Ceritakan secara singkat fenomena orang Kristen yang berpindah ke agama lain, terutama Islam (mualaf), yang akhir-akhir ini marak di media sosial.
Tanyakan secara reflektif: Mengapa ini terjadi? Apakah iman mereka palsu? Apakah gereja telah gagal?
II. Kebenaran dari Firman Tuhan
Ayat utama:
1 Yohanes 2:19 — “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita...”
Yohanes 10:27-29 — “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka...”
Roma 8:29-30 — Rangkaian ordo salutis (rantai keselamatan)
III. Pandangan Calvinis terhadap Iman dan Murtad
Pemilihan Kekal (Election): Allah telah memilih umat-Nya sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4-5).
Ketekunan Orang Kudus (Perseverance of the Saints): Mereka yang sungguh-sungguh diselamatkan tidak akan pernah benar-benar murtad (Filipi 1:6).
Penjelasan bahwa tidak semua yang mengaku percaya adalah benar-benar orang pilihan (Matius 7:21-23).
IV. Mengapa Mereka Meninggalkan Iman Kristen?
Iman yang dangkal atau palsu (Markus 4:16-17 — benih di tanah berbatu).
Kekecewaan terhadap gereja atau orang Kristen.
Tertarik pada sistem agama lain yang kelihatan lebih tertib, sederhana, atau menjawab kebutuhan emosional.
Tidak pernah mengalami kelahiran baru yang sejati.
V. Sikap Kita: Jangan Terkejut, Tapi Berdoa dan Teguh
Jangan panik: ini bukan berarti kekristenan kalah, tapi Allah sedang menyaring umat-Nya.
Doakan mereka — jika mereka memang domba Tuhan, mereka akan kembali.
Fokus pada penginjilan dan penggembalaan yang setia, bukan angka.
Galatia 6:1 — Jika ada yang jatuh, pulihkan dengan lemah lembut.
VI. Penutup dan Aplikasi Pribadi
Introspeksi: Apakah aku sungguh-sungguh milik Kristus?
Penguatan: Bersyukur atas anugerah yang memampukan kita bertahan.
Komitmen: Pegang teguh iman, dan doakan yang tersesat.
I. Ayat-Ayat Kuat: Keselamatan Tidak Bisa Hilang (Perseverance of the Saints)
Yohanes 10:27-29
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya... tidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku."
Jelas menyatakan jaminan kekal dari Kristus sendiri.
Roma 8:29-30
“... mereka yang dipilih-Nya, mereka juga dipanggil... dibenarkan... dimuliakan.”
Rantai emas keselamatan ini tidak bisa diputus.
Filipi 1:6
“Dia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.”
Allah konsisten menyelesaikan apa yang Dia mulai.
Efesus 1:13-14
“... dimeteraikan dengan Roh Kudus... sebagai jaminan bagian kita.”
Roh Kudus sebagai meterai kekal, bukan sementara.
Ibrani 7:25
“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh-Nya datang kepada Allah.”
Yesus menyelamatkan bukan sebagian, tapi dengan sempurna.
II. Bantahan terhadap Ayat-Ayat yang Tampaknya Menunjukkan Keselamatan Bisa Hilang
1. Ibrani 6:4-6
“Sebab mereka yang pernah diterangi... tetapi murtad lagi, tidak mungkin diperbarui sekali lagi...”
Bantahan Calvinis:
Ini berbicara tentang pengalaman eksternal orang-orang yang hanya merasakan anugerah, tapi tidak diselamatkan sungguh-sungguh.
Ayat 9 memberi petunjuk: “Tetapi tentang kamu, hai saudara-saudaraku yang kekasih, kami yakin, bahwa kamu memiliki yang lebih baik, yaitu yang disertai keselamatan.”
=> Jadi yang murtad itu bukan orang yang benar-benar selamat.
2. Matius 7:21-23
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga...”
Bantahan Calvinis:
Ini tidak menunjukkan keselamatan hilang, tetapi bahwa tidak semua pengakuan iman itu tulus.
Mereka tidak pernah dikenal oleh Yesus (“Aku tidak pernah mengenal kamu”), artinya tidak pernah sungguh-sungguh selamat.
3. Yohanes 15:6
“Jika seseorang tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang... seperti ranting dan menjadi kering...”
Bantahan Calvinis:
Ranting yang dibuang itu adalah orang yang hanya ‘tergantung’ secara luar, bukan ranting sejati.
Seperti Yudas, yang bersama Kristus tapi tidak sungguh-sungguh di dalam Kristus.
4. Galatia 5:4
“Kamu lepas dari Kristus, kamu yang ingin dibenarkan oleh hukum Taurat...”
Bantahan Calvinis:
Paulus memperingatkan tentang bahaya legalisme, bukan mengatakan mereka kehilangan keselamatan.
Bisa juga dipahami sebagai orang yang menyatakan iman, tapi berbalik dari Injil, dan menunjukkan bahwa mereka tidak pernah benar-benar dalam kasih karunia.
5. Yehezkiel 18:24
“Jika orang benar berbalik dari kebenarannya dan berbuat jahat... ia akan mati.”
Bantahan Calvinis:
Ini berbicara tentang kebenaran secara sipil atau moral, bukan keselamatan kekal.
Dalam konteks Perjanjian Lama, “mati” bisa berarti hukuman temporal, bukan kehilangan keselamatan.
Kesimpulan Calvinis
Jika seseorang diselamatkan secara sejati, maka anugerah itu kekal dan tidak akan ditarik kembali.
Mereka yang jatuh dan tidak kembali, tidak pernah sungguh-sungguh selamat sejak awal (1 Yohanes 2:19).
Ayat-Ayat Tambahan: Keselamatan Tidak Bisa Hilang
Yohanes 6:37-39
“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang... Aku tidak kehilangan seorang pun dari semua yang telah diberikan kepada-Ku.”
Yesus sendiri bilang Ia tidak akan kehilangan orang-orang yang telah diberikan oleh Bapa.
Yohanes 17:11-12
“...peliharalah mereka dalam nama-Mu... Tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa, selain dari dia yang telah ditentukan untuk binasa...”
Yesus berdoa agar yang benar-benar milik-Nya dipelihara, dan hanya Yudas (yang memang bukan domba) yang binasa.
Roma 11:29
“Sebab karunia dan panggilan Allah tidak dapat ditarik kembali.”
Panggilan efektif Allah itu final dan tidak dibatalkan.
1 Korintus 1:8-9
“Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya... Allah adalah setia...”
Yang menjaga sampai akhir itu bukan kekuatan manusia, tapi kesetiaan Allah.
1 Tesalonika 5:23-24
“...Kiranya Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya... Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya.”
Janji bahwa Allah sendiri yang akan menyelesaikan proses kekudusan kita.
2 Timotius 1:12
“Aku tahu kepada siapa aku percaya, dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku sampai pada hari Tuhan.”
Paulus tidak mengandalkan dirinya sendiri, tapi kuasa pemeliharaan Allah.
1 Petrus 1:3-5
“...Kita dilahirkan kembali... kepada suatu warisan... yang tersimpan di surga bagi kamu, yaitu kamu yang dipelihara dalam kekuatan Allah oleh imanmu...”
Warisan kekal dijaga oleh kekuatan Allah, bukan oleh usaha manusia.
Yudas 1:24
“Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya kamu jangan tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bercacat...”
Tuhan yang menjaga, bukan kita yang menjaga diri kita.
Catatan Tambahan:
Calvinisme menekankan bahwa:
Keselamatan adalah pemberian Allah yang sepenuhnya berdasarkan kasih karunia, bukan hasil usaha manusia (Efesus 2:8-9).
Maka jika manusia tidak dapat “mendapatkan” keselamatan lewat perbuatan, ia juga tidak dapat “kehilangan” keselamatan itu karena perbuatan.
Namun ini tidak berarti kita bebas berbuat dosa (Roma 6:1-2), sebab mereka yang benar-benar diselamatkan akan memperlihatkan buah pertobatan dan ketekunan.
ILUSTRASI TENTANG KESELAMATAN TAK AKAN BISA HILANG
1. Ilustrasi Genggaman Bapa dan Anak
Bayangkan seorang ayah menggandeng tangan anak kecil di tengah jalan ramai dan bahaya.
Kalau cuma si anak yang pegang tangan ayah, mungkin dia bisa terlepas. Tapi kalau si ayah yang menggenggam tangan anaknya erat-erat, maka anak itu aman, walaupun kadang goyah atau hampir jatuh.
Begitu juga kita: bukan kita yang menjaga keselamatan kita, tapi Bapa di surga yang menggenggam kita erat-erat (Yoh 10:28-29).
2. Ilustrasi Surat Kepemilikan dari Raja
Seseorang diangkat jadi bangsawan oleh raja dan diberi surat keputusan resmi. Walau dia kadang bersalah atau lemah, statusnya tetap bangsawan, karena ditentukan oleh otoritas sang raja, bukan oleh kelayakan dirinya.
Keselamatan adalah dekrit Tuhan, bukan hasil nilai rapor rohani kita. Kalau Tuhan sudah tetapkan, siapa bisa batalkan? (Roma 8:33)
3. Ilustrasi Tiket Pesawat First Class dari Orang Kaya
Kamu dikasih tiket pesawat first class langsung oleh pemilik maskapai. Tiket itu tidak bisa dibeli dengan uangmu sendiri. Bahkan kalau kamu tampak tidak layak, tiket itu masih tetap berlaku karena berasal dari anugerah orang lain.
Keselamatan adalah tiket surgawi yang Tuhan sendiri kasih lewat Kristus — dan Dia yang akan pastikan kita sampai tujuan (Filipi 1:6).
4. Ilustrasi Anjing Pelacak vs Anjing Hias
Ada dua anjing: yang satu cuma anjing hias yang gampang kabur dan tak punya loyalitas, tapi yang satu lagi anjing pelacak yang sudah dilatih dan ditandai secara khusus, dan tidak akan meninggalkan tuannya.
Orang percaya sejati adalah seperti domba Kristus yang ditandai dan dilatih oleh Roh Kudus, dan tidak akan binasa (Yoh 10:27-28, 1 Yoh 2:19).
5. Ilustrasi Bayi yang Diadopsi dan Diwarisi
Ketika seorang bayi diadopsi oleh seorang ayah yang kaya, ia mendapat nama baru, rumah baru, dan warisan baru. Walau dia belum bisa “berkontribusi”, hak anak tetap miliknya.
Kita diadopsi oleh Bapa melalui Kristus (Efesus 1:5). Sekali anak, tetap anak. Bukan anak kontrakan!.
1. AYAT-AYAT YANG DIPAKAI UNTUK ARGUMEN “NAMA DIHAPUS”
Berikut ayat-ayat yang sering dikutip:
a. Wahyu 3:5
“Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku...”
Kesan awal: Seolah-olah kalau tidak menang, maka namanya bisa dihapus.
2. PENJELASAN DAN BANTAHANNYA (DALAM KERANGKA CALVINISME)
a. Wahyu 3:5 justru janji, bukan ancaman.
Kalimatnya adalah bentuk penguatan dan jaminan, bukan peringatan. Yesus berkata: “Aku tidak akan menghapus namanya” — itu janji kepada orang yang menang, yaitu mereka yang sungguh-sungguh percaya dan dipelihara oleh Allah sampai akhir (Filipi 1:6).
Kalimat ini bukan berarti “ada kemungkinan dihapus”, tapi justru “AKU TIDAK AKAN” — menegaskan keamanan kekal bagi orang percaya sejati.
b. Istilah “Kitab Kehidupan” bisa berarti dua hal tergantung konteks.
Dalam beberapa konteks, “Kitab Kehidupan” bisa berarti daftar semua orang hidup (Mazmur 69:28). Orang bisa dihapus karena mati secara fisik atau dihukum secara nasional (bukan keselamatan kekal).
Dalam konteks keselamatan kekal, “Kitab Kehidupan Anak Domba” hanya berisi mereka yang dipilih sejak semula (Wahyu 13:8, 17:8) — dan tidak pernah disebut ada yang dihapus dari kitab ini.
c. Konsep “menghapus nama” bisa gaya bahasa antropomorfik atau simbolik.
Dalam konteks nubuatan atau simbol apokaliptik seperti kitab Wahyu, bahasa simbolik sering dipakai. “Menghapus nama” bisa berarti penghukuman atau pengucilan — bukan secara literal mengubah keputusan Allah yang kekal.
Calvin menekankan bahwa orang pilihan Allah tidak mungkin gagal sampai akhir, karena pemilihan itu kekal dan tidak bersyarat.
3. Ayat Tambahan Pendukung (Bantahan Tidak Bisa Kehilangan)
Wahyu 13:8 – “...namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan.”
Yang tidak percaya memang tidak pernah tertulis, bukan dihapus.
Wahyu 17:8 – “...orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak dunia dijadikan...”
Kitab ini sudah tetap sejak kekekalan.
Lukas 10:20 – “...bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”
Bukan bersukacita karena bisa bertahan, tapi karena sudah tercatat, sebagai tanda jaminan keselamatan kekal.
KESIMPULAN:
“Nama dihapus dari Kitab Kehidupan” tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim keselamatan bisa hilang.
Dalam pemahaman Calvinis, orang yang benar-benar lahir baru tidak akan pernah dihapus, karena nama mereka sudah ditulis sejak kekekalan dalam kitab yang ditulis oleh Anak Domba sendiri.
Ilustrasi 1: Sutradara & Pemain Film (Versi Calvinis)
Bayangin Tuhan itu seperti sutradara agung yang sedang menyusun sebuah film besar yang berjudul “Sejarah Penebusan”. Sebelum syuting dimulai, Tuhan sebagai sutradara sudah menentukan plot, akhir cerita, dan siapa saja tokoh utamanya.
Dia punya naskah yang sudah selesai ditulis dari kekekalan. Dalam naskah itu, tertulis siapa saja pemeran utama (yaitu orang-orang pilihan yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba). Tuhan tahu siapa yang akan “berperan” sampai akhir, dan siapa yang sebenarnya cuma figuran.
Para figuran ini mungkin tampil seolah-olah bagian dari cerita utama, tapi mereka tidak tertulis dalam naskah akhir. Maka ketika mereka “keluar dari panggung”, itu bukan karena mereka “dihapus”, tapi memang sejak awal tidak tertulis sebagai peran utama.
Hubungannya dengan Ayat Wahyu 3:5 dan Wahyu 13:8
Wahyu 3:5: Tuhan berkata, “Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan”. Itu janji kepada pemain utama yang memang sudah ditulis dari kekekalan.
Wahyu 13:8: Nama-nama yang tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba sejak dunia dijadikan, menunjukkan bahwa naskah ini sudah fix dari awal — bukan ditulis ulang atau diedit.
Pesan Teologis:
Dalam skenario Tuhan, tidak ada “aktor utama” yang akan gagal di tengah jalan, karena Sang Sutradara memastikan mereka diberi kekuatan untuk menyelesaikan perannya sampai tuntas (Filipi 1:6).
“Dihapus dari kitab kehidupan” hanya berlaku bagi mereka yang nampak seolah-olah bagian dari cerita, tapi tidak pernah benar-benar tertulis dalam naskah utama.
Ilustrasi 2: Sang Sutradara dan Naskah yang Tak Pernah Berubah
Bayangkan kita sedang menonton sebuah film. Di tengah adegan, ada seorang tokoh — sebut saja namanya Andi — yang tampak seperti hendak keluar dari rumah. Ia berdiri, membuka pintu, melangkah setengah badan keluar. Tapi lalu, ia berhenti. Ia menarik napas, memikirkan sesuatu, lalu... menutup pintu dan kembali masuk ke rumah.
Penonton yang melihat itu mungkin berkata,
"Wah, Andi tadinya mau keluar, tapi berubah pikiran."
Seolah-olah ada perubahan dalam diri Andi, seolah-olah jalan cerita hampir berubah.
Tapi bagi sang sutradara, bagi penulis skenario, tidak ada yang berubah. Semuanya sudah tertulis seperti itu sejak awal. Adegan “Andi mau keluar tapi batal” memang bagian dari cerita. Tidak ada improvisasi. Tidak ada editan mendadak. Tidak ada perubahan naskah.
Begitu juga dengan hidup orang percaya. Dari luar, kita kadang melihat seseorang yang tampaknya meninggalkan iman. Ia ragu, goyah, jatuh dalam dosa. Kita mungkin berpikir, “Oh, dia kehilangan keselamatan.” Tapi jika ia akhirnya kembali kepada Tuhan, bertobat, dan tetap beriman sampai akhir, itu bukan karena ia berhasil menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan karena Allah sudah menulis naskah hidupnya sejak kekekalan.
Bagi Allah, Sang Sutradara, tidak ada kejutan. Nama-nama yang ditulis dalam Kitab Kehidupan tidak pernah berubah. Dan siapa yang sungguh-sungguh milik Kristus akan dipelihara sampai akhir.
Ayat Penutup:
"Sebab mereka yang Ia kenal dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula..." (Roma 8:29)
"...yang memulai pekerjaan baik dalam kamu akan meneruskannya sampai pada akhirnya..." (Filipi 1:6)
2 Timotius 1:14 (TB)
“Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan kepadamu, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”
Komentar
Posting Komentar