Langsung ke konten utama

FAKTA DAN TEORI MENURUT GORDON CLARK

Kamu Bilang Itu Fakta? Clark Bilang Itu Cuma Tafsiran

Gordon Clark mengajak kita untuk berpikir lebih dalam tentang apa itu fakta, dan apakah mungkin ada fakta yang benar-benar murni, netral, atau absolut, seperti yang sering diklaim dalam sains.

Banyak orang menganggap fakta itu jelas dan netral. Orang-orang praktis sering berkata: “Saya nggak peduli teori-teori, saya cuma mau fakta!”

Clark mengatakan: hati-hati dengan cara berpikir seperti itu. Mengapa? Pertama, karena menurut Clark fakta tidak berdiri sendiri. Fakta selalu dipahami lewat teori. Misalnya:

“Bumi itu bulat.”

Kelihatannya ini fakta. Tapi, apa dasar kita mengatakan itu fakta? Clark menunjukkan bahwa kita menyimpulkan "bumi itu bulat" dari beberapa indikasi atau petunjuk (evidence), misalnya:

Saat gerhana bulan, bayangan Bumi tampak bulat atau dari pengamatan para pelaut dan astronomi. Namun yang sebenarnya terlihat secara langsung itu bayangan melengkung, bukan "kebulatan bumi".

Jadi, yang terlihat langsung (pengamatan) adalah bayangan bulat pada bulan. Tapi yang disimpulkan dari pengamatan adalah bumi bulat. Artinya, “bumi bulat” bukan fakta langsung, tapi kesimpulan teori dari data-data yang kita kumpulkan.

Clark lalu mempertanyakan: Apa itu fakta sebenarnya? Kalau begitu, apa yang bisa disebut fakta sejati?

Apakah “ada bentuk bayangan bulat di bulan” itu fakta? Tapi itu juga bisa diinterpretasikan berbeda.

Bahkan ketika seseorang melihat burung di langit dan menyangkanya pesawat, lalu sadar itu burung, ini menunjukkan bahwa fakta juga bisa keliru kalau kita tidak hati-hati dengan interpretasi kita.

Kesimpulan Clark: “Fakta” itu tidak netral, kita selalu melihatnya melalui ‘kacamata teori’. Dengan kata lain, "Tidak ada ‘fakta murni’ yang bisa kita pegang tanpa terlebih dahulu kita memahaminya melalui teori atau penafsiran."

Itulah kenapa Clark sebagai seorang filsuf Kristen tidak percaya bahwa kita bisa membangun pengetahuan hanya dari "fakta netral" tanpa iman atau asumsi awal.

Ini juga menyerang pendekatan sains modern yang seolah-olah bisa netral dan bebas dari "teori", padahal faktanya tidak bisa begitu.

Ilustrasi sederhana seperti ini:

Misalnya kamu melihat sesuatu di kejauhan. Itu terlihat panjang dan putih. Kalau kamu di dapur, kamu menyimpulkan itu sendok. Kalau kamu di rumah sakit, kamu menyimpulkan itu alat medis. Kalau kamu di ladang, kamu pikir itu tulang binatang. Fakta penglihatan sama, tapi kesimpulan berbeda tergantung “kerangka berpikir” (teori).

Kesimpulan akhir:

Gordon Clark mau bilang:

"Jangan terlalu percaya bahwa kamu bisa pegang “fakta murni” tanpa terlibat dengan penafsiran atau teori. Semua pengamatan kita sudah dibentuk oleh cara kita berpikir dan asumsi dasar kita."

Dan karena itu bagi Clark tanpa dasar firman Tuhan, tidak ada “fakta” yang bisa dimengerti secara benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...