuk membalikkan kebenaran suatu proposisi.

Contoh:

P: "Hari ini hujan."

¬P: "Hari ini tidak hujan."

Jika proposisi P adalah benar, maka ¬P akan salah, dan sebaliknya.


2. Disjungsi (v)

Simbol disjungsi digunakan untuk menyatakan "atau" dalam logika. Disjungsi antara dua proposisi berarti bahwa salah satu dari keduanya harus benar, bisa juga keduanya benar.

Contoh:

P: "Saya akan pergi ke taman."

Q: "Saya akan pergi ke bioskop."

P v Q: "Saya akan pergi ke taman atau saya akan pergi ke bioskop."

Jika P atau Q benar, maka P v Q juga benar. Jika keduanya salah, maka P v Q salah.


3. Konjungsi (∧)

Simbol ini digunakan untuk menyatakan "dan" dalam logika. Konjungsi antara dua proposisi berarti bahwa kedua proposisi tersebut harus benar agar konjungsi tersebut benar.

Contoh:

P: "Saya belajar matematika."

Q: "Saya belajar fisika."

P ∧ Q: "Saya belajar matematika dan saya belajar fisika."

Jika kedua proposisi P dan Q benar, maka P ∧ Q benar. Jika salah satu dari keduanya salah, maka P ∧ Q salah.


4. Implikasi (→)

Simbol ini digunakan untuk menyatakan hubungan "jika... maka". Implikasi antara dua proposisi berarti bahwa jika proposisi pertama benar, maka proposisi kedua juga harus benar.

Contoh:

P: "Saya belajar dengan rajin."

Q: "Saya akan lulus ujian."

P → Q: "Jika saya belajar dengan rajin, maka saya akan lulus ujian."

Jika P benar dan Q juga benar, maka P → Q benar. Jika P benar dan Q salah, maka P → Q salah. Tetapi jika P salah, maka P → Q tetap benar, apapun keadaan Q.


5. Bicondisional (↔)

Simbol ini digunakan untuk menyatakan "jika dan hanya jika". Bicondisional menunjukkan bahwa kedua proposisi memiliki nilai kebenaran yang sama; keduanya benar atau keduanya salah.

Contoh:

P: "Saya lulus ujian."

Q: "Saya memperoleh nilai A."

P ↔ Q: "Saya lulus ujian jika dan hanya jika saya memperoleh nilai A."

Jika P benar, maka Q harus benar, dan sebaliknya. Jika keduanya salah, maka P ↔ Q juga salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...