Langsung ke konten utama

DWI NATUR YESUS

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali


Jika ada doktrin yang sulit dalam iman Kristen disamping Trinitas, maka itu adalah Kristologi. Secara khusus doktrin ini membahas tentang natur ganda dalam pribadi Yesus Kristus.

Kekristenan yang konservatif memang percaya bahwa Yesus adalah satu pribadi dengan dua natur yang berbeda, yaitu ilahi dan manusiawi. Kedua natur ini tidak bercampur, tidak terbagi, juga tidak terpisah.

Rumusan Dwinatur Kristus ini bukanlah akal-akalan para bapa gereja, melainkan bersumber dari Alkitab. Dan karena doktrin ini sulit, maka sering disalahpahami dan diserang oleh berbagai pihak, baik yang datang dari luar maupun dari dalam tubuh kekristenan itu sendiri.

Para penyerang ini sangat sulit untuk menerima keduanya, sehingga mereka biasanya memegang yang satu lalu mengabaikan yang lainnya. Jika mereka memegang kemanusiaan-Nya, maka mereka akan mereduksi keilahian-Nya, sebaliknya jika sisi keilahian-Nya yang ditonjolkan, maka sisi kemanusiaan-Nya pasti diabaikan. 

Bahwa dalam satu pribadi Yesus memang terdapat dua natur dijelaskan oleh ayat-ayat berikut ini:

1. Yesaya 9:6 (TB) (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

"Seorang anak telah lahir" menunjukkan kemanusiaan-Nya, sebab Allah tidak mungkin dilahirkan, tapi "Penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai" menunjukkan keAllahan-Nya

2. Yeremia 23:5-6 (TB) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN-keadilan kita.

"Menumbuhkan Tunas adil bagi Daud" menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya, sedangkan "Tuhan keadilan kita" menunjukkan keAllahan-Nya.

3. Mikha 5:2 (TB) (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 

Disini dikatakan bahwa seorang raja akan bangkit dari Betlehem Efrata, ini pasti merujuk kepada natur manusiawi-Nya. Tapi "yang permulaannya sudah sejak purbakala" pasti merujuk kepada keilahian-Nya.

4. Yohanes 1:1, 14 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

"Firman itu bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah" tentu menunjukkan kepada keilahian-Nya, tapi di ayat 14, dikatakan bahwa "Firman itu telah menjadi manusia" ini menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya.

(14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

5. Roma 9:5 (TB) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Disini dikatakan bahwa Mesias turun dalam keadaan sebagai manusia, tapi Dia juga adalah Allah yang harus dipuji sampai selamanya.

6. Filipi 2:6-7 (TB) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia

"Walaupun dalam rupa Allah", ini jelas menunjukkan keAllahan-Nya, tapi telah "mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" ini menunjukkan kemanusiaan-Nya.

7. 1 Korintus 2:8 (TB) Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.

Menyalibkan Tuhan? Tuhan kow bisa disalib? Tentu yang disalib adalah natur manusiawi-Nya, tapi kenapa dikatakan bahwa Dia Tuhan? Ya karena dalam satu pribadi itu ada natur manusia dan Ilahi-Nya.

8. Ibrani 7:14 (TB) Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang imam-imam.

Tuhan berasal dari suku Yehuda? Tuhan kow punya suku? Tentu saja yang punya suku hanyalah manusia. Maka ayat ini sebenarnya sedang menunjukkan natur kemanusiaan-Nya, juga menegaskan natur keilahian-Nya.

Jadi Yesus Kristus adalah satu pribadi logos dengan dua natur, maka adalah salah jika kita kemudian mengabaikan salah satunya. Meski doktrin ini kelihatan rumit, tapi ini adalah doktrin yang fundamental dalam iman Kristen, doktrin ini dicatat dan diajarkan oleh Alkitab sendiri. Penolakan terhadap Dwinatur Yesus, membuat anda secara otomatis tertolak sebagai orang percaya dan resmi menjadi seorang bidat. 

SOLI DEO GLORYA...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...