Langsung ke konten utama

SEDIKIT PENDAPAT TERKAIT DENGAN PERSOALAN APAKAH YESUS MEMBANGKITKAN DIRI SENDIRI?

Oleh : Esra Alfred Soru 

Salah satu prinsip dasar penafsiran Alkitab adalah jangan menafsirkan satu ayat bertentangan dengan ayat yang lain. Semua ayat tentang topik tertentu harus dilihat atau dipelajari bersama dan membuat kesimpulan yang tidak menabrak salah satu bagian pun. Cara itulah yang akan menghasilkan sebuah pengajaran yang alkitabiah atau mewakili seluruh data Alkitab. 

Ambil contoh ketika kita membaca Alkitab kita akan mendapati di satu sisi ada data-data yang menegaskan bahwa Allah itu esa atau satu, tapi di sisi yang lain kita juga akan menemukan ayat-ayat yang cukup banyak yang memberikan indikasi adanya kejamakan tertentu di dalam diri Allah. 

Kalau pada akhirnya kita menyimpulkan bahwa Allah itu esa secara mutlak, maka kita hanya mengutamakan data-data pertama tapi mengabaikan data-data kedua. Sebaliknya kalau kita mengatakan atau menyimpulkan bahwa Allah itu ada banyak maka kita mengutamakan data kedua dan mengabaikan data pertama. 

Tapi kalau kita mempertimbangkan kedua kelompok ayat itu, maka kita pasti akan sampai kepada doktrin Allah Tritunggal. Doktrin Allah Tritunggal lah Yang mengharmoniskan keseluruhan data Alkitab tentang Allah.

Hal yang sama ketika kita berbicara tentang "Siapakah yang membangkitkan Yesus?" Ketika kita melihat sejumlah ayat maka dikatakan dengan jelas bahwa Yesus itu dibangkitkan dan pernyataan bahwa Yesus dibangkitkan itu dinyatakan secara eksplisit dalam banyak ayat di mana Yesus dikatakan dibangkitkan oleh Bapa dan juga Roh Kudus. Tetapi masih ada data lain dari Alkitab yang menunjukkan bahwa Yesus mempunyai kuasa membangkitkan diri-Nya sendiri. Misalnya ketika Dia mengatakan bahwa dia berkuasa memberikan nyawa-Nya maupun berkuasa mengambilnya kembali. Atau ketika Dia berkata rombak bait Allah ini dan dalam 3 hari aku akan mendirikannya kembali, yang jelas Dia berbicara tentang kematian dan kebangkitan-Nya.

Kalau kita hanya menyoroti satu bagian ayat maka kita bisa saja berkesimpulan bahwa Yesus dibangkitkan dan tidak bangkit sendiri atau kesimpulan lain adalah Yesus bangkit sendiri dan tidak dibangkitkan oleh pihak manapun. Kedua kesimpulan tersebut jelas pincang dan tidak alkitabiah. 

Dengan mempertimbangkan seluruh ayat itu maka kesimpulan yang alkitabiah seharusnya adalah bahwa kebangkitan Kristus adalah hasil pekerjaan ketiga pribadi Tritunggal termasuk Yesus sendiri di dalamnya. Jadi selain dibangkitkan oleh Bapa dan Roh Kudus, Yesus juga membangkitkan diri-Nya sendiri. 

Ada yang berpendapat bahwa kalau memang Yesus membangkitkan diri sendiri Mengapa di dalam Injil Markus maupun juga tulisan-tulisan Paulus tidak sekalipun keduanya menulis kebangkitan Yesus dalam bentuk aktif melainkan pasif?

Sebenarnya sederhana saja masalahnya. Bahwa Markus dan Paulus menulis dalam bentuk pasif itu memang menunjukkan bahwa Yesus dibangkitkan. Tapi ingat bahwa Yohanes mencatat kata-kata Yesus yang bersifat aktif dan karenanya harus disimpulkan bahwa Yesus juga membangkitkan diri-Nya sendiri. Roh Kudus memakai para penulis Alkitab dimana sebagian orang berbicara secara pasif untuk menunjukkan bahwa Yesus dibangkitkan sedangkan yang lain berbicara secara aktif untuk menunjukkan bahwa Yesus bangkit sendiri. Jadi, adalah keliru kalau menuntut Markus dan Paulus harus berbicara dalam bentuk aktif untuk menunjukkan bahwa Yesus bangkit sendiri. Sama salahnya juga kalau menuntut bahwa Yohanes harus berbicara dalam bentuk pasif untuk menunjukkan bahwa Yesus dibangkitkan oleh Bapa dan Roh Kudus. 

Tidak peduli ada begitu banyak bagian Alkitab yang berbicara dalam bentuk pasif di mana Yesus dibangkitkan. Tapi kalau ada satu ayat saja yang berbicara secara aktif dimana Yesus bangkit sendiri, nilai atau bobotnya harus sama karena Bukankah satu ayat pun adalah Firman Tuhan? 

Karena itu kalau kita memperlakukan semua teks Alkitab secara sama dan berotoritas, dan tidak mengabaikan satu bagian pun dari antaranya di dalam penafsiran kita, maka kita akan sampai pada kesimpulan bahwa kebangkitan Kristus adalah karya ketiga pribadi Tritunggal. 

TUHAN MEMBERKATI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...