Langsung ke konten utama

KEKRISTENAN DAN OMNIPOTENT PARADOKS

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali


Shalom pembaca yang Budiman. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang suatu istilah dalam filsafat yang disebut paradoks. Lalu kemudian kita akan tanggapi dalam sudut pandang kekristenan.

Tapi sebelumnya kita harus terlebih dahulu tahu apa yang dimaksud dengan paradoks?. KBBI mendefinisikan paradoks sebagai suatu pendapat yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Paradoks sendiri ada bermacam-macam jenisnya, kita tidak akan membahas semuanya, kita hanya akan membahas paradoks yang biasa digunakan oleh ateis untuk menggugat keTuhanan, yang dikenal dengan istilah omnipotent paradoks.

Lalu apa itu omnipotent paradoks?, nah untuk memahami istilah ini, kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan omnipotent?, omnipotent adalah istilah Theologi yang merujuk pada pengertian kemahakuasaan Tuhan. Omnipotent artinya kemahakuasaan atau memiliki suatu kekuatan yang tak terbatas.

Jadi omnipotent paradoks bisa diartikan sebagai usaha untuk menggugat kemahakuasaan Tuhan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kontradiksi lalu membenturkannya dengan sifat-sifat Tuhan.

Nah beberapa dari contoh pertanyaan omnipotent paradoks adalah sebagai berikut :

1. Apakah Tuhan bisa menciptakan batu yang sangat besar, sehingga Tuhan sendiri saja tidak sanggup untuk mengangkatnya?

2. Apakah Tuhan bisa menciptakan gunung tanpa lereng?

3. Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran segitiga?

4. Apakah Tuhan bisa membuat garam tanpa rasa asin? Dan seterusnya.

Lalu bagaimana iman Kristen menanggapi atau menjawab paradoks ini?.

Pertama, kita harus perhatikan kemana pertanyaan ini diajukan? Pertanyaan ini menurut saya sifatnya general atau sangat umum. Pertanyaan ini diajukan kepada penganut ketuhanan secara umum (generic theism). Karena tidak jelas diajukan kepada tuhan yang mana?, Karena pada dasarnya agama-agama didunia memiliki doktrin ketuhanan yang beragam, dengan atribut-atributnya yang bermacam-macam.

Jikalau pertanyaan kontradiktif ini diajukan kepada tuhan agama lain yang kontradiktif juga, maka biarlah penganut agama tersebut yang menjawabnya, tapi kekristenan kita bukanlah sebuah agama yang kontradiktif, Kekristenan tidak pernah melawan hukum-hukum logika. Allah Kristen adalah Allah yang logis, rasional dan tidak bisa menyangkal diri-Nya (2 Tim 2 :13). maka pertanyaan ini menjadi tidak relevan, dan bukan untuk dijawab tapi malah harus dibongkar kecacatan logisnya.

Sekarang mari kita bongkar kecacatan logis dari pertanyaan ini. Pertanyaan ini secara logika menabrak hukum kontradiksi (aturan untuk berpikiran logis).

Hukum kontradiksi logika berkata bahwa A pada saat  yang sama dan dalam pengertian yang sama tidak bisa menjadi non A, atau dengan kata lain sesuatu pada saat yang sama dan dalam pengertian yang sama, tidak bisa menjadi sesuatu itu dan bukan sesuatu itu.

Sebuah garis tidak bisa lurus dan bengkok pada saat yang sama atau di titik yang sama, jikalau sebuah garis lurus dan bengkok, bisa saja garis itu lurus di bagian lain kemudian bengkok di bagian yang berbeda,  tapi tidak bisa suatu garis lurus dan bengkok dalam satu titik atau bagian yang sama.

Secara implisit pertanyaan diatas juga seolah-olah bertanya bahwa "Bisakah Allah mahakuasa dan tidak mahakuasa dalam waktu yang sama dan dalam pengertian yang sama?". Ini jelas pertanyaan yang cacat logis atau dengan bahasa sehari-hari kita bisa sebut saja bahwa ini pertanyaan "ngawur".

Gregory Koukl bahkan menyebut pertanyaan ini sebagai pertanyaan palsu dan sama saja seperti bertanya, "Bisakah Tuhan menang adu panco dengan diriNya sendiri?, "Atau jika Allah yang memukul diriNya sendiri, maka siapa yang akan menang?" (Tactics Hal 133).

Pertanyaan ini juga mengasumsikan bahwa Tuhan seolah-olah dua dan bukan satu, karena kalimat perbandingan "lebih kuat dari" hanya bisa digunakan ketika ada dua subjek, sehingga bisa membandingkan subjek yang satu dengan subjek yang lainnya.

Jadi pertanyaan diatas sudah bisa terjawab, dan jawaban untuk pertanyaan ini adalah dengan cara membongkar kecacatan logisnya. Pertanyaan ini pun tidak membuktikan apapun tentang kelemahan Tuhan. Karena pertanyaan ini memang sudah salah secara aturan logika.

SALAM...

Penulis

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH KARENA YESUS BERASAL DARI ALLAH, MAKA DIA BUKAN ALLAH? (MENANGGAPI SERANGAN UST. SUBANDI T SUKOCO)

Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali   Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimi saya sebuah video dan meminta tanggapan saya atas video itu. Setelah saya lihat-lihat, ternyata ini adalah cuplikan video dari YouTube Ust. Subandi T Sukoco. Siapakah orang ini? Subandi atau yang lebih dikenal dengan Gus Mbetik ini, adalah seorang pendakwah yang sudah sering terlibat dalam diskusi-diskusi lintas agama. Nah dalam cuplikan video yang berdurasi 2 menit 42 detik ini, Subandi memberikan argumentasinya untuk menolak ke-Tuhanan dan ke-Allahan Yesus. Menurut Subandi karena Yesus datang dari Allah maka Yesus pasti bukan Allah. Cuplikan lengkapnya bisa ditonton disini👇 Setelah menonton videonya, saya menemukan bahwa penolakan Ust. Subandi T Sukoco terhadap ke-Allahan Yesus didasari atas dua fakta ini : PERTAMA, KARENA YESUS DATANG DARI ALLAH MAKA DIA BUKAN ALLAH   Yohanes 9:33 (TB) Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."  Menurut Ust. Subandi T Suko...

Allah Maha Kuasa Bukan Maha Kontradiksi

Oleh: Dionisius Daniel Goli Sali Pagi ini, sambil ngopi dan menunggu orderan Maxim, aku iseng buka YouTube dan menonton pengajaran teologi dari channel YouTube Verbum Veritatis yang dikelola oleh Pak Deky Nggadas. Tema dari pengajaran Pak Deky adalah tentang Divine Simplicity And The Trinity (Kesederhanaan Allah Dan Trinitas).  Secara garis besar, poin pengajaran Pak Deky adalah Allah Kristen itu simplisitas (Sederhana). Sederhana yang dimaksud Pak Deky, bukan berarti bahwa Allah Kristen itu bisa dipahami secara utuh tanpa harus meninggalkan ruang bagi hal-hal yang menjadi misteri untuk akal manusia. Melainkan, dalam natur-Nya Allah itu tidak terbagi. Meskipun Allah memiliki bermacam-macam atribut, seperti: maha kuasa, maha kasih, maha adil, kekal, dan lain sebagainya. Tapi atribut-atribut itu bukanlah komponen-komponen yang terpisah dalam diri Allah. Melainkan atribut itu adalah natur-Nya. Jadi, Allah bukan hanya Allah yang memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih. Allah bukan hany...

RENCANA ALLAH DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA

📜 KISAH PARA RASUL 2:23 “ Dia yang diserahkan menurut maksud dan rencana Allah yang telah ditentukan, tetapi kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya oleh tangan orang-orang durhaka.” PENDAHULUAN Apakah penyaliban Yesus adalah rencana Allah atau rencana Iblis?. Topik ini menarik, karena beberapa waktu yang lalu, Edis TV, seorang apologet tiktok yang sedang viral akhir-akhir ini, menyatakan bahwa penyaliban Yesus sebenarnya adalah rencana iblis bukan rencana Allah. Untuk mendukung pandangannya Edis mengutip Yoh 8:37-47. Menurut Edis narasi dari teks itu secara implisit menyiratkan bahwa penyaliban Yesus adalah rencana Iblis karena sejak semula Iblis ingin membunuh Yesus. Nah pernyataan Edis ini sontak membuat dunia perdebatan teologis menjadi panas dan memancing tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa suhu Teologi tanah air turun gunung. Esra Soru, MYM, Deky Nggadas dan Budi Asali, hingga Mel Atok ada dalam barisan daftar nama yang ikut memberikan tanggapan terhadap Edis. Tidak hanya me...