Langsung ke konten utama

MALAIKAT TANPA SAYAP

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali


Jam di tangan saya menunjukkan pukul 24:00, tapi mata saya masih belum terpejam. Ya, saya memang sering bergadang malam, bukan karena hoby "mete" (istilah orang NTT bergadang), tapi memang profesi saya menuntut saya harus demikian.

Saya bekerja sebagai satpam di salah satu Bank BUMN di Kota Batam. Tentu anda tahu bahwa satpam digaji untuk tidak tidur, walaupun kalau mau jujur, ya sesekali pasti ada lah "tidur-tidur ayam" hehehe.

Tapi ada sedikit yang berbeda malam ini, sejak dari tadi saya memang menantikan dengan sabar detik-detik pergantian waktu dari 23:59 tanggal 7 April ke 24:00 tanggal 8 April. Mengapa? karena hari ini adalah ulang tahun saya yang ke 32.

Oh ya, berbicara tentang ulang tahun, itu berarti berbicara tentang kelahiran. Berbicara tentang kelahiran, maka kita tak boleh melupakan peran seorang ibu (mama). 

Mama saya sering bercerita kepada saya bahwa kelahiran saya adalah yang paling membuat mama menderita, karena ukuran saya saat bayi cukup "gede"(baca : besar), sehingga membuat susah untuk dilahirkan, beruntung berkat Tanta Mingga dukun beranak di kampung kami, dengan pengalaman, kepiawaian dan ketelatenan beliau, saya dan mama dapat diselamatkan. Saya dan mama berhutang nyawa kepada tanta Mingga.

Kelahiran saya bagaikan oase dipadang gurun, sukacita mengalir dalam keluarga kami, saya adalah anak pertama yang berhasil selamat setelah dua abang saya meninggal dunia saat masih bayi. Jadi kelahiran saya memang benar-benar penghiburan bagi keluarga. 

Mama pernah bilang kepada saya : "Ema setelah kau ka'o, abe welu leka tuka aku, aku ro di iwa do rasa Ema, aku bahagia beraka no ana neku o du'a neku ka'o. Busu ate neku, o to dari nia neku"  ( Terjemahan : Anak-ku setelah kamu lahir, mereka meletakan diatas perut mama, saking bahagianya atas kelahiran kamu, mama tidak rasa sakit lagi, mama sangat bahagia. Anakku, jantung hatiku, penerusku)

Alkitab berkata bahwa kasih seorang ibu itu sangat besar. Bahkan kasih itu mampu mengalahkan rasa sakit melahirkan.

"Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia." (Yoh 16:21).

Mamaku, terima kasih karena telah membawa aku ke planet ini, meski untuk itu, mama harus berjuang antara hidup dan mati. Kasih dan pengorbanan mama tak akan bisa dibalaskan sampai kapanpun dan dengan apapun. Mama adalah MALAIKAT TANPA SAYAP yang Tuhan tempatkan dalam hidupku. 

TERIMA KASIH MAMA...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN TERHADAP SERANGAN NGAWUR ROMO PATRIS ALEGRO

( Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud memantik api permusuhan terhadap saudara-saudara dari Khatolik Roma, melainkan adalah sebuah bentuk pembelaan iman (Apologetika) atas serangan ngawur yang dilakukan secara masif oleh seorang oknum Romo dari Gereja Khatolik Roma, dengan akun Facebook bernama Patris Alegro. Di salah satu utas terbarunya, di Facebook, tertanggal: Selasa 22 Juli 2025. Romo Patris secara ngawur mengkritik istilah "Sola" yang digunakan oleh Protestan. Setelah membaca statusnya, saya melihat bahwa kritikan yang dibangun oleh Romo Patris lebih mencerminkan ketidakpahaman Romo Patris atas doktrin "Sola" ketimbang kritikan yang didasari oleh reductio ad absurdum. Di bawah ini saya tampilkan tulisan utuh dari Romo Patris yang dicopas dari akun facebooknya, serta tanggapan saya atas tulisan tersebut. TULISAN ROMO PATRIS ALEGRO Mengapa ada lima “sola” padahal “sola” artinya “hanya satu”?.  Mari kita bongkar ini secara logis, etimologis, dan teologis, la...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...