Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025
LATAR BELAKANG SANG PERWIRA 1. Identitas Sang Perwira Kata “ perwira ” (Yunani: hekatontarchēs atau “ centurion ”) berarti pemimpin atas seratus prajurit dalam pasukan Romawi . Ia bukan orang Yahudi — melainkan bangsa kafir ( gentile ), tapi menariknya, ia memiliki relasi baik dengan orang Yahudi. Dalam Lukas 7:5 dikatakan, “Ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkuasa secara militer, tapi juga memiliki hati yang lembut dan penuh simpati. 2. Konteks Sosial dan Religius Di bawah penjajahan Romawi , orang Yahudi membenci bangsa Romawi, sebab mereka adalah simbol penindasan dan ketidakadilan. Jadi, keberanian si perwira datang kepada Yesus (seorang guru Yahudi) untuk meminta pertolongan adalah tindakan rendah hati dan melampaui tembok sosial pada zamannya. Sebagai perwira, dia bisa saja memakai kuasa politik atau militer untuk memaksa Yesus datang tapi dia tidak melakukannya. Justru ia berkata: > “T...
APLIKASI UNTUK JEMAAT PERSEKUTUAN SATU SUKU DI PERANTAUAN Perwira dalam kisah ini bukan orang Israel, bukan orang yang mengenal Allah Israel, tetapi ia punya hati yang peduli terhadap sesamanya. Ia bisa saja bersikap masa bodoh toh hambanya cuma budak — tetapi ia memilih untuk menanggung beban orang lain. Nah, kalau seorang non-Yahudi seperti dia saja bisa memiliki hati yang lembut dan peduli, berapa lagi kita, yang bukan hanya satu iman, tapi juga satu suku, satu darah, dan satu paguyuban? Di perantauan, kita sering menghadapi hidup yang keras: jauh dari keluarga, tekanan ekonomi, rasa rindu kampung halaman. Di tengah keadaan itu, Tuhan mau supaya kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri. Kasih bukan cuma teori, bukan hanya nyanyian atau doa pembuka persekutuan — kasih itu tindakan. > Kalau orang luar bisa peduli kepada orang lain, apalagi kita yang satu suku. Kalau orang asing bisa menanggung beban budaknya, apalagi kita yang satu rumpun dan satu iman. Mari kita belajar dari sang...