Langsung ke konten utama

πŸ’₯

Mengapa Clark Meragukan Pengamatan Inderawi

Clark memang sangat ragu terhadap pengamatan inderawi sebagai dasar pengetahuan. Ini adalah salah satu ciri khas dari epistemologi rasionalis milik Gordon H. Clark, dan menjadi titik perbedaan utama antara dia dan banyak filsuf atau ilmuwan modern yang menekankan empirisme (pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi).

Alasan pertama bagi Clark adalah:

Indera kita sering menipu dan sering berbeda antara satu orang dan lainnya. Sama seperti kita melihat fatamorgana? Atau pikir pesawat terbang, tapi ternyata burung?

Kedua, indera tidak langsung memberikan makna.

Saat kita melihat bayangan bulat di bulan, kita tidak otomatis tahu itu bayangan bumi. Kita harus menafsirkan pengalaman itu dengan teori tertentu. Jadi pengalaman inderawi perlu ditafsirkan, dan tafsiran itu tidak netral.

Ketiga, indera tidak bisa menjamin kebenaran mutlak.

Apa yang kita lihat hari ini bisa berbeda besok. Sains juga berubah, karena data baru atau penafsiran baru dari “fakta”. Maka bagi Clark, dasar pengetahuan bukan indera, tapi firman Tuhan.

Clark percaya bahwa:

"Satu-satunya sumber pengetahuan yang pasti, benar, dan tidak berubah adalah wahyu Tuhan dalam Alkitab."

Inilah dasar dari epistemologi Clarkian. Bukan empirisme (seperti sains modern). Bukan rasionalisme murni sekuler (seperti Descartes atau Spinoza). Tapi rasionalisme Kristen: logika yang bekerja dalam dan dari wahyu Tuhan.

Kesimpulan:

Clark sangat skeptis terhadap indera sebagai fondasi pengetahuan, karena:

Indera bisa salah.

Indera butuh teori untuk diinterpretasi.

Indera tidak bisa memberikan kepastian.

Sebaliknya, dia mendorong kita untuk membangun pengetahuan hanya dari:

"Premis-premis yang diwahyukan Tuhan dalam Alkitab, ditarik melalui logika deduktif."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disiniπŸ‘‡ Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

πŸ“œ KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...