Dari hasil selancar saya di sosial media, saya melihat bahwa para polemikus Muslim, biasanya dalam menolak ke-Tuhanan Yesus, mereka kerap memaparkan argumen bahwa Yesus itu diangkat jadi Tuhan oleh Konsili Nicea pada tahun 325. Argumen serangan terhadap doktrin Kristologi klasik ini adalah serangan usang yang ahistoris yang berusaha memanipulasi sejarah. Alm. Ikhsan Mokoginta, Ahmad Deedat, Zakir Naik bahkan yang "ngaku-ngaku" sebagai mantan Biarawati itu, Irene Handono, adalah sederet nama yang paling getol menggaungkan serangan receh ini.
Tapi baru-baru ini seseorang yang ngaku sebagai Kristolog [tentu saja dia ini pasti Kristolog balon bukan Kristolog sebenarnya], saya kurang tahu nama lengkapnya siapa, tapi orang-orang sering memanggilnya Guranda Zuma. Orang ini dalam suatu sesi live debat antara Uni Riva vs Pdt Esra Alfred Soru mengajukan pertanyaan/serangan Kristologi yang menurut saya lebih "fresh", argumennya mirip-mirip, serupa tapi tak sama.
Kenapa saya bilang mirip-mirip? Ya Karena serangannya memang mirip, Yesus masih tetap dianggap jadi Tuhan karena Dia diangkat menjadi Tuhan. Tapi yang bedanya adalah, Zuma tidak melandasi serangannya pada Konsili Nicea, melainkan menurut Zuma Yesus diangkat jadi Tuhan oleh Allah Bapa. Disini Zuma mengutip dan mengutak-atik ayat Alkitab, lalu dipelintir dengan seenaknya jidatnya.
Ayat Alkitab mana yang dipelintir oleh Zuma? Dua ayat di bawah ini :
Kisah Para Rasul 2:36 (TB) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
Roma 14:9 (TB) Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
Berdasarkan ayat ini Zuma menganggap bahwa Yesus itu sebelumnya bukan Tuhan, Yesus menjadi Tuhan karena Allah Bapa mengangkat Yesus menjadi Tuhan.
Benarkah argumen Zuma diatas bahwa Yesus menjadi Tuhan karena diangkat oleh Bapa? Terus terang saja ini adalah klaim yang konyol. Apakah status ke-Tuhanan itu bisa diangkat dan diturunkan seperti jabatan bupati? Apakah Tuhan bisa mengangkat Tuhan lain sehingga bisa menjadi dua Tuhan? Konsep-konsep seperti ini tentu saja sangat asing dan janggal bagi iman Kristen. Orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan bukan karena Dia telah diangkat jadi Tuhan, melainkan karena dari sononya Dia adalah Tuhan dan Allah.
Bagaimana bisa Yesus baru dianggap menjadi Tuhan pada saat Ia disalibkan, sedangkan pada saat lahir-Nya saja Ia sudah disebut sebagai Tuhan?
Lukas 2:11 (TB) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Bahkan 750 tahun sebelumnya, nubuat tentang Yesus sebagai Tuhan itu sudah didengungkan oleh Yesaya.
Yesaya 9:6 (TB) (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Komentar
Posting Komentar