Langsung ke konten utama

DARIMANA KAIN MENDAPATKAN ISTRINYA? DAN KEPADA SIAPAKAH KAIN TAKUT DIBUNUH?

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali

Shalom... teman-teman pembaca yang budiman, kali ini saya ingin membahas tentang beberapa hal yang menjadi kontroversial dalam Alkitab. 

Dengan sifat Alkitab yang bagi kita sebagai orang Kristen dianggap infalible dan Inneranci (tak dapat salah) karena adalah wahyu dari Allah sendiri, maka saya kira pertanyaan-pertanyaan kontroversial seperti judul di atas, seyogyanya harus di tanggapi dan jangan diabaikan begitu saja. 

Kita harus bisa menjelaskan iman kita dengan rasional, walaupun mungkin tidak komprehensif dalam pengertian menyeluruh dan utuh, karena keterbatasan rasio kita sebagai manusia dalam memahami Tuhan secara tuntas. Walau demikian, keterbatasan tersebut tak harus menjadi penghalang dan alasan untuk tidak mau belajar.

Sekarang mari kita ke pembahasan. Di dalam kitab kejadian pasal 4 diceritakan bahwa manusia pertama yaitu adam dan hawa memiliki dua orang anak, yakni kain dan habel. Maka total jumlah manusia saat itu adalah empat orang.

Kejadian 4:1-2 (TB)  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 
Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

Lalu dipasal yang sama yakni kejadian pasal 4, juga diceritakan bahwa kain membunuh adiknya habel, maka manusia berkurang satu orang saat itu, sehingga sisa tiga orang.

Kejadian 4:8 (TB)  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 

Lalu berdasarkan keterangan tersebut muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :

Pertama, Dengan siapa kain menikah jikalau jumlah manusia hanya tiga orang saja saat itu (Setelah habel mati)?. Kedua, dalam kejadian 4 : 14 kain dikisahkan ketakutan.

Kej 4:13-14 : Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."

Berdasarkan ayat ini kemudian muncul lagi pertanyaan, jikalau faktanya bahwa didunia saat itu jumlah manusia hanya ada tiga orang saja, yakni hanya si kain sendiri dan kedua orang tuanya, lalu kepada siapakah kain takut dibunuh?

Pertanyaan-pertanyaan ini telah merangsang rasa ingin tahu dari berbagai pihak, sehingga ada yang telah mencoba menjawab dengan membuat beberapa teori. Dan salah satu teori lahir dari seorang yang bernama Agus Miradi dalam bukunya yang berjudul "Siapakah Manusia Pertama Itu?".

Miradi berpendapat bahwa kain kemungkinan menikah dengan anak manusia purba, karena menurut Miradi, manusia pertama yang diciptakan Allah bukanlah Adam tapi sepasang manusia purba. 

Miradi membedakan manusia dalam kejadian 1 ayat 27 dan manusia dalam kejadian 2 ayat 7. Menurut Miradi, manusia dalam kejadian 1 adalah sepasang manusia purba yang telah diciptakan oleh Allah sebelumnya. sedangkan manusia di kejadian pasal 2 adalah Adam, jadi Adam diyakini sebagai ciptaan kedua dan bukan manusia pertama.

Miradi mendasari teorinya ini dari proses dan kronologis penciptaan. Menurut Miradi, yang membedakan manusia dalam kejadian pasal 1 dan manusia dalam kejadian pasal 2 adalah proses penciptaannya. Dalam kejadian pasal 1, Allah menciptakan manusia hanya dengan berfirman. sedangkan manusia dalam kejadian pasal 2, diciptakan oleh Allah dengan menggunakan material tanah liat. Lalu dalam kejadian pasal 1, manusia diciptakan sekaligus. sedangkan dalam kejadian pasal 2, mula-mula yang diciptakan adalah laki-laki, lalu kemudian si perempuannya.

Saya berikan kutipannya dari buku Agus Miradi yang berjudul "Siapakah Manusia Pertama Itu" :

"Kurang lebih 6000 tahun yang lalu seorang manusia hadir diakhir jaman purbakala, manusia ini bernama Adam, dia dijadikan Tuhan diluar 6 hari penciptaa-Nya. Proses pembentukan tubuh Adam sangat berbeda dengan manusia purba pertama, tubuh Adam tidak diciptakan secara langsung, melainkan dibentuk dari bahan yang sudah ada yaitu tanah liat yang diambil disekitar wilayah irak yaitu Eden.

Setelah sekian lama beristirahat dari pekerjaan penciptaanNya, Allah kembali hadir melakukan pekerjaanNya. Namun kali ini berbeda, dahulu Ia hanya berbicara saja dan tidak menyentuh langsung objek ciptaanNya, sekarang Ia terjun langsung hadir diatas muka bumi, telapak kakiNya menyentuh bumi dan tanganNya mengambil tanah untuk membuat tubuh manusia."  (Agus Miradi, 2003: 88-89)

Nah keturunan dari sepasang manusia purba tadi diyakini telah lebih dulu berkembang biak, sehingga saat kain mengambil istri, kain kemungkinan mengambil istri dari anak-anak sepasang manusia purba tadi, kain juga kemungkinan takut dibunuh oleh manusia keturunan dari manusia purba tadi.

Nah sekarang apakah teori dari agus Miradi ini bisa diterima? Kalau teori ini diterima, maka ini akan menabrak dengan sejumlah ayat-ayat lain dalam Alkitab, sedangkan Alkitab yang kita imani ini seharusnya tak mungkin salah.

Karena Alkitab mencatat bahwa Adam adalah manusia pertama di bumi, dan tak ada manusia lain selain Adam saat itu.

1 Kor 15:45 - Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

dengan demikian, maka hanya ada dua kemungkinan, kitab kejadian yang salah, atau kitab korintus yang tak bisa dipercaya?.

Tidak mungkin!, Alkitab tak mungkin salah!. Mari kita mencoba mengharmoniskan kerancuan ini. 

Adalah lebih mudah bagi kita untuk memecahkan kebingungan ini, jikalau kita berpikir dalam cara pola pikir orang Yahudi. Orang Yahudi terbiasa untuk menceritakan sesuatu hal dimulai dari kesimpulan dulu, lalu kemudian diikuti oleh rincian penjelasannya. Dan ini berbeda dengan pola pikir kita orang Indonesia secara umum, kita memulai dari rincian lalu kemudian kesimpulan, misalnya untuk menjelaskan mengapa seseorang telat naik pesawat, kita biasanya mulai menjelaskan dari penyebabnya, kita bisa saja bilang bahwa, dia terlambat bangun pagi ini, lalu dia mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat, dan ditengah jalan macet, alhasil dia ketinggalan pesawat. Sedangkan kalau orang Yahudi beda, mereka akan berkata "Dia ketinggalan pesawat, Karena tadi dia terlambat bangun tidur, terlambat mandi dan bersiap-siap, ditambah macet dijalan, akhirnya ketinggalan pesawat.

Nah dari contoh diatas, maka kelihatannya, ini hanyalah problem tentang bagaimana menceritakan suatu peristiwa. Orang Yahudi terbiasa menceritakan dari Kesimpulannya dulu baru kemudian penjelasannya.

Hal ini juga bisa kita lihat dalam kisah penciptaan di kejadian pasal 1. Dikisahkan dalam ayat 1 bahwa "pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi", dan seterusnya, lalu kronologis penciptaannya mengikuti kemudian diayat-ayat selanjutnya.

Nah dari penjelasan ini, saya kira teori dari Agus Miradi diatas harus gugur seperti daun kering karena tidak bisa dipertahankan argumentasinya.

Kembali ke pertanyaan awal sesuai judul diatas, lalu dari mana kain mendapatkan istri, dan kepada siapa kain harus takut?. Pertanyaan ini muncul karena dari awal kita telah mengasumsikan bahwa adam dan hawa hanya mempunyai dua orang anak yakni kain dan Habel, tapi sebenarnya anggapan seperti itu salah. Adam dan hawa ternyata memiliki anak lebih dari dua, dan ternyata Adam dan hawa juga memiliki anak perempuan, yaitu saudari atau adik dari kain dan habel itu sendiri.

Kejadian 5:4 (TB)  Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

Dengan demikian, maka jawaban yang masuk akal adalah kain pasti menikah dengan saudarinya atau adik perempuannya. Kenapa kain bisa kawin dengan saudaranya sendiri?, Ya karena tidak ada manusia lain didunia lagi saat itu selain keluarga Adam. Kalau tidak ada manusia lain, maka mau tidak mau dan alasan paling rasional adalah kain pasti dan harus kawin dengan saudaranya sendiri demi melanjutkan keturunan mereka (regenerasi). Ini menjadi alasan yang tak bisa dihindari. 

Lalu apakah tindakan kain yang kawin dengan adik perempuannya ini adalah suatu tindakan yang dianggap dosa karena melakukan inces yang dilarang oleh Alkitab?. Ya secara eksplisit memang Alkitab melarang pernikahan sedarah, hal ini bisa kita lihat di kitab imamat 18:9. 

Im 18:9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.

BIS : Jangan bersetubuh dengan saudaramu perempuan atau saudara tirimu, baik yang dibesarkan serumah dengan engkau maupun yang dibesarkan di rumah lain

Jawabannya untuk pertanyaan diatas adalah tidak! Kenapa?, Karena saat itu, di masa Adam, hukum taurat atau larangan untuk kawin dengan saudara sendiri belum ada, karena hukum taurat baru diberikan oleh Allah dijaman musa. Nah Kalau larangannya saja belum ada, maka bagaimana bisa dikatakan dosa, sedangkan dosa adalah perbuatan yang melanggar larangan?

Roma 5:13 (TB)  Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

Lalu dalam kejadian 4 : 13-14 kain sangat ketakutan.

Kej 4:13-14 : Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."

Kain takut kepada siapa?, Jawaban untuk pertanyaan ini adalah, kain kemungkinan takut pada keturunan dari habel, karena kitab suci tidak memberikan penjelasan yang detail, apakah saat dibunuh habel sebenarnya sudah menikah atau sudah ada anak atau tidak. Kalau jawabnya sudah, maka beralasan kalau kita kemudian berkesimpulan kalau kain takut pada anak-anak habel.

Atau teori lain, mungkin kain dalam ketidaktahuannya, mengira bahwa saat itu didunia ini masih ada orang lain, sehingga takut dibunuh oleh manusia lain.

Nah dari penjelasan-penjelasan diatas, maka kita bisa memecahkan kebuntuannya dan mendapatkan jawaban rasional yang setidaknya dapat memuaskan dahaga intelektual kita.

Salam...........

Penulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROVIDENSI ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK BERDOSA

  Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   "Kalau Allah telah menetapkan segala sesuatu, dan apa yang ditetapkan Allah harus dan pasti terjadi, lalu mengapa tindakan berdosa manusia harus dihakimi?" Pertanyaan ini lahir dari kegagalan (kebingungan) dalam memahami providensi Allah. Apa itu providensi? Providensi adalah doktrin yang percaya bahwa Allah/Tuhan berdaulat penuh atas segala peristiwa yang terjadi di bawah kolong langit ini. Dengan kata lain tidak ada satupun peristiwa dalam bentang sejarah umat manusia yang luput dari kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dan itu mencakup peristiwa yang baik maupun buruk (kejahatan) dalam kehidupan manusia. Sebagai landasan biblikalnya, kita akan melihat beberapa ayat di bawah ini. Misalnya tentang pemilihan orang percaya, ternyata Tuhan dalam kekekalan telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi umat pilihan-Nya. "Di dalam Dia kami juga mendapat bagian, yang ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu ...

MEMBEDAH RUMUSAN TRITUNGGAL ALA ELIA MYRON

Oleh : Dionisius Daniel Dalam sebuah video dari kanal YouTube Tiga Hari. Elia Myron seorang apologet muda terlihat sedang mengajarkan doktrin Tritunggal. Namun yang menarik disini adalah, rumusan Tritunggal yang diajarkan oleh Elia Myron ini, terindikasi menyimpang dari rumusan Tritunggal yang ortodoks yang telah dipegang oleh Gereja sepanjang sejarah. Elia mendasari pengajaran Tritunggalnya dengan mengutip Ulangan 6:4, dan 1 Korintus 8:6 Ulangan 6:4 (TB) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.  Berdasarkan dua ayat ini Elia membangun premis bahwa Allah itu pada hakikatnya adalah esa, dan Allah yang esa ini adalah sang Bapa. Mengapa Allah yang esa ini disebut Bapa? Karena menurut Elia,...

Obrolan Serius: Membongkar Kekeliruan Tritunggal yang Sering Diabaikan

Oleh : Dionisius Daniel   Kali ini saya kembali membagikan diskusi singkat saya dengan seseorang di Facebook yang diduga adalah fans atau pendukung fanatik dari Elia Myron.  Saya memang belakangan ini sedang menulis artikel mengkritisi ajaran Tritunggal Elia Myron, yang menurut saya telah menyimpang dan tanpa sadar "nyemplung" ke bidat-bidat yang sudah ditolak oleh para Bapa-Bapa Gereja kita. Seperti Sabelianisme atau Subordinasisme ala Unitarian. Sebenarnya diskusi/perdebatan ini berawal dari postingan foto Pdt Esra Soru di Facebook, tertanggal, Minggu 18/05/2025. Di foto itu tampak Pdt Esra sedang bersama Elia Myron. (fotonya saya jadikan wallpaper artikel ini) Saya lalu spontan berkomentar: "Pak Esra tolong ajari Elia Myron itu agar mengajar Tritunggal dengan benar, soalnya ajaran Tritunggal dan konsep keselamatannya telah menyesatkan banyak orang". Alhasil tak butuh waktu lama, komentar saya langsung ditanggapi oleh pengguna facebook lain yang diduga adalah fans...