Langsung ke konten utama

RENE DESCARTES VS EKSISTENSIALISME

By : Andri O. P

Penganut eksistensialis mungkin lebih senang dengan pernyataan, "aku ada maka aku berpikir" sebagai bentuk kritikan terhadap Cogito Ergosumnya Rene Descartes yang berbunyi, "aku berpikir maka aku ada". Mungkin mereka berpikir bahwa aku ada terlebih dahulu barulah aku berpikir, maka tak mungkin bagi mereka untuk menerima posisi Rene Descartes yang menyatakan, "aku berpikir maka aku ada". 

Tapi pemikiran seperti itu menunjukan ketidakpahaman mereka terhadap pemikiran Rene Descartes. Rene Descartes tidak bicara dalam konteks ontologis tetapi dalam konteks epistemologis. Secara ontologis, mungkin kita terlebih dahulu ada barulah kita berpikir, tetapi dalam konteks epistemologis, pertanyaan mendasarnya bukan siapa yang ada lebih dahulu tapi bagaimana saya tahu bahwa saya ada?

Dengan pendekatan skeptisnya, Rene Descartes coba meragukan segala sesuatu untuk menemukan sebuah titik pasti yang tak bisa diragukan. Akhirnya dia tiba pada kesimpulan bahwa berpikir merupakan sebuah titik yang pasti karena untuk meragukan segala sesuatu dia membutuhkan namanya berpikir. Untuk menerima atau menolak sebuah proposisi pasti membutuhkan berpikir. Bahkan untuk menolak proposisi aku berpikir harus dimulai dengan aku berpikir. Tapi tujuan akhir dari Rene Descartes bukan hanya sampai di berpikir tapi ada hal yang lebih mendasar dari berpikir yaitu hukum-hukum logika. Tak seorang pun bisa berpikir tanpa mengasumsikan hukum-hukum logika, bahkan klaim yang menolak hukum-hukum logika pun mengasumsikan hukum-hukum itu. Kalau tak ada hukum-hukum logika maka setiap klaim apa pun tak bermakna apa-apa. Bahkan frase "tak bermakna apa-apa" juga tak bermakna atau bisa dipahami.

Kalau pun kita berbicara dalam konteks ontologis, apakah pernyataan, "aku ada maka aku berpikir" itu benar? Kalau kita sepakat dengan Agustinus, dan Filsuf Gordon Haddon Clark, bahwa logika (hukum-hukum berpikir) merupakan natur Allah atau sifat Allah maka kesimpulan yang dapat ditarik secara valid yaitu tak ada saat di mana logika (hukum-hukum berpikir) tak pernah ada. Jikalau Allah sudah ada dari sejak kekekalan maka berarti sifat-sifat-Nya juga sudah berada dari sejak kekekalan, sehingga itu berarti bukan "Aku (Allah) ada maka Aku (Allah berpikir) tetapi Aku (Allah) berpikir maka Aku (Allah) ada. Apalagi dalam penerapannya pada manusia. Artinya keberadaan Allah tidak mendahului logika, apalagi keberadaan manusia karena logika merupakan sifat Allah. Manusia bisa berpikir logis karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...