Dikutip dari Blog Papa Ma Kuru
Di bawah ini adalah analisa Gordon H. Clark tentang apa yang dikenal dengan Liar Paradox. Analisa ini diterjemahkan oleh teman Dominirsep dan dari sumber di tautan ini dan beta bantu-bantu sedikit edit.
LIAR PARADOX
Kutipan dimulai
Dengan asumsi bahwa “[semua] orang-orang Kreta tidak bisa tidak berbohong”, maka tidak mungkin ada orang Kreta yang akan mengatakan, ‘Saya adalah pembohong.’ Yang kita disebut paradoks muncul karena si pembuat paradoks ini menegaskan dua proposisi yang kontradiktif. Tidak mungkin bagi kedua proposisi itu benar (menjadi kenyataan). Oleh karena itu, orang yang ingin membingungkan kita – kalau dia mengatakan sesuatu yang bermakna, harus memilih antara menegaskan bahwa semua Kreta selalu bohong dan menerima anggapan bahwa salah satu orang Kreta mengatakan “Saya pembohong.” Hukum-hukum logika, terutama hukum kontradiksi, tidak memperbolehkan si “insolubis ” mengemukakan kedua pernyataan seperti itu. Dan jika dia tidak membuat kedua pernyataan tersebut, maka tidak ada kesulitan. Singkatnya, tidak ada orang Kreta yang akan mengakui bahwa dia adalah pembohong.
Kutipan berakhir.
Dengan kata lain, yang hendak dikatakan Clark adalah bahwa yang dilakukan orang yang melempar Liar Paradox atau paradoks sejenisnya adalah:
Pertama-tama orang itu mengabaikan hukum kontradiksi dan mengemukakan dua pertanyaan yang saling kontradiktif; kemudian, pada langkah kedua dia mengakui bahwa hukum kontradiksi berlaku dan menyuruh orang lain menyelesaikan masalah yang dia buat sendiri karena dia tidak konsisten.
Kalau demikian, maka pertanyaannya adalah siapa dia sehingga dia boleh seenaknya melakukan ketidakkonsistenan dan meminta kita menyelesaikan ketidakkonsistenannya tanpa menolak ketidakkonsistenan? Sangat menarik!
Keterangan:
Insolubis = Orang yang mengatakan bahwa paradoks tidak dapat diselesaikan
Paradoks Pembohong atau penipu adalah pernyataan dalam Titus 1 : 12 yang berbunyi “Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: “Dasar orang Kreta pembohong….”
Masalahnya adalah si nabi dari Kreta sendiri yang mengeluarkan pernyataan tersebut. Kalau benar bahwa Orang Kreta pembohong, maka si nabi itu bukan pembohong. Tetapi kalau benar bahwa dia bukan pembohong, maka pernyataan “Dasar orang Kreta pembohong….” menjadi tidak benar (karena dia adalah orang Kreta). Namun kalau tidak benar bahwa orang Kreta adalah pembohong, maka si nabi Kreta tidak dapat dipercaya karena dia pembohong.
(Kutipan berasal dari buku Gordon H. Clark berjudul Language and Theology, Hal 13.)
Komentar
Posting Komentar