Langsung ke konten utama

BENARKAH BAHWA YESUS MENJADI TUHAN KARENA DIANGKAT OLEH BAPA?

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali 


Dari hasil selancar saya  di sosial media, saya melihat bahwa para polemikus Muslim, biasanya dalam menolak ke-Tuhanan Yesus, mereka kerap memaparkan argumen bahwa Yesus itu diangkat jadi Tuhan oleh Konsili Nicea pada tahun 325. Argumen serangan terhadap doktrin Kristologi klasik ini adalah serangan usang yang ahistoris yang berusaha memanipulasi sejarah. Alm. Ikhsan Mokoginta, Ahmad Deedat, Zakir Naik bahkan yang "ngaku-ngaku" sebagai mantan Biarawati itu, Irene Handono, adalah sederet nama yang paling getol menggaungkan serangan receh ini.

Tapi baru-baru ini seseorang yang ngaku sebagai Kristolog [tentu saja dia ini pasti Kristolog balon bukan Kristolog sebenarnya], saya kurang tahu nama lengkapnya siapa, tapi orang-orang sering memanggilnya Guranda Zuma. Orang ini dalam suatu sesi live debat antara Uni Riva vs Pdt Esra Alfred Soru mengajukan pertanyaan/serangan Kristologi yang menurut saya lebih "fresh", argumennya mirip-mirip, serupa tapi tak sama.

Kenapa saya bilang mirip-mirip? Ya Karena serangannya memang mirip, Yesus masih tetap dianggap jadi Tuhan karena Dia diangkat menjadi Tuhan. Tapi yang bedanya adalah, Zuma tidak melandasi serangannya pada Konsili Nicea, melainkan menurut Zuma Yesus diangkat jadi Tuhan oleh Allah Bapa. Disini Zuma mengutip dan mengutak-atik ayat Alkitab, lalu dipelintir dengan seenaknya jidatnya.

Ayat Alkitab mana yang dipelintir oleh Zuma? Dua ayat di bawah ini :

Kisah Para Rasul 2:36 (TB) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Roma 14:9 (TB) Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Berdasarkan ayat ini Zuma menganggap bahwa Yesus itu sebelumnya bukan Tuhan, Yesus menjadi Tuhan karena Allah Bapa mengangkat Yesus menjadi Tuhan.

Benarkah argumen Zuma diatas bahwa Yesus menjadi Tuhan karena diangkat oleh Bapa? Terus terang saja ini adalah klaim yang konyol. Apakah status ke-Tuhanan itu bisa diangkat dan diturunkan seperti jabatan bupati? Apakah Tuhan bisa mengangkat Tuhan lain sehingga bisa menjadi dua Tuhan? Konsep-konsep seperti ini tentu saja sangat asing dan janggal bagi iman Kristen. Orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan bukan karena Dia telah diangkat jadi Tuhan, melainkan karena dari sononya Dia adalah Tuhan dan Allah. 

Bagaimana bisa Yesus baru dianggap menjadi Tuhan pada saat Ia disalibkan, sedangkan pada saat lahir-Nya saja Ia sudah disebut sebagai Tuhan?

Lukas 2:11 (TB) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 

Bahkan 750 tahun sebelumnya, nubuat tentang Yesus sebagai Tuhan itu sudah didengungkan oleh Yesaya.

Yesaya 9:6 (TB) (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...