Langsung ke konten utama

TEOLOGI PROPER 10: THE WILL OF GOD (KEHENDAK ALLAH)

Teologi Proper 10: The Will of God (Kehendak Allah)

Penjelasan Doktrin:

Kehendak Allah mengacu pada keinginan atau rencana-Nya yang ditetapkan untuk segala sesuatu dalam ciptaan-Nya. Ini mencakup kedua aspek kehendak Allah yang aktif dan pasif:

1. Kehendak aktif Allah (Sovereign Will): Ini adalah kehendak Allah yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Tidak ada yang dapat menggagalkan rencana Allah. Semua yang terjadi sesuai dengan rencana dan tujuan Allah, meskipun manusia diberi kebebasan untuk membuat pilihan.

2. Kehendak pasif Allah (Permissive Will): Ini adalah bagian dari kehendak Allah yang mengizinkan hal-hal terjadi, bahkan jika itu bertentangan dengan hukum moral-Nya, untuk tujuan yang lebih tinggi. Ini juga berhubungan dengan dosa dan penderitaan yang ada di dunia, yang meskipun Allah tidak menginginkannya, tetapi Ia mengizinkan untuk terjadi sebagai bagian dari rencana keseluruhan-Nya.

Alkitab mengajarkan bahwa Allah memiliki kehendak yang sempurna, dan apa pun yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang baik dan adil.

Beberapa ayat yang mendukung konsep kehendak Allah antara lain:

Efesus 1:11: "Dalam Dia kita juga telah menjadi waris, yang ditentukan dari dahulu menurut maksud Allah, yang membuat segala sesuatu sesuai dengan keputusan kehendak-Nya."

Matius 6:10: "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."

Roma 12:2: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, supaya kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Pandangan dari Worldview Lain:

1. Pandangan Deisme:

Dalam Deisme, Allah dianggap sebagai pencipta yang mengatur hukum alam semesta dan kemudian membiarkan dunia berfungsi secara otomatis. Allah tidak terlibat langsung dalam urusan dunia atau kehendak-Nya tidak berfungsi dalam interaksi sehari-hari dengan ciptaan-Nya. Ini berarti bahwa tidak ada pengaruh langsung dari kehendak Allah atas keputusan individu atau keadaan dunia.

2. Pandangan Islam:

Dalam ajaran Islam, kehendak Allah (qadar) sangat ditekankan. Allah diyakini sebagai yang mengatur segala sesuatu, termasuk takdir manusia. Dalam pandangan ini, segala sesuatu yang terjadi sudah ditentukan oleh Allah sejak awal waktu (takdir). Manusia memiliki kebebasan untuk bertindak, tetapi pada akhirnya, apa yang terjadi di dunia ini sudah sesuai dengan kehendak Allah yang mutlak.

3. Pandangan Filosofis Humanisme:

Dalam Humanisme, konsep kehendak Allah hampir tidak ada, karena paham ini menekankan kemandirian manusia dan kebebasan individu dalam menentukan takdir mereka sendiri tanpa intervensi ilahi. Ini lebih berfokus pada kehendak manusia sebagai pusat kehidupan moral dan keputusan.

Reductio ad Absurdum terhadap Deisme:

Jika Allah hanya menciptakan dunia dan kemudian membiarkan dunia berfungsi tanpa intervensi langsung, maka dunia ini akan menjadi seperti sebuah jam yang terbuat dan kemudian ditinggalkan. Tanpa kehadiran aktif Allah dalam kehendak-Nya, kita tidak dapat menjelaskan berbagai fenomena moral atau etika yang terjadi dalam kehidupan manusia. Bagaimana kita bisa membedakan antara yang benar dan salah, atau yang baik dan buruk, jika tidak ada pengaruh dari Allah dalam keputusan kita?

Reductio ad Absurdum terhadap Islam:

Jika segala sesuatu yang terjadi sudah ditentukan oleh takdir Allah, maka tidak ada tempat bagi kebebasan manusia dalam membuat keputusan moral yang benar atau salah. Jika Allah sudah menentukan segala hal, maka penderitaan dan dosa yang ada di dunia ini bisa menjadi tak bermakna dan manusia akan merasa tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Pandangan ini bertentangan dengan pengalaman kita bahwa kita memiliki pilihan moral yang bertanggung jawab.

Reductio ad Absurdum terhadap Humanisme:

Jika manusia adalah satu-satunya yang menentukan takdir mereka tanpa intervensi Allah, maka tanpa ada standar moral absolut, apa yang dianggap baik atau buruk akan sangat tergantung pada pandangan pribadi atau budaya. Ini membuka jalan bagi relativisme moral yang bisa menyebabkan kekacauan sosial dan moral, karena tidak ada dasar yang tetap untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...