Oleh : Dionisius Daniel Goli Sali Dalam sebuah Group tanya jawab Iman Kristen di Facebook, saya mengajukan pertanyaan yang bersifat filosofis kepada Seorang Theolog Reformed dan Presaposisionalis Van Tillian yang bernama Muriwali Yanto Matalu . Group itu diberi nama Studi Reformed MYM. Saya sengaja mendokumentasikan salinan debat ini, karena menurut saya debat/diskusi ini cukup menarik. Di artikel ini saya berusaha untuk menampilkan seutuhnya, tanpa menambahkan ataupun mengurangi komentar kami di kolom komentar group tersebut, hanya mungkin saya sedikit merapikan saja, agar bisa dibaca dengan lebih baik, karena maklumlah di Facebook tadi saya agak terburu-buru mengetiknya, sehingga kemungkinan ada kesalahan pengetikan (Typo) . Saya juga tidak akan menampilkan semua komentar dari TS itu, tapi saya hanya fokus pada debat saya dengan seseorang yang bernama Romeo Wibowo . Di bagian akhir dari artikel ini, saya akan sisipkan link Facebooknya, sehingg...
Menulis bukan sekadar membagikan gagasan, tapi untuk memastikan bahwa suara kita tidak mati bersama jasad. Menulis adalah nafas yang abadi. Meski raga kita telah diam membisu, pikiran kita tetap bisa bersuara lewat kata.