Natur Kebenaran Menurut Clark
Dalam buku, "Clark And His Critics", yaitu dalam penjelasannya mengenai natur kebenaran, dikatakan bahwa, sama seperti Agustinus, Gordon Haddon Clark percaya bahwa setiap upaya untuk menyangkal keberadaan kebenaran pasti merugikan diri sendiri. Jika skeptisisme itu salah, harus ada pengetahuan; dan jika ada pengetahuan, pasti ada objek pengetahuan, yaitu kebenaran. Jika seseorang mempertahankan bahwa tidak ada kebenaran, pernyataannya harus benar atau salah. Jika salah bahwa "tidak ada kebenaran", maka kebenaran itu ada; dan jika "tidak ada kebenaran" itu benar, maka kebenaran itu tetap ada. Bahkan tidak mungkin untuk membayangkan ketidak-beradaan kebenaran.
Yang lebih menarik yaitu Clark mengatakan bahwa kebenaran itu mempresuposisikan eksistensi pikiran. Tanpa pikiran, kebenaran tidak mungkin ada. Objek pengetahuan adalah proposisi, makna, makna; itu adalah pemikiran. Pikiran manusia itu berubah tetapi kebenaran tidak berubah. Kebenaran berbeda dengan pikiran dan bersifat superior terhadap pikiran. Karena kebenaran itu abadi dan tak berubah maka kebenaran itu harus ada dalam kebenaran yang abadi dan tak berubah. Karena kebenaran itu bersifat mental maka kebenaran harus ada dalam pikiran yang abadi dan tak berubah. Karena hanya Tuhan yang memiliki atribut abadi dan tak berubah maka Tuhan adalah kebenaran.
Penjelasan Clark ini jelas meruntuhkan pandangan skeptisisme kaum empirisme seperti Thomas Hobes dan Locke yang mendasari pengetahuan manusia pada pengalaman empiris/indrawi. Jelas bahwa pengalaman indrawi manusia itu berubah, tetapi kebenaran itu tak berubah. Pengalaman indrawi manusia terbatas tetapi kebenaran itu bersifat universal. Pemikiran manusia bisa salah tapi kebenaran tak pernah salah. Upaya membantah kebenaran justru membuktikan keberadaan kebenaran. Klaim ketiadaan kebenaran harus mengasumsikan kebenaran agar klaim itu bisa dinilai benar atau salah. Apakah benar benar? ataukah benar salah?
[Dikutip Dari Tulisan Andri O P]
Komentar
Posting Komentar