Langsung ke konten utama

MEMBUNGKAM CELOTEH DAN KEBODOHAN EDY PRAYITNO SANG MUALAF ODONG-ODONG

Oleh: Arianto Tasey

Rupanya Edy Prayitno sang mualaf odong-odong tidak menerima ketika kebodohannya dalam membaca dan mengutip ayat Alkitab untuk mendukung asumsi liarnya bahwa sebutan “Ibu” dalam Yohanes 20:15 itu adalah kepada Maria ibu Yesus, telah dibungkam oleh pendeta Esra Soru.

Dalam sesi Tanya jawab pada momen debat lintas agama yang diselenggarakan oleh “MUALAF CENTER AYA SOFYA” pada tanggal 30 Juli 2024 yang lalu, Pendeta Esra Soru secara mantap membungkam kebodohan Prayitno. Pendeta Esra Soru memberikan argumentasi dari ayat Firman Tuhan bahwa sapaan “Ibu” dalam teks tersebut bukanlah kepada Maria ibu Yesus tetapi kepada Maria Magdalena.

Dari mana kita mengetahuinya? Ayat 1 dari Yohanes 20 secara eksplisit memberitakan bahwa Maria Magdalena lah yang disebut di sana.

Yohanes 20:1 “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur”.

Ayat itu jelas menyebut nama Maria Magdalena bukan Maria ibu Yesus. Rupanya si mualaf odong-odong ini tidak puas dan kembali membuat video bantahan untuk tetap mempertahankan klaim bodoh tanpa dasar bahwa sebutan “Ibu” dalam Yohanes 20:15 itu adalah Maria ibu Yesus.

Pokoknya harus Maria ibu Yesus (jangan Maria yang lain) walau klaimnya adalah klaim bodoh dan ngotot. Nanti di akhir tulisan ini beta akan pertontonkan kebodohan dan klaim kosong si mualaf odong-odong ini.

Mari simak pernyataan Prayitno dalam videonya yang berdurasi 10 menit 21 detik.


Prayitno semakin menunjukkan ngelesnya dengan mengajukan pertanyaan lain: Siapa dan berapa orang yang datang ke kubur Yesus berdasarkan 4 injil?

Prayitno sampaikan bahwa 2 injil mengatakan yang bersama Maria Magdalena termasuk ibu Yesus di sana karena ditulis ibu Yakobus. Dia kemudian melanjutkan asusmsi bodohnya dengan mengutip Matius 13:55 ada nama Yakobus yang adalah saudara Yesus.

Jadi konsekuensi berpikir mualaf odong-odong ini hendak mengatakan bahwa setiap kali ada nama Yakobus di dalam Alkitab pasti itu sedang merujuk kepada Yakobus saudara Yesus seperti yang disaksikan di dalam Matius 13:55. 

Ini sama ngototnya ketika bertemu dengan nama Maria dalam Alkitab sudah sangat pasti, otomatis dan harus menunjuk kepada Maria ibu Yesus. Ini namanya klaim bodoh dan ngotot. 

Perhatikan si mualaf odong-odong ini kembali mempertontonkan kebodohannya dengan mengutip Lukas 24:10, karena ada nama dan Maria ibu Yakobus. Lagi-lagi Prayitno menyajikan kebodohan di sini. Beta bilang ini hanyalah klaim bodoh dari ustad Edy Prayitno sang mualaf odong-odong.

Mari kita perhatikan. Apakah nama Yakobus dalam Alkitab sudah otomatis pasti merujuk kepada Yakobus salah satu dari saudara Yesus? (baca Matius 13:55). Adakah nama Yakobus yang merujuk kepada pribadi lain? Jawabannya sederhana: Tentu ada dong. 

Buktinya Alkitab secara eksplisit memberikan kesaksian bahwa ada Yakobus-Yakobus yang lain selain Yakobus saudara Yesus. Nama-nama itu di antaranya: 

1. Yakobus anak Zebedeus salah satu murid Yesus (Matius 4:21)

2. Yakobus anak Alfeus (Matius 10:3; Markus 3:18 dan Lukas 6:15)

3. Yakobus, ayah dari Yudas. (Perhatikan Yudas yang disebut di sini bukan Yudas Iskariot. Lukas 6:16; Kisah Para rasul 1:13)

Dengan demikian klaim bodoh Edy Prayitno terbantahkan sebab ada nama Yakobus lain yang tidak menunjuk pada diri Yakobus saudara Yesus. Jadi clear klaim bodoh Prayitno terbantahkan di sini. Lalu siapa Maria ibu Yakobus dalam Markus 16:1 dan Lukas 24:10 yang dicomot secara bodoh oleh si mualaf odong-odong ini? 

Apakah Maria ibu Yakobus yang disebut di Markus 16:1 itu adalah Maria ibu Yesus? Jawabannya adalah TIDAK. Beginilah akibatnya kalau baca alkitab secara terbalik, hasilnya adalah klaim seenak udel tanpa dasar yang kuat. Perhatikan konteksnya, Maria ibu Yakobus yang disebutkan dalam teks itu adalah orang yang sama dengan Maria ibu Yakobus Muda yang disebutkan dalam Markus 15:40. 

Maria ibu Yakobus inilah seorang perempuan yang setia mengikut Yesus dan ikut menyaksikan penyaliban Yesus. Jadi jelas bahwa Maria ibu Yakobus yang dimaksukan dalam Markus 16:1 tidak menunjuk kepada Maria ibu Yesus, tetapi kepada perempuan lain yang bernama Maria.

Pada prinsipnya dalam konteks ini klaim bodoh Edy Prayitno gugur. Bahkan dengan tidak tahu malunya Edy Prayitno mengatakan bahwa Matius, Lukas dan Yohanes menjiplak dari tulisan Markus, sebab Markus adalah injil yang pertama kali ditulis.

Okelah kalaupun si mualaf odong-odong ini tetap ngeyel, ngotot dan bodoh untuk pertahankan klaim kosongnya bahwa sebutan “Ibu” dalam Yohanes 20:15 itu pasti otomatis dan harus menunjuk pada Maria ibu Yesus karena ada dialog di sana dan karena Maria Magdalena tidak pernah dipanggil dengan sebutan “Ibu” walaupun konteks ini sudah dijawab tuntas oleh Pdt. Esra Soru dalam sesi Tanya jawab itu.

Namun rupanya Prayitno tetap saja kekeh dengan asumsi bodohnya sehingga menurut dia teks itu sedang menunjuk kepada Maria ibu Yesus. Lagi-lagi ini klaim bodoh dari seorang mualaf yang mencomot satu ayat saja tanpa memahami keseluruhan konteks dari perikop tersebut maka hasilnya adalah memberikan kesimpulan-kesimpulan bodoh. 

Jikalau Prayitno tetap bodoh dan bilang Yohanes 20:15 untuk sebutan “Ibu” adalah kepada Maria ibu Yesus dan bukan kepada Maria Magdalena, maka di sinilah letak kebodohan Edy Prayitno sebab dia tidak membaca ayat-ayat itu secara tuntas. Dan ternyata Yohanes 20:18 itu “Menampar” muka si mualaf odong-odong secara berulang-ulang.

Ayat itu jelas saksikan bahwa setelah percakapan antara Yesus dengan Maria terjadi ayat 18 sekali lagi secara terang benderang mencatat: “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan! dan juga bahwa Dia yang menyatakan hal-hal itu kepadanya”.

Tindakan Maria Magdalena pergi karena setelah mendengarkan perintah Yesus dalam ayat 17 itu. Pertanyaan beta kepada Edy Prayitno si mualaf odong-odong nan paok ini: Kalau anda ngotot untuk bilang Yohanes 20:15 itu adalah Maria ibu Yesus, maka bagaimana dengan ayat 18 dari pasal yang sama bahwa Maria Magdalena yang pergi memberikan kesaksian kepada murid-murid yang lain dan bukan Maria ibu Yesus. Anda mau kemanakan ayat 18 yang secara gamblang menyebutkan nama Maria Magdalena di sana?

Ataukah anda membaca alkitab secara terbalik, dengan posisi kepala di bawah dan kedua kaki ke atas dan atau juga anda membaca alkitab dengan posisi nungging sehingga dengan bodohnya mengklaim bahwa sapaan “Ibu” dalam Yohanes 20:15 adalah merujuk kepada Maria ibu Yesus. 

Dan kebodohan yang sama anda mengutip an-Nisa 157 dari alqur’anmu yang tidak ada sedikitpun kaitannya dengan kitab suci (Alkitab) kami dan dengan bodoh mengklaim bahwa ayat alqur’anmu tergenapi dalam kitab suci kami. Ini bodoh namanya.

Sekarang malah anda berusaha mencari pembenaran an-Nisa 157 dari alkitab yang menurut kalian sudah dipalsukan. Anda sehat? Perlu anda dan seluruh polemikus Islam lainnya ketahui bahwa kitab suci kami tidak membutuhkan kesaksian lain dari luar “dirinya”.

Kitab suci kami sudah Clear memberitakan bahwa Yesus adalah Allah dan satu-satunya Juruselamat yang datang ke dunia dalam sejarah Inkarnasi untuk mengerjakan misi Allah yang besar yakni menderita, disalibkan, mati, bangkit dan telah naik ke Sorga serta menganugerahkan keselamatan kekal bagi setiap kami umat kepunyaan-Nya. 

Percaya dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu maka engkaupun akan selamat. Jika anda menolak-Nya maka neraka kekal itu menjadi bagianmu. 

Soli Deo Gloria.

Komentar

  1. Terimakasih Om Dion. Semangat terus untuk melibas klaim-klaim bodoh dari para mualaf odong-odong. Semangat juga untuk melibas ajaran sesat yang mencoba menyerang iman dan ajaran fundamental Kristen. Tuhan Yesus berkati selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Om. Terima kembali atas artikelnya yang counter attack Edy Prayitno tepat di ulu hatinya wkwkwk...

      Tuhan Yesus memberkati pelayanan Om Arianto.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...